Helo Indonesia

Dalam 10 Tahun Angka Harapan Hidup Naik, Orang Indonesia Makin Penjang Umur, Kecuali Masih Muda Tampak Tua

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Selasa, 19 November 2024 20:15
    Bagikan  
Penuaan Dini
Foto: tangkapan layar

Penuaan Dini - Beberapa penyebab masalah kesehatan di masa tua dan cara mencegahnya sejak dini.

HELOINDONESIA.COM - Ketika kita mengadakan cara reuni bersama teman-teman SD atau SMP, bahkan SMA, maka pertama kali yang akan kita lihat adalah postur tubuh atau ajah orang yang pernah kita kenal dan bermain bersama di masa kecil.

Kadang kamu membandingkan wajahmu dengan teman-teman yang sebaya di masa sekolah. Ada yang terlihat awet muda, ada yang terlihat biasa saja, namun ada juga yang tampak sangat tua dari usianya.

Bahkan kamu akan bercermin apakah tergolong yang awet muda, sedang-sedang saja atau bahkan terlihat lebih uzur ketimbang umurmu.

Ya, penuaan umur pada semua manusia tidak bisa dihindari. Semakin umur bertambah tua, semakin tubuh menjadi rentan untuk kena penyakit.

Baca juga: Atasi Persoalan Sampah di Kendal, Dinas Lingkungan Hidup Gandeng FKA-BKM

Karena itu, perlu menjelang di masa-masa umur mendekati setengah abad, perlu menjaga kesehatan secara ekstra.

DR. dr. Indiradewi Hastiningsih MBiomed (AAM) dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2024 memaparkan problema bagi seseorang di masa tua dan cara mencegah penyakit kronis akibat penuaan.

Dia mengungkapkan, dari badan Pusat statistik dalam 10 tahun terakhir atau tercatat sejak i 2014 rata-rata usia penduduk Indonesia mencapai 70 tahun.

“Di tahun 2023 usia meningkat 73 tahun dan mungkin saat ini 2024 sudah sampai di 74 tahun. Jadi usia harapan hidup orang Indonesia meningkat,” papar DR. dr. Indiradewi Hastiningsih.

Baca juga: Pesta Sabu, Tiga Pria Di Way Jepara Dibekuk Polisi

Sedangkan di negara-negara maju usia seseorang bisa sampai 80 hingga 90 tahunan.

Beberapa faktor yang menyebabkan usia orang Indonesia bisa bertambah, menurut DR. dr. Indiradewi Hastiningsih, bisa karena faktor ekonomi.

“Dengan meningkatnya perekonomian membuat seseorang yang sudah lansia menginginkan pengetahuan tentang kesehatan. Ditambah tingkat pendidikan juga tinggi. Sekarang semua orang punya smartphone. Mereka saling berkomunikasi untuk tetap sehat meski tak bisa menghindari yang namanya penuaan. Namun bagaimana kita di masa tua bisa lebih sehat dan bahagi, itu yang utama,” papar DR. dr. Indiradewi Hastiningsih.

Namun demikian, tidak semua orang yang sudah lanjut usia memahami pengetahun agar di masa tua mereka tidak sakit-sakitan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan di masa tua seseorang mengalami berbagai masalah kesehatan.

Baca juga: China Masters 2024: Tunggal Putra Chico dan Jojo ke 16 Besar

Pertama adalah gaya hidup. Seperti merokok, minum-minuman beralkohol atau mabuk-mabukan, pola makan yang buruk dan kurang berolahraga.

Kedua, faktor lingkungan. Misalnya terpapar Phthalates atau kimia yang menjadi bahan untuk pewangi, sabun, shampo hair spray dll.

Pestisida juga menjadi ancaman bagi kesehatan seseorang di masa tua. Ini adalah cairan atau zat untuk membasmi hama tanaman, hewan, dan penyakit.

Paparan logam berat, obat-obatan terlarang, dan penularan penyakit pada tubuh seseorang juga mengakibatkan masalah kesehatan di masa tua.

Ketiga, paparan radikal bebas. Misalnya banyak terkena sinar matahari saat di luar. Kemudian terganggunya metabolisme yang mengakibatkan kerusakan daripada sel.

Baca juga: Cielo Mexican Grill: Restoran Otentik Gaya Puebla yang Hadirkan Cita Rasa Meksiko di Amerika

Mereka yang masih tergolong muda namun terlihat tampak tua bisa dilihat secara fisik. Di antaranya masa otot berkurang, lemak meningkat, kulit berkerut, daya ingat berkurang, fungsi seksual dan reproduksi terganggu, kemampuan kerja menurun dan sering merasa nyeri pada tulang.

Sementara secara psikis ditandai dengan menurunnya gairah hidup, sulit tidur, mudah cemas, mudah tersinggung dan merasa tidak berarti lagi hidupnya.

“Masih ingat mungkin zaman dulu waktu SD atau SMP. Saat mata pelajaran biologi ada kromosom yang bentuknya x. Di ujung kromosom panjangnya bisa ribuan bahkan jutaan kilometer di dalam tubuh. Itu yang disebut dengan DNA itu untuk mengganti sel-sel yang rusak di dalam tubuh kita sampai dia tidak bisa membelah lagi dan memendek. Itu yang disebut dengan kematian

DR. dr. Indiradewi Hastiningsih juga mengingatkan bagi kepada perokok. Rokok ini, menurutnya menjadi salah satu penyebab munculnya radikal bebas dalam tubuh. Sebab, tokok mengandung 4000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, 43 zat penyebab kanker (karsinogenik).

Baca juga: Wadankorbrimob Resmikan Peletakan Batu Pertama Kantor Satuan Intelijen Brimob

“Radikal bebas itu juga perlu ditakuti. Karena ini menjadi penyebab penyakit degenerasi. Sehingga terjadi peradangan atau inflamasi,” ujarnya.