Zulhas Gagal Kendalikan Harga MinyaKita, Di Kampung Sendiri, Rp17-20 Ribu per Liter

Jumat, 30 Mei 2025 08:34
Zulhas saat menjadi pembicara soal ketahanan pangan HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Menteri Zulkifli Hasan (Zulhas) gagal mengendalikan harga minyak goreng buat masyarakat. Di pasar, harga MinyaKita selalu di atas harga tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Hasil penyelusuran Helo Indonesia, harga MinyaKita di daerah asal Zulhas masih di atas HET. Informasi dari pedagang Pasar Tugu, Kota Bandarlampung, harga eceran selalu jauh di atas HET.

Baca juga: Kebijakan MinyaKita Zulhas Gagal, Harga Minyak Goreng Selalu di Atas HET

"Orang aku beli aja Rp195 ribu bahkan sampai Rp200 ribu per dus isi 12 liter, bagaimana bisa menjual sesuai HET Rp15. 700 per liter," ujar Yuntardi kepada Helo Indonesia, Kamis (29/5) 2025).

Kata dia, bagaimana bisa menjual sesuai HET, harga belinya saja dari distributor sudah berkisar Rp16. 250 sampir Rp16.600. "Kami pedagang yang jual Rp18 ribuan per liter.

Wajar jika kemudian, kata pedagang lain, pengecer di kabupaten, harga MinyaKita mencapai Rp20 ribuan per liter. " MinyaKita di Gudang Bulog aja sudah lama kosong," ujarnya.

Baca juga: Jual MinyaKita, Isteri Mantan Sekdakab Mesuji Terancam 5 Tahun

Menurut pedagang pengecer (D3), hanya MinyaKita dari Bulog yang harganya sesuai regulasi. Tapi, jumlahnya terbatas. "Saya jual seharga HET seperti buka operasi pasar, cepat ludes," kata seorang pedagang kepada Helo Indonesia, Rabu (28/5/2025).

HET MinyaKita ditetapkan lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024 seharga Rpp15.700 per liter. Regulasi ini bertujuan agar rakyat mendapatkan minyak goreng murah

Baca juga: Kontroversi Dua Menteri Tanggapi Kasus Minyakita 1 Liter Hanya 750 ml

Produsen minyak goreng harus memenuhi kebutuhan dalam negeri (DMO) sebelum produknya diekspor. Minyak goreng hasil DMO ini kemudian dijual dengan HET yang ditetapkan pemerintah. 

Diuraikannya, bagaimana konsumen bisa mendapatkan MinyaKita seharga HET jika membelinya dari distributor (D-1) atau packing seharga Rp185 ribu dus berisi 12 kantong sehingga rata-rata harganya Rp15.500. "Mau gak mau, pengecer jual di atas HET. (HBM)


 - 

Berita Terkini