Helo Indonesia

Pintu Gerbang Majapahit di Kabupaten Pati, Cagar Budaya yang Perlu Sentuhan

Kamis, 12 Desember 2024 11:36
    Bagikan  
Pintu Gerbang Majapahit di Kabupaten Pati, Cagar Budaya yang Perlu Sentuhan

Pintu Gerbang Majapahit. Foto: Dok

PATI, HELOINDONESIA.COM -Ada salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah belum pernah terkespos dengan maksimal. Padahal, DTW yang satu ini masuk dalam daftar profil yang dilansir Pemkab Pati melalui Dinporapar pada Tahun 2023 lalu. DTW yang dimaksud adalah Pintu Gerbang Majapahit.

Dinporapar Kabupaten Pati sendiri menerbitkan ada 22 profil DTW. Pintu Gerbang Majapahit berada di urutan ketujuh dari 22 profil DTW. Sub kategori DTW Pintu gerbang Majapahit adalah kawasan cagar budaya.

Diskpripsi dari profil tersebut adalah situs peninggalan Kerajaan Majapahit. Di mana hal itu berkaitan dengan cerita legenda Kebonyabrang yang ingin diakui anak oleh Sunan Muria dan mendapat syarat membawa pintu keputren.

DTW yang berada di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo tersebut hanya berjarak kurang lebih 4 km dari pusat kota Pati. Hanya saja, DTW masih perlu sentuhan dari Pemkab Pati agar bisa menjadi daya tarik dan dikunjung wisatawan.

Legenda 

Menurut legenda yang berkembang, pintu ini awalnya diambil alih oleh Raden Bambang Kebonyabrang sebagai syarat agar diakui sebagai anak oleh Sunan Muria. Sunan Muria memang sempat meragukan Bambang Kebonyabrang yang tidak disertai Ki Ageng Sebo Manggolo itu sebagai putranya.

Sebab Ki Ageng Sebo itu adalah kakeknya yang mendidik dia sejak kecil dan membekali Bambang dengan ilmu kesaktian. Sunan Muria memerintahkan Bambang mengambil Pintu Gerbang Majapahit tersebut untuk menguji kesaktiannya. Gerbang Majapahit itu rencananya digunakan sebagai gerbang masjid di Gunung Muria.  Singkatnya, Bambang berhasil mengambil pintu gerbang Kerajaan Majapahit tersebut namun hanya mampu membawanya hingga Desa Rendole, Pati.

Kendati demikian, banyak pihak yang meragukan keaslian Pintu Gerbang Majapahit di Pati tersebut. Sebab sebagian besar penguasa kerajaan ini tidak mengizinkan pintu gerbang kerajaan dibawa. Begitu pula cerita lain,  pemerintahan Kerajaan Majapahit pada masa lalu memang selalu berpindah-pindah dan tidak ada catatan yang  menunjukan Kabupaten Pati sebagai salah satunya.

Rempah-rempah menjadi barang komoditas utama dalam perdagangan di Majapahit  yang sangat populer saat itu. Maka tak heran, Majapahit menguasai seluruh area Pelabuhan di pesisir utara, termasuk Pati.

Pintu yang saat ini berdiri di bali instalasi kaca dan dilindungi pagar yang dibangun mengelilinginya adalah salah satu saksi penting kejayaan Nusantara di masa lalu yang ditemukan di Kabupaten Pati dan telah terverivikasi sebagai cafar budaya sejak April 2018.

Pintu Gerbang Majapahit merupakan salah satu peninggalan sebuah emporium di Jawa yang menjadi pusat peradaban Nusantara, mulai dari Raden Wijaya hingga Prabu Wijaya V. Kerajaan Majapahit sendiri konon mengalami kejatuhan setelah adanya invasi Kerajaan Islam di Demak. Raden Patah menjadi panglima perang  dari Kerajaan Demak yang berhasil menumpaskan kejayaan Majapahit pada tahun 1479. (ADE)