Helo Indonesia

Thailand Negara Pemasok Tertinggi ke Jepang untuk Tuna-cakalang Olahan Sebesar 58 Persen Indonesia Baru 18 Persen

Edo - Ekonomi
Sabtu, 13 Januari 2024 10:56
    Bagikan  
EKPOR TUNA
humas pemprov jatim

EKPOR TUNA - Pekerja sedang menguliti ikan tuna untuk diekspor ke Jepang

HELOINDONESIA.COM - Kabar baik bagi eksportir ikan tuna tujuan Jepang, khususnya untuk pos tarif ekspor untuk 4 komoditas tuna olahan tujuan ekspor ke Jepang mendapat keringan zero tarif.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyepakati penurunan pos tarif ekspor 0 persen untuk 4 komoditas tuna olahan tujuan Jepang.

Zero tarif ekspor tersebut berlaku untuk tuna kaleng dan cakalang kaleng dari semula dengan tarif 9,6 persen kini menjadi 0 persen.

Baca juga: Naik Jet Pribadi, Caleg Tajir Gandeng Sultan Andara ke Kampung Nelayan

Selain itu dua pos tarif katsuobushi dengan HS Code 1604.14-091 dan tuna lainnya HS Code 1604.14-099, semula 9,6 persen menjadi 0 persen.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo dalam rilisnya mengatakan setelah rangkaian perundingan, akhirnya tercapai kesepakatan tarif 0 persen untuk ekspor tuna tersebut.

Budi memaparkan 2 pos tarif 0 persen khususnya katsuobushi berlaku dengan persyaratan sertifikat yang menyatakan bahan baku cakalang dengan panjang minimal 30 cm.

Kesepakatan ini akan berlaku efektif paling cepat akhir 2024 setelah proses ratifikasi antar kedua negara selesai.

Baca juga: Pemkot Balam Himbau Nelayan Buat e-PAS untuk Dapatkan Solar Subsidi

"Tentu ini sejalan dengan upaya peningkatan ekspor tuna mengingat kita sudah mencanangkan tahun 2024 sebagai tahun tuna," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Budi menyebut Jepang sebagai salah satu negera tujuan ekspor utama produk perikanan Indonesia dan sangat berpotensi untuk terus ditingkatkan ekspornya, terutama tuna-cakalang.

Jepang merupakan impotir tuna-cakalang nomor 2 di dunia dengan nilai impor sebesar USD 2,2 Miliar (share 13 persen) pada tahun 2022 setelah Amerika Serikat (share 15 persen).

Baca juga: Purbalingga Ekspor Gula Merah Kristal ke Amerika, Pengusaha Lokal Diapresiasi

Negara pemasok utama tuna-cakalang ke Jepang adalah Taiwan (18 persen), China (11 persen), Thailand (11 persen), sedangkan Indonesia berada diurutan ke-6 dengan pangsa 7 persen.

Adapun untuk 4 kode HS tuna-cakalang olahan, impor Jepang sebesar USD 395 Juta dengan pemasok utama adalah Thailand (58 persen), disusul Indonesia (18 persen), Filipina (16 persen), dan Vietnam (4 persen).

Pada periode Januari – November 2023, ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang tercatat sebesar US$ 632,7 juta.

Baca juga: Angka Positif PTPN X Tahun 2022 Tebu Giling Mencapai 4,73 Juta Ton dan Ekspor Tembakau Hasilkan Rp313 Miliar

Nilai tersebut berasal dari produk udang (45%), tuna-cakalang (25 persen), mutiara (8 persen), rajungan (5 persen), dan cumi-sotong-gurita (3 persen).

Sedangkan nilai ekspor untuk 4 kode HS tuna olahan yang telah disepakati menjadi 0 persen, pada periode tersebut mencapai USD 47,6 juta atau 30 persen terhadap nilai ekspor tuna-cakalang Indonesia ke Jepang.

Kendati sudah disepakati, Budi menyebut Indonesia mengusulkan persyaratan sertifikasi panjang bahan baku cakalang minimal 30 cm diintegrasikan dengan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) yang telah diharmonisasikan dengan Japan Catch Documentation Scheme (JCDS).

Baca juga: Dipercaya untuk Memproduksi Moge, MT-07 Menambah Deretan Motor Yamaha Indonesia Ekspor ke Eropa

"Sehingga SHTI dapat digunakan untuk memfasilitasi persyaratan dimaksud," ujar Budi.

Usai kesepakatan tersebut, KKP juga tengah melakukan penguatan dan pengaturan di Unit Pengolah Ikan (UPI) yang akan memanfaatkan tarif preferensi 0 persen tersebut.

Terutama terkait persyaratan cakalang ukuran minimal 30 cm, antara lain melalui registrasi, penguatan standar operasional prosedur, pakta integritas dan ketertelusuran ikan.

Baca juga: Heboh Mendag Setuju Ekspor Narkoba Baru Kratom, Susi Pudjiastuti : Jauh Lebih Baik, Negara Lain Ekspor Sabu

"Ini secara pararel akan kita kawal, agar UPI dapat menikmati tarif 0 persen tersebut," tutupnya.

Sebagai informasi, pemerintah sempat menggelar pertemuan Intersesi Penyelesaian Perundingan Perubahan Protokol Indonesia --Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) pada 22 – 24 November 2023 di Tokyo, Jepang.

Baca juga: Dongkrak Ekspor, Kemenperin Fasilitasi 7 Industri ICT untuk Tampil di Pameran Communic Asia 2023

Selain Indonesia, otoritas Jepang juga telah lebih dahulu memberikan eliminasi tarif untuk pos tarif tuna kaleng Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan fokus kementeriannya di tahun 2024 yakni melanjutkan pelaksanaan program-program prioritas berbasis ekonomi biru.

Program tersebut dikebut pelakasanaannya untuk keberlanjutan ekosistem sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan. **