LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Pj Gubernur Samsudin ngajak "keroyokan" aparat pada penegak hukum TNI-Polri serta stakeholder seperti ASDP mencegah tepung tapioka yang diimpor empat pabrik besar daerah ini masuk Lampung.
"Kami sudah berkoordinasi dengan APH pimpinan Polri dan TNI membantu mencegah masuknya truk-truk yang membawa tapioka hasil impor perusahaan besar di Lampung," katanya, Minggu (19/1/2025).
Baca juga: Ricuh, Dialog Petani dengan Pansus Singkong DPRD Lampung
Sebelumnya, PJ Gubernur Samsudin mengeluarkan Surat Edaran Gubernur No.7 tahun 2025 untuk mencegah tepung tapioka impor masuk Lampung, baik melalui laut maupun melalui darat yang diimpor melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
Empat perusahaan impor tapioka pada bulan Juni 2024 senilai Rp 511,4 miliar lewat Pelabuhan Bakauheni menggunakan truk tahun lalu. Hal ini salah satu penyebab rendahnya harga beli ubi kayu di Provinsi Lampung.
Baca juga: Orang Dekat Mirza Tak Percaya HET Singkong Jadi Solusi, Ini Tawarannya
Keempat perusahaan menguasai 75 persen konsentrasi rasio tepung tapioka di Lampung.
Kepala Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II Wahyu Bekti Anggoro menemukan empat perusahaan besar impor tapioka melalui Pelabuhan Panjang, Tan Priok, Tanjung Perak, dan Pelabuhan Tanjung Emas.
Menurut Wahyu Bekti Anggoro, empat perusahaan mengimpor tapioka dari Vietnam dan Thailand yang akhirnya berdampak pada menurunnya harga jual petani meski daerah ini ada 45 perusahaan pengolahan tapioka.
-