LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Perumda Air Minum Way Rilau memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan masih dalam kondisi aman meski musim kemarau mulai berdampak pada penurunan debit air baku. Selain menjaga produksi air tetap stabil, perusahaan juga menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Way Rilau, Kurniawan, mengatakan instalasi yang dikelola langsung oleh Perumda saat ini masih memproduksi sekitar 500 liter per detik. Sementara itu, Instalasi Pengolahan Air (IPA) KPBU di Tegineneng juga tetap beroperasi normal dengan kapasitas sekitar 400 liter per detik.
"Untuk wilayah yang kami kelola sendiri saat ini masih berproduksi sekitar 500 liter per detik. Kemudian IPA KPBU yang beroperasi di Tegineneng juga relatif masih stabil, dengan produksi sekitar 400 liter per detik," kata Kurniawan,Senin.( 3/7/2026).
Bagi masyarakat yang mengalami kekeringan atau kesulitan memperoleh air bersih, Perumda Way Rilau membuka layanan distribusi air menggunakan mobil tangki. Warga cukup mengajukan permohonan melalui surat pengantar dari ketua RT atau pamong setempat.
"Begitu ada surat dari pamong, langsung kami layani. Prosesnya tidak terlalu panjang," ujarnya.
Air bersih didistribusikan dari Instalasi Pengolahan Air Sumber Putri maupun Reservoir Rajabasa yang telah dilengkapi fasilitas pengisian mobil tangki.
Saat ini, bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah wilayah yang mulai terdampak kekeringan, di antaranya Way Laga, beberapa kawasan di Kecamatan Teluk Betung Timur, serta daerah menuju Panjang dan Batu Suluh.
"Rata-rata dalam sehari kami mengirimkan empat sampai enam mobil tangki. Sumber airnya berasal dari Instalasi Pengolahan Air Sumber Putri," jelasnya.
Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih selama musim kemarau, Perumda Way Rilau juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam pendistribusian air menggunakan mobil tangki.
Terkait kondisi debit air baku, Kurniawan menjelaskan bahwa penurunan sekitar 15 persen masih belum memengaruhi pola distribusi kepada pelanggan. Namun, apabila penurunan mencapai lebih dari 40 persen, Perumda akan mempertimbangkan penerapan pengurangan jam alir di sejumlah wilayah.
"Kalau nanti penurunan sudah di atas 40 persen, kemungkinan kami akan melakukan pengurangan jam alir, terutama di wilayah yang letaknya tinggi dan jauh dari jaringan distribusi, agar pelayanan kepada pelanggan tetap merata," katanya.
Berdasarkan pengalaman musim kemarau sebelumnya, penurunan debit air dapat mencapai 30 hingga 40 persen. Kondisi tersebut pernah memaksa Perumda menerapkan pembagian jadwal distribusi air di beberapa wilayah.
Meski demikian, Kurniawan memastikan wilayah layanan IPA KPBU yang melayani delapan kecamatan, seperti Rajabasa, Kedaton, Labuhan Ratu, Sukarame, Sukabumi, dan wilayah sekitarnya, hingga kini masih dalam kondisi aman.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau dan menyiapkan tempat penampungan air sebagai cadangan apabila sewaktu-waktu dilakukan pengurangan jam distribusi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air dan memiliki tampungan air agar ketika terjadi pengurangan jam alir, kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi," pungkasnya.( Hajim).
