HELOINDONESIA.COM - Dalam menghadapi tekanan ekonomi global, kerjasama perdagangan antara Negara sangat lah dibutuhkan. Terbukti, dengan kerjasama tersebut, kesejahteraan masyarakat di antara Negara yang terlibat dipastikan bisa meningkat. Komitmen ini pula yang terus dipegang oleh Menteri Perdagangan (mendag), Zulkifli Hasan.
Dalam berbagai kesempatan, Mendag menegaskan komitmennya dalam memperkuat hubungan kemitraan antar Negara. Hal yang sama kembali disampaikan saat ia menutup rangkaian kunjungan kerjanya di perusahaan importir kopi dari Mesir, Zahret El Bon ElBrazili Co, di Kairo, Mesir, Selasa (16/5).
Baca juga: Industri Manufaktur Penyumbang Tertinggi Ekspor Periode Januari-April 2023
“Saya mengapresiasi importir Zahret El Bon El Brazili Co yang setia menjadi mitra kerjasama dengan perusahaan kopi Indonesia dan telah terjalin cukup lama. Saya berharap hubungan yang lebih hangat antara kedua negara dapat terealisasi sesuai target, demi kemakmuran rakyat di negara masing-masing. Apabila menemui kendala, Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Atase Perdagangan RI di Kairo siap membantu," kata Mendag Zulkifli Hasan seperti dikutip dari siaran pers resmi Kemendag, Rabu (17/5).
Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, kebutuhan kopi yang sangat tinggi di Mesir khususnya kopi robusta menjadikan Mesir pasar yang sangat potensial bagi eksportir Indonesia. Mesir adalah pasar terbesar kedua tujuan ekspor kopi Indonesia ke pasar global. Pada 2022, ekspor kopi Indonesia ke Mesir tercatat sebesar USD 82 juta dengan tren pertumbuhan 12,12 persen dalam lima tahun terakhir (2018—2022).
Baca juga: Mendag: Neraca Perdagangan Catatkan USD 3,94 Miliar, Tren Surplus Terus Berlanjut
Mesir, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, merupakan mitra dagang istimewa bagi Indonesia karena merupakan negara pertama di jazirah Arab yang mengakui kedaulatan Indonesia. Selain itu, jumlah diaspora yang bermukim di Mesir juga cukup banyak, yaitu sekitar 13.000 orang.
“Untuk itu,hubungan baik antara kedua negara yang sudah terjalin selama lebih dari tujuh dekade ini perlu dibina dan dikembangkan lebih lanjut,” tambah Mendag Zulkifli Hasan.
Pemilik Zahret El Bon El Brazili Co, Hassan Fawzy menyampaikan, perusahaannya memproduksi 100.000 ton kopi per tahun yang 70 persennya berasal dari Indonesia. Bijih kopi robusta yang diproses merupakan bijih kopi yang di antaranya berasal dari Lampung, Jember, Temanggung, dan Gayo.
