Helo Indonesia

Senpi Rakitan Kembali Menyalak di Arena Sabung Ayam Mesuji, Satu Luka 

Herman Batin Mangku - Nasional -> Hukum & Kriminal
Rabu, 2 September 2026 16:29
    Bagikan  
TEMBAK
HELO LAMPUNG

TEMBAK - Korban

MESUJI, HELOINDONESIA.COM -- Senjata api rakitan kembali menyalak di Kabupaten Mesuji. Kali ini, Adi bin Kusir diduga menembak Mersiyanto (49), warga Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Menurut Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus, sebelum terjadi penembakan, keduanya terlibat perselisihan. Polisi masih mengejar pelaku. AKBP Muhammad Firdaus berjanji akan menuntaskan kasus ini.

"Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi dan korban untuk mengungkap kasus ini. Mersiyanto roboh setelah terkena tembakan.

Penembakan terjadi di area sabung ayam di Desa Sungai Sidang, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, Lampung, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Warga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Ratutara di Desa Sidang Bandar An, Kecamatan Rawajitu Utara.
Sekitar pukul 17.30 WIB, kondisi korban dilaporkan menurun sehingga dirujuk ke RSUD Ragab Begawe Caram (RBC) Brabasan.

Korban mengalami luka tembak pada lengan kanan yang tembus hingga dada kanan. Saat mendapatkan pertolongan medis, korban masih dalam kondisi sadar.

Hingga berita ini diterbitkan, motif dan kronologi lengkap penembakan belum diketahui secara pasti. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian serta memburu dan memastikan keterlibatan pelaku.

Situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan masih kondusif. Personel TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pengamanan di wilayah Desa Sungai Sidang guna mengantisipasi gangguan keamanan pascakejadian.

Bukan Kali Pertama

Penembakan di Mesuji kali ini menambah daftar panjang kasus penggunaan senjata api rakitan di wilayah tersebut sepanjang 2026.

Sebelumnya, pada Rabu (11/2/2026) sekitar tengah malam, seorang warga Desa Wiralaga I, Kecamatan Mesuji, berinisial PS (36), menjadi korban penembakan oleh tetangganya sendiri, NP (30).

Peristiwa terjadi di rumah korban. Saksi mendengar dua kali suara letusan sebelum menemukan PS tergeletak bersimbah darah dengan luka tembak di bagian pipi kiri, tepat di bawah mata.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Wiralaga dan dirujuk ke RSUD Ragab Begawe Caram Brabasan. Polisi saat itu memburu terduga pelaku dan menyelidiki motif penembakan.

Kasus lain yang lebih tragis terjadi pada Senin (10/8/2026). YB (36), warga Desa Wiralaga I, tewas ditembak mantan suaminya, AR (35), warga Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, OKI.

Penembakan terjadi di Jalan Poros dekat Pasar Wiralaga I sekitar pukul 06.00 WIB. Polisi mengungkap, aksi tersebut diduga dipicu penolakan korban terhadap ajakan pelaku untuk rujuk.

Sebelum penembakan, pelaku mendatangi rumah orang tua korban dan mengajaknya kembali bersama. Setelah ditolak, pelaku diduga mengancam korban dan orang tuanya menggunakan senjata api.

Korban kemudian meninggalkan rumah pelaku untuk pulang ke rumah orang tuanya. Pelaku mengejarnya dan menembak paha kiri korban hingga tembus ke paha kanan. Korban meninggal dunia di lokasi akibat kehabisan darah.

Pelaku kemudian melarikan diri ke wilayah OKI. Tim gabungan Polres Mesuji dan Polsek Tanjung Raya akhirnya menangkap pelaku kurang dari 2 x 24 jam di rumah keluarganya di Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, OKI. Polisi juga menyita satu pucuk senjata api rakitan yang diduga digunakan dalam penembakan.

11 Senpi Rakitan Diserahkan

Maraknya senjata api rakitan juga menjadi perhatian Polres Mesuji. Pada Juli 2026, masyarakat menyerahkan secara sukarela 11 pucuk senjata api rakitan dan empat butir amunisi kepada Polres Mesuji.

Senjata yang diserahkan tersebut antara lain jenis revolver. Amunisinya terdiri atas dua butir kaliber 9 mm dan dua butir kaliber 5,56 mm.

Penyerahan dilakukan melalui penggalangan yang dilakukan jajaran Polres Mesuji kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan menekan peredaran senjata api ilegal.

Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan persoalan senjata api rakitan di Mesuji bukan perkara baru. Dari penembakan warga pada Februari, penembakan mantan istri pada Agustus, hingga insiden terbaru di arena sabung ayam, senjata rakitan kembali menjadi sumber ancaman keamanan.

Kini, kasus penembakan Mersiyanto menjadi pekerjaan baru bagi aparat untuk mengungkap siapa pelakunya, dari mana senjata diperoleh, serta apa yang sebenarnya terjadi di balik letusan senjata di arena sabung ayam tersebut. (Aan S)