SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 10 penyelenggara even pariwisata yang masuk Top Ten Event Pariwisata Jawa Tengah 2024 menerima penghargaan dari Pemprov Jateng melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).
Acara penyerahan penghargaan tersebut diserahkan dalam acara launching Jawa Tengah Calendar of Events 2025 di Radjawali Semarang Cultural Center, Kota Semarang, Rabu 11 Desember 2024.
Menurut Kadisporapar Jateng Agung Hariyadi, penerima penghargaan tersebut yaitu Grebeg Sudiro (Surakarta), Solo Menari (Surakarta), Festival Gunung Slamet (Banyumas), Solo Keroncong Festival (Surakarta), Java Balloon Festival (Wonosobo), Arak-arakan Cheng Ho (Kota Semarang), Dieng Culture Festival (Banjarnegara), dan Moro Borobudur (Kabupaten Magelang), Festival Kota Lama (Kota Semarang), dan International Mask Festival (Suarakarta).
Baca juga: Agrowisata Kebun Jolong, Perpaduan Kebun Kopi dan Suasana Alam
Tampak diantara penerima penghargaan Ketua Festival Lama Agus Suryono, Sruti Respati (Solo Keroncong Festival), Alif Faozi (Dieng Culture Festival) dan Kirno Prasojo (Moro Borobudur).
Ketua Forum Rembug Klaster Pariwisata Borobudur, Kirno Prasojo mengaku senang dengan kegiatan Moro Borobudur 2024 yang mendapatkan apresiasi. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk festival musik, parade budaya, parade dokar, bazar UMKM dan pentas musik berhasil memantik kunjungan wisatawan, khususnya kaum milenial.
‘’Even Moro Borobudur telah memberikan dampak pada kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,’’ katanya.
Seperti diketahui, pada event tahunan Moro Borobudur di wilayah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang dilangsungkan di Lapangan Ngargogondo, 19 Oktober 2024.
Yaitu kemeriahan oleh kehadiran puluhan dokar atau andong yang mengikuti parade bersama pawai ogoh-ogoh. drum band, mobil BW yang melintas di sekitar perempatan Tuksongo, hingga Balkondes Ngargogondo.
Sementara itu, pegiat wisata Trenggono yang juga panitia Festival Kota Lama menyebut, kunci keberhasilan (FKL) adalah kreatif. Artinya setiap tahun harus memberikan sesuatu yang berbeda.
''Kreatif artinya menumbuhkan titik-titik baru di Kota Lama, yang selama ini terpusat di Gereja Blenduk. Kemudian harus bisa menyejahterakan masyarakat. Bagi kami event itu tak hanya ramai oleh wisatawan, tapi bagaimana bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat,'' tambahnya.
Agenda tahunan FKL, sendiri sudah masuk dalam agenda kegiatan pariwisata Kemenparekraf Kharisma Event Nusantara (KEN) sehingga secara tidak langsung sudah diakui nasional.
FKL 2024 mengusung tema “Heritage in Diversity'' karena menampilkan keberagaman budaya di Kota Semarang, seperti budaya Jawa, Melayu, Tionghoa, dan Arab.
Festival di Kota Lama tersebut menyajikan beragam acara menarik, seperti Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling, Wayang on The Street, dan International Folklore Kota Lama, Festival Nyiur, serta Pemilihan Putra-Putri Kota Lama. (Aji)
