HELOINDONESIA.COM -Siapa yang tidak kenal minuman teh. Minuman ini biasa dihidangkan sebagai jamuan untuk tamu atau pun bisa juga dinikmati sendiri.
Bahkan saat ini teh memiliki nilai yang tinggi dan diolah dengan beragam modifikasi sehingga teh yang diminum mempunyai berbagai cita rasa.
Hampir di setiap jalanan banyak orang berjualan minuman teh. Baik dalam bentuk hangat atau pun dingin dengan campuran es batu.
Minuman teh dengan cita rasa tertentu malah ada yang difranchise kan sebagai sebuah produk. Di resto-resto atau outlet makanan cepat saji, minuman teh juga menjadi satu pilihan untuk dinikmati.
Baca juga: Wafat, Penyanyi dan Komposer Legendaris Titiek Puspa dalam Usia 87 Tahun
Teh memang memberikan banyak manfaat. Bukan saja untuk menyegarkan tubuh di kala dahaga, tapi juga bisa mengandung kesehatan tubuh.
Selain luar biasa buat kesehatan, teh juga memiliki potensi dan ada unsur wisatanya.
Minum teh dianggap hal yang rutin. Tiap pagi harus minum teh. Di Jepang dan China minum teh merupakan salah satu budaya yang terus menerus sejak jaman dahulu kala.
Sebenarnya teh asli Indonesia juga tidak kalah dengan kedua negara tersebut. Tradisi minuman teh bukan hanya sekedar suatu teh yang buat segar enak dan nikmat diminum waktu santai.
Baca juga: Menkum: Waktunya Mendengar Masukan dari Bawah
"Tapi ternyata teh memiliki banyak manfaat kesehatan. Apa yang akan saya sampaikan ini sebenarnya sudah sudah ada evidence-nya, sudah dibuktikan melalui suatu teknik-teknik penelitian walaupun masih terbatas di satu layanan tertentu," papar dr Richard SN Siahaan dari Asosiasi Dokter Wellness Indonesia (ADEWI) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (10/4/2025).
Sebenarnya apa teh itu? Teh merupakan suatu bahan yang sebenarnya mengekstraksi bahan yang diinginkan dari tanaman obat tadi yang yang dianggap bahwa kita butuh untuk dikonsumsi.
Secara mendasar, ada teknik yang biasa dipakai untuk mengekstraksi teh dari simplisia.
"Ini jenis teknik-teknik ekstraksi air namanya. Ini biasa kita lakukan dalam minuman yang direbus atau bisa saja di diseduh," terang dr Richard.
Baca juga: Jalan di Perbaiki,Warga Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Mesuji
Yang jadi pertanyaan, apa itu simplisia? Simplisia itu bahan yang belum diolah dari tanaman. Terutama tanaman obat yang dikelola dari pensortiran, pencucian, sampai dikeringkan. Nah itulah yang disebut sebagai simplisia.
Jadi simplisia itu bahan yang belum jadi apa-apa. Ini merupakan bahan baku untuk dibuat suatu minuman atau teh-tehan.
"Jadi masih dalam bentuk wujud aslinya atau belum ada perubahan bentuk dari simplisia.
Menurut dr Richard, secara praktis simplisia itu bahan alami yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun dan kecuali dinyatakan lain simplisia bahan yang dikeringkan.
Baca juga: Upaya Menjaga dan Melestarikan Etnaprana Sebagai Budaya Lokal
Ada berapa jenis simplisia yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk teh-tehan. Pertama ada namanya simplisia nabati.
Simplisia nabati berupa tanaman utuh, bagian tanaman, eksudat Tanaman atau gabungan di antara ketiganya.
Eksudat Tanaman adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu dengan sengaja dikeluarkan dari selnya.
Eksudat ini bisa berupa zat-zat atau bahan-bahan nabati lainnya dengan cara tertentu dipisahkan atau diisolasi dari tanamannya.
Baca juga: Parosil Apresiasi Penjual Air Deruman Turut Bejibaku Pemadaman Kebakaran di Gunung Sugih
Kedua, simplisia hewani. Simplisia ini diekstrak dari hewan. Bisa dari cangkangnya atau dari hewan itu sendiri yang kemudian diekstrak yang dijadikan sebagai suatu bahan yang dipakai untuk kesehatan.
Contoh misalnya ikan dan Madu itu tuh termasuk simplisia yang kita ambil dari hewan.
Ketiga, simplisia Pelikan atau mineral. Biasanya dalam bentuk pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dalam bentuk berupa bahan kimia murni.
Seperti serbuk zinc atau tembaga
atau seperti semula jadi diambil dari alam kemudian diekstrak dan didapatkan misalnya zinc atau tembaga.
Baca juga: Warga Peduli Palestina Ketuk Hati Para Pemimpin Lampung Ikut Aksi
" Tapi ingat bukan dalam pengertian tembaga besi. Ini yang kita bisa pakai. Tapi kalau ini agak susah untuk mengelolanya. Perlu perlakuan khusus yang ya yang kita harus lakukan," jelasnya.
Dikatakan dr Richard, untuk teh-tehannya enggak pernah dilakukan pakai menggunakan simplisia Pelikan seperti ini.
"Tapi kita menggunakan simplisia nabati. Yang kita biasa pakai untuk sehari-hari," tandasnya.
