Helo Indonesia

Polisi Diduga Tembak Warga di Katingan, Mobil Korban Dijual, Komisi III Minta Diusut Tuntas

Satwiko Rumekso - Ragam -> Trending
Senin, 16 Desember 2024 19:39
    Bagikan  
Ahmad Sahroni,
Kolase, Istw

Ahmad Sahroni, - Ahmad Sahroni meminta segera diusut tuntas

HELOINDONESIA.COM -Kasus penemuan jenazah BA di pinggir jalan wilayah Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalteng, telah mengungkap dugaan keterlibatan seorang oknum kepolisian aktif, Brigadir AK.

Peristiwa bermula dari pertemuan antara Brigadir AK dan BA pada Rabu, 27 November 2024, di pinggir Jalan Tjilik Riwut, Jalan Trans Kalimantan. Pertemuan tersebut berujung tragis ketika Brigadir AK diduga menghabisi BA. Setelah memastikan korban meninggal, pelaku diduga membawa mobil korban untuk dijual.

Lho lho lho 

Baca juga: Lemparan Pratama Arhan Ciptakan Putaran Pelangi, Namun Asisten Pelatih Vietnam Menilai Curang

Pada Jumat, 6 Desember 2024, jenazah BA yang diidentifikasi sebagai warga Banjarmasin ditemukan oleh warga di lokasi sepi di Katingan Hilir. Warga sekitar melaporkannya kepada pihak berwenang.

Penyidikan oleh Polres Katingan mengungkap adanya hubungan antara Brigadir AK dan korban, dan dugaan bahwa Brigadir AK adalah pelaku pembunuhan.

Wah wah wah

Baca juga: Israel Serang Suriah dan Masuk Zona Demilitersasi Alasannya Mulai Dipertanyakan

Kabid Humas Kombes Erlan mengonfirmasi bahwa Brigadir AK telah ditahan dan kini menjalani pemeriksaan intensif oleh Divisi Propam (Profesi dan Pengamanan) Polda Kalteng.

Kombes Erlan menyatakan bahwa tim gabungan dari Reserse Kriminal (Reskrim) dan Divisi Propam sedang mendalami kasus ini. "Kita tunggu hasil dari tim penyidik baik dari Reskrim dan Propam yang sedang bekerja," ujarnya singkat, Jumat (13/12/2024).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri, dalam hal ini Kapolda Kalteng, untuk mengusut tuntas kasus penembakan warga sipil berinisial BA oleh oknum polisi Brigadir AK.

"Saya minta Pak Kapolda Kalteng langsung turun tangan untuk selesaikan kasus ini secara tegas dan transparan. Pokoknya jangan berlama-lama dan nunggu gaduh, belajar dari kasus yang sudah-sudah," kata Sahroni dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Sahroni menilai kasus ini harus dituntaskan secara adil dan tanpa intervensi mana pun demi menjaga nama baik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Ia menyayangkan peristiwa ini kembali terjadi mengingat sebelumnya banyak kasus yang melibatkan polisi melakukan penembakan kepada masyarakat sipil maupun sesama anggota. Wakil rakyat ini memandang perlu seluruh anggota Polri mendapatkan arahan yang tegas dari setiap pejabat Polri di daerah dalam menggunakan senjata api.

"Tolong juga diingat baik-baik, senjata, seragam, dan kewenangan aparat itu ada guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jangan malah disalahgunakan." pungkasnya.***