HELOINDONESIA.COM - Indonesia ini adalah negara yang patut untuk mendapatkan promosi wisata, terutama di bidang wellness atau kesehatan dan kebugaran yang berbasis tradisi suku bangsa.
"Karena itu kita sebagai masyarakat harus membantu negara, membantu pemerintah dalam memasarkan i destinasi wisata yang sangat potensial di masa yang akan datang ,terutama terkait dengan wellness tourism," ujar praktisi Indonesian Wellness Master Association (IWMA) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (8/5/2025).
Dikatakan Musdah Mulia, wellness tourism ini merupakan pariwisata yang menekankan pada kesehatan dan kebugaran.
"Ini sebuah bentuk wisata yang masuk dalam wisata religi. Sebab, ini sebuah wisata yang mengedepankan bukan hanya mencari hiburan semata, tapi bagaimana orang berwisata tetapi juga menginginkan untuk tetap sehat, tetap bugar, tetap dalam kondisi yang damai sehat lahir batin fisik, mental dan spiritual," paparnya.
Baca juga: Pompa Pendam Dexlite Meledak di SPBU Antasari, Bandarlampung
Karena itu, lanjutnya, enggak ada lain pemerintah ini harus menggiatkan wellnes destinasi ini
"Ini salah satu yang menurut saya peluang yang sangat potensial untuk pengembangan kemajuan Indonesia di masa yang akan datang," tambahnya.
Dengan demikian, potensi ini bukan hanya mengembangkan negara dari aspek keuangan atau ekonomi semata. Tapi juga mengembangkan potensi sumber daya manusianya.
"Jadi dengan mengembangkan destinasi ini, kita juga turut pengembangan sumber daya manusianya. Sehingga mereka mampu merespon persoalan-persoalan kontemporer di masa di mana terjadi disrupsi sosial yang begitu dahsyatnya," terang Musdah Mulia.
Baca juga: Munas APEKSI Bahas Digitalisasi Pemerintahan, Jadi Ingat Lagi Nama-Nama Ini
Saat ini, sambung aktivis hak-hak perempuan ini, kita sedang menghadapi era industri Five point Zero.
"Jadi masyarakat ini perlu diperkenalkan secara luas pasti ada upaya-upaya pemerintah dan juga kita semua kita membantu pemerintah untuk sosialisasi. Sehingga pandangan tentang pariwisata yang mengedepankan wellness tourism itu menjadi pandangan mayoritas, jadi mainstream masyarakat," tandasnya.
