PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM - Singgah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, cobalah mengunjungi Desa Wisata Kedengbenda di Kecamatan Kemangkon. Wisata yang berjarak 30 menit dari Kota Purbalingga menjadi alternatif untuk healing melupakan segala kepenatan.
Tahun 2024, desa wisata yang menjadikan Sungai Klawing sebagai potensi besarnya, mendapatkan penghargaan sebagai juara I Gelar Desa Wisata Tahun 2024 se-Kabupaten Purbalingga.
Ketua Pokdarwis Pesona Linggamas Desa Kedungbenda, Sukirman menjelaskan Kedungbenda menawarkan beragam pesona wisata, mulai alam berupa sungai Klawing sebagai urat nadi kehdupan warga, atraksi seni budaya yang tak lekang oleh waktu yaitu tari Dames dan Lengger, Begalan serta Ebeg.
Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Sebabkan Penutupan Sejumlah Bandara di Nusa Tenggara
Adapun pihaknya memiliki paket wisata berupa naik perahu susur sungai dari dermaga di bawah Jembatan Linggamas. Juga pembuatan kupat landan, latihan gamelan, pembuatan gula Jawa, kunjungan ke situs Lingga Yoni. Jangan lupa, pengunjung bisa menikmati goreng iwak kali yang memanjakan lidah.
''Alhamdulillah dengan adanya desa wisata ini telah memberikan dampak bagi masyarakat, salah satunya adalah di bidang UMKM. Para pelaku UMKM terbantu dalam promosi produknya sempai ke luar desa bahkan luar kabupaten. Mereka juga bisa menyediakan homestay untuk wisatawan yang bermalam di Kedungbenda,'' kata Sukirman kepada Heloindonesia.com, Sabtu 9 November 2024.

Beberapa olahan dari desa wisata ini adalah sirup jahe, jahe bubuk dan aneka cimplung baik cimplung ubi, ketela dan kelapa muda. Warga juga membuat kuliner khas kupat landan dan olahan iwak kali yang didapat oleh nelayan tradisional dari Sungai Klawing.
Mulai Ramai
Dijelaskan dia, spot atau wahana yang sering menarik perhatian wisatawan yaitu di lokasi Susur Sungai Klawing dan Situs Lingga Yoni. ''Namun begitu, saat ini juga kunjungan di tempat UMKM dan kerajinan sudah mulai ramai dikunjungi,'' tambahnya.
Sukirman menambahkan, pada kegiatan susur sungai, pengunjung akan diajak menyusuri Sungai Klawing menggunakan perahu, dengan waktu tempuh kuranglebih 20 menit dan jarak tempuh sepanjang 400 meter pulang pergi.
“Lewat paket ini, wisatawan akan diajak menyusuri sungai Klawing dan ke kampung nelayan. Di sana nanti kita dikenalkan cara membuat jala, cara menangkap ikan dan cara mendayung. Wisatawan juga dapat mengunjungi congot, yaitu pertemuan arus sungai Klawing dan sungai Serayu,'' katanya.
Pengunjung tak perlu khawatir dengan keamanan atau keselamatan mengikuti kegiatan susur sungai. Pasalnya, setiap perahu akan didampingi oleh petugas dan juga disediakan baju pelampung untuk berjaga-jaga.
“Jika pengunjung merasa lapar kami juga menyediakan kuliner ikan senggaringan khas sungai Klawing. Ikan senggaringan kalau digoreng rasanya enak dan gurih, bisa dinikmati bersama pecel dan ketupat landan,” ujarnya.
Diakuinya, berbagai upaya terus dilakukan Pokdarwis Linggamas untuk mengangkat desa wisata Kedungbenda agar lebih moncer. Salah satunya mempopulerkan dan menawarkan berbagai paket keren wisata Kedungbenda melalui media sosial.
''Kami bersyukur setiap hari libur dan hari raya, tempat ini dipadati pengunjung,'' pungkasnya. (Aji)
