Helo Indonesia

Berawal Panci Bekas, UMKM Fashion Kahut Siger Bori Maju Didukung BRI

Herman Batin Mangku - Ekonomi -> Bisnis
Jumat, 13 Desember 2024 19:52
    Bagikan  
FASHION
Helo Lampung

FASHION - Ecoprint Kahut Siger Bori

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Pengusaha UMKM Anggraeni Kumala Sari sangat berterima kasih kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang telah membantu usaha fashion ramah lingkungan yang dirintisnya dari nol hingga menembus pasar luar provinsi.

Owner Kahut Siger Bori itu mengatakan awal usahanya hanya bermodalkan Rp500 ribu untuk membeli kain 10 meter dan peralatan bekas masak, seperti panci dan kompor bekas, Anggraeni memulai usaha kreatifnya pada tahun 2018. 

Baru memulai usaha, muncul pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Di saat terpuruk itu, BRI membantu dengan suntikan modal, pelatihan peningkatan kualitas, serta pemasaran dalam dan luar provinsi hingga berdampak besar pada usahanya.

Dukungan tak hanya sampai di situ, BRI juga membantu pengurusan izin, promosi, dan penjualan usaha kreatif berbahan ramah lingkungan hingga keluar daerah. "Saya bersyukur menjadi binaan BRI," katanya, Jumat (13/12/2024).

Setiap diajak BRI ikut pameran skala nasional, dua hari pameran saja omzetnya setara dengan sebulan di markasnya, ZA. Pagar Alam, Gg. Ken Arok No.10/22, Kedaton, Kota Bandarlampung.

Kini, berbagai produk Kahut Siger Bori yang punya ciri khas sendiri menggunakan bahan-bahan alami untuk membuat motif dan pewarnaan dengan teknik ecoprint tak yang tak hanya digemari di Lampung tapi juga berbagai provinsi lain, ujar Anggraeni.

Teknik ecoprint yaitu mencetak atau mewarnai kain menggunakan daun, bunga, kulit kayu, dan sebagainya. Teknik ini tak gampang, banyak faktor yang harus diperhatikan agar kain yang diwarnai dan diberi motif tidak gagal. 

Tentang nama usahanya, dia mengambil dari Bahasa Lampung Pesisir. Kahut artinya sayang dan siger artinya mahkota wanita, dan bori diambil dari nama teknik pembuatannya shibori. (Rls/Prapthy)

 -