SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Acara peluncuran Jawa Tengah Calendar of Events 2025 di Radjawali Semarang Cultural Center, Rabu malam 11 Desember 2024 penuh warna. Tak hanya menghadirkan komika Gautama Shindu, kelompok paduan suara Voice 8, pementasan sendratari dari Sanggar Nyi Pandansari, namun juga penampilan penyanyi cantik Fanny Soegi.
Kehadiran mereka menciptakan kesemarakan di dalam gedung, ketika hujan deras tengah mengguyur Semarang.
Baca juga: Karimunjawa Jadi Pintu Masuk Utama Wisatawan Mancanegara Melancong ke Jateng
Acara peluncuran ditandai dengan penancapan gunungan yang dilakukan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Agung Hariyadi. Hadir dalam kesempatan itu, Plh. Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam, Eni Lestari yang mewakili Pj. Gubernur Jawa Tengah.
Selain itu, hadir pula Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Uswatun Hasanah dan Kepala DPMPTSP Sakina Rosellasari, lembaga perbankan, Organisasi Perangkat Daerah(OPD), dinas pariwisata kabupaten/ kota se-Jawa Tengah, pelaku penyelenggara event, dan pegiat pariwisata.
"Jawa Tengah memiliki segala potensi yang wisatawan cari, budaya yang kaya, pemandangan yang indah, dan masyarakat yang ramah. Melalui tema ‘Jelajah Jateng Sekarang, Pengalaman Wisata Penuh Makna’ Pemprov Jateng mengajak wisatawan dari dalam maupun luar negeri untuk segera merasakan pesona Jateng," ujar Eni.
Baca juga: Launching Jawa Tengah Calendar of Events 2025, 10 Even Pariwisata Terima Penghargaan
Di bagian lain, Kadisporapar Agung Hariyadi menjelaskan, dalam upaya mem-blow-up potensi wisata Jawa Tengah, pihaknya selama kurun waktu 2024 memanfaatkan media digital. Hal itu dilakukan dengan melibatkan key opinion leader seperti backpacker, Londo Kampung, lalu artis Nadine Chandrawinata dan Panji Petualang.
''Mereka diharapkan bisa mempromosikan wisata Jawa Tengah. Dan sampai hari ini, promosi yang kita lakukan telah disaksikan 27 juta orang, atau sepersepuluh penduduk Indonesia,'' tambahnya.
Pihaknya juga membuat video profil wisata dan foto pariwisata yang menarik selain media sosial, televisi, online, cetak hingga pemasangan baliho.
''Kami juga menggandeng biro perjalanan, travel operator, menggelar forum diskusi, travel fair, dan famtrip. Kami juga memperluas jaringan dan kerja sama,'' pungkasnya. (Aji)