Helo Indonesia

ART Dianiaya, Tak Diberi Makan 2 Hari Gara-gara Anjing Majikan Mati

Satwiko Rumekso - Nasional -> Hukum & Kriminal
Jumat, 4 Oktober 2024 19:54
    Bagikan  
ART Disiksa
IG/malang raya

ART Disiksa - ART di Malang dianiaya majikan gegara anjing

HELOINDONESIA.COM - ART di Kota Malang diduga disiksa majikannya gara-gara anjing. Perempuan berinisial HNF (21) itu selama dua hari tidak diberi makan serta dipukul dan dijambak oleh majikannya, HMN (45).

Paman korban, Supandi (43) menceritakan bahwa HNF yang merupakan warga Sumbermanjing Wetan, Malang itu setahun bekerja ikut tinggal di rumah majikannya di Sukun, Kota Malang.

"Selain bersih-bersih, korban juga ditugasi merawat anjing peliharaan milik majikan," kata Supandi kepada wartawan di SPKT Polresta Malang Kota, Kamis (3/10/2024).

Apa yang dialami oleh HNF ini diceritakan oleh Supandi, pria yang mengaku paman dari korban. Dia sampaikan bahwa akibat penyiksaan itu HNF saat ini mengalami trauma dan menunjukkan gejala depresi berat.

Supandi menceritakan bahwa sudah setahun HNF bekerja untuk HMN dan ikut tinggal di rumah majikannya itu di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Selain bersih-bersih rumah dia juga diminta merawat anjing peliharaan sang majikan.

Baca juga: Istri Pimpinan Ponpes, Pelaku Penyiraman Air Cabai pada Santri Ditangkap

"Jadi, anjing itu mati karena tanpa sengaja memakan obat tumbuhan pada Sabtu (28/9). Pelaku marah lalu melampiaskannya kepada korban. Selama 2 hari berturut-turut korban tidak boleh keluar dari rumah pelaku serta tidak diberi makan sampai lemas," ujar Supandi, Kamis (3/10).

Dia juga menceritakan bagaimana HMN menganiaya keponakannya. Dia sebutkan bahwa HNF tidak hanya dipukul dengan tangan kosong oleh majikannya yang sedang tenggelam dalam amarah.

"Untuk penganiayaannya terjadi Senin (30/9) malam. Di mana pelaku memukul kepala korban dengan tangan kosong lalu menjambaknya," kata Supandi.

HNF yang tidak kuat dengan perlakuan majikannya kemudian dengan berbagai cara meminta bantuan temannya. Temannya itu kemudian mengadukan apa yang disampaikan HNF kepada keluarga korban dan bersama-sama datang ke rumah HMN untuk menolong HNF.

"Kondisinya seperti depresi berat dan menangis terus seperti ketakutan. Sekarang masih opname di RSSA," kata Supandi.

Laporan penganiayaan dan penyiksaan ART ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdiyanto membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.***