Helo Indonesia

Mencekam Bentrokan Warga dan Oknum TNI di Deli Serdang: Seorang Tewas

Satwiko Rumekso - Nasional -> Hukum & Kriminal
Minggu, 10 November 2024 07:44
    Bagikan  
Bentrok TNI vs Warga
Ist

Bentrok TNI vs Warga - Situasi demo

HELOINDONESIA.COM -Ratusan warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru Biru, Kabupaten Deli Serdang berkumpul di markas Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 2/Kilap Sumagan Deli Tua pada Sabtu, 9 November 2024.

Mereka tiba dengan mengendarai puluhan sepeda motor dan mengawal mobil ambulans yang membawa jenazah Raden Aliman Barus (62), sambil menuntut tanggung jawab dari Komandan Yon Armed 2/Kilap Sumagan.

Sangat Keren 

Baca juga: Lowongan Petani Milenial, Penghasilan Tinggi dan Menjadi Pahlawan Swasembada Pangan Indonesia

Raden Aliman Barus, yang merupakan warga Dusun Ajibaho, Desa Selamat, tewas akibat bentrokan antara warga dan sejumlah oknum personel Yon Armed pada malam hari sebelumnya, yaitu Jumat, 8 November 2024. Jenazah Raden Aliman Barus ditemukan dengan luka bacok di punggung, kepala retak, dan mata tertusuk benda tajam.

Sementara itu korban lainnya yang sudah diketahui adalah
1. Dedi Susanto Tarigan (44), seorang warga Tanjung Sena, menjadi korban salah sasaran dengan luka robek di kepala, serta tangan kirinya putus akibat bacokan.
2. M Ferdiasah (20), warga Pasar IX Gang Sari, mengalami luka lebam di wajah akibat dihantam benda tumpul
3. Indra Winoto (35), seorang guru SD dari Perumahan Asabri, menderita luka bacok yang memerlukan 12 jahitan di kepala dan mengalami memar di mata serta tangan terkilir

Pertandingan berdarah darah 

Baca juga: Hyundai Mengalahkan Red Sparks, Namun Laga Ini Masuk Rekor V League, Berikut Aturan Deuce

Aksi protes warga sempat dihalang oleh beberapa personel TNI yang berseragam. Namun, dengan semakin banyaknya warga yang berdatangan, mereka terus mendesak untuk maju ke markas Yon Armed. Meskipun emosi massa meningkat, pihak Polsek Biru Biru dan Polresta Deli Serdang yang tiba di lokasi berusaha menenangkan situasi agar tidak semakin tidak terkendali.

Dari sejumlah informasi Kejadian ini bermula pada Jumat, 8 November 2024, sekitar pukul 17:30 WIB. Pratu Martin dan Pratu Riki Wanda, anggota Yon Armed, berangkat dari asrama menuju Dusun Ajibaho untuk mengisi bahan bakar di SPBU, sebelum melanjutkan jalan sore menuju Patumbak. Setibanya di Jalan Umum Ajibaho, mereka melihat tiga sepeda motor yang dikendarai oleh sekelompok anak muda melaju dengan cara ugal-ugalan. Mereka pun menegur sekelompok tersebut.

Judol, riwayatmu kini 

Baca juga: Program 100 Hari Kerja Prabowo, Polres Trenggalek Tangkap Selebgram dan 5 Pemain Judol

Diduga, sekelompok anak muda itu tidak menerima teguran tersebut. Setelah melewati SPBU Ajibaho, mereka menghadang kedua personel TNI AD dengan sekitar 20 sepeda motor. Kelompok itu marah kepada kedua anggota TNI, mengklaim bahwa mereka tidak terima kawan mereka ditegur. Dalam situasi yang semakin memanas, kedua personel Yon Armed memperkenalkan diri, tetapi tidak diindahkan oleh kelompok tersebut yang mengklaim tidak takut.

Karena jumlah sekelompok anak muda semakin banyak, kedua anggota Yon Armed memilih untuk kembali ke asrama tanpa melanjutkan konflik lebih lanjut. Setelah apel malam, mereka menceritakan insiden tersebut kepada rekan-rekannya di barak, bahwa mereka sempat dihadang oleh preman di Pasar IX.

Mendengar cerita tersebut, rekan-rekan sesama anggota TNI kemudian berusaha menemukan orang-orang yang dimaksud di Pasar IX dan akhirnya menemukan sekelompok yang dicari sedang duduk di sebuah warung. Saat personel TNI mendekat, orang-orang tersebut melarikan diri dan situasi menjadi kacau hingga terjadinya bentrokan. Karena jumlah mereka yang tidak seimbang, anggota TNI kembali ke asrama.

Saat ini, kasus ini sudah ditangani oleh Pomdam I/Bukit Barisan, dan proses penyelidikan sedang berlangsung.

Artikel ini telah tayang di

https://mistar.id/news/hukum-peristiwa/bawa-jenazah-korban-bentrok-ratusan-warga-datangi-yon-armed-kilap-sumagan/2/