Helo Indonesia

Miliki kelas Khusus Reog, Tari Sayembara Dewi Songgolangit dari Sanggar Desa di Ponorogo Menangi ASEAN Panji Festival

Edo - Hiburan
Senin, 16 Oktober 2023 08:33
    Bagikan  
TARI REOG
humas pemprov jatim

TARI REOG - Penampilan sangar tari Solah Wetan dari Jetis Ponorogo menyuguhkan tarian dengan lakon Sayembara Dewi Songgolangit di ASEAN Panji Festival 2023.

HELOINDONESIA.COM - Tarian Reog Ponorogo kembali membuktikan kehebatannya dalam rangkaian festival tari nusantara, ASEAN Panji Festival 2023.

Bersama sanggar tari Solah Wetan, Jetis Ponorogo, tarian bernuansa Reog Ponorogo masuk deretan 10 penampilan terbaik dalam ASEAN Panji Festival, dengan tema Sayembara Dewi Songgolangit.

Saggar Tari Solah menyuguhkan semua karakter tokoh dalam pertunjukkan itu ada di karekter Reog Ponorogo.

Seperti tokoh-tokoh Klonosewandono, bujangganong, penari jathil, warok, hingga pembarong, tampil di Studio Universitas Brawijaya TV, pada 10 Oktober 2023.

Baca juga: Banyak Pelajar di Bawah Umur Ponorogo Terlibat Kecelakaan, Lantaran Orantua Malas Mengantarkan Anak ke Sekolah

Wahyu Bayu Prasetian, owner Sanggar Solah Wetan, menyiapkan dengan matang anak didiknya sebelum mengikuti audisi ASEAN Panji Festival secara daring.

Mereka menjalani latihan intensif di sanggar yang berada di Desa Wonokerto Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

"Kami akhirnya lolos sebagai 20 finalis," kata Bayu Bolot, sapaan Wahyu Bayu Prasetian, Minggu (14/10/2023).

Jadwal pertunjukan live dipatok 10 Oktober 2023, intensitas latihan semakin ditingkatkan.

Baca juga: Menko PMK, Muhadjir Effendy Serahkan Dokumen Reog Ponorogo untuk Disidangkan di UNESCO

Bayu mengaku tidak ada kendala berarti karena sanggarnya selama ini membuka kelas bujanganong, kelas tari jathil, kelas pembarong, kelas karawitan, kelas tari kreasi, kelas tari tradisi, dan pedalangan.

"ASEAN Panji Festival diikuti peserta dari sejumlah provinsi, 20 finalis pasti sudah terseleksi dengan ketat," jelasnya.

Dia merasa tak kesulitan memilih penari terbaik karena Sanggar Solah Wetan memiliki sekitar 360 anak didik.

Baca juga: Kabakaran Hutan di Jatim Mencapai 500 Hektar, di Ponorogo Saja Terjadi di 17 Titik Kasus Kebakaran

Lakon Sayembara Dewi Songgolangit dipentaskan dengan apik. Kekuatan konten dan penampilan yang membuat anak-anak Sanggar Solah Wetan terpilih sebagai 10 penampil terbaik.

"Penampilan anak-anak mampu mengubah Studio Universitas Brawijaya TV menjadi panggung yang megah," terang Bayu Bolot.

Sanggar Solah Wetan layak mendapat acungan jempol karena ASEAN Panji Festival adalah ajang bergengsi.

Inisiatornya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI berkolaborasi dengan sembilan negara anggota ASEAN.

Baca juga: DPR: Pembangunan Museum dan Monumen Reog Ponorogo Perlu Diadopsi Daerah Lain

Acara ini dalam rangka peringatan enam tahun ditetapkannya naskah Cerita Panji sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Festival berlangsung di beberapa kota yaitu Yogyakarta, Kediri, Surabaya, Malang, dan Surakarta pada 7 hingga 28 Oktober 2023.

Pun, Sayembara Dewi Songgolangit melakonkan tentang kesediaan Sang Dewi menikah dengan dua syarat.

Baca juga: Pesyaratan Penyertaan KTP untuk Membeli LPG Subsidi Belum Waktunya, Kelangkaan di Ponorogo Sudah Ditemukan Penyebabnya

Yakni, pelamar mampu membawa bunyi-bunyikan baru dan hewan yang memiliki dua kepala. Raja Bantarangin Prabu Klono Sewandono maju meminang.

Namun, rombongan Klono Sewandono dihadang Singobarong, manusia berkepala harimau dengan piaraan burung merak yang selalu bertengger di kepala.

Klono Sewandono berhasil mengalahkan Singobarong yang akhirnya menjadi cikal bakal kesenian reog berupa kepala harimau berhias merak dengan keindahan bulunya. **