HELOINDONESIA.COM — Setelah dinanti-nanti, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Letjen Purn Marciano Norman dalam pidatonya mengapresiasi sekaligus menyuntikkan semangat kepada hadirin peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026
Ketua umum otoritas penatalaksana keolahragaan nasional khusus cabang olahraga (cabor) prestasi mengapresiasi capaian prestasi PBMI dikomandoi sang ketua umum AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dan mengintensi keberhasilan itu buah hasil kerja keras seluruh jajaran organisasi.

UU 11/2022 tentang Perubahan UU 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86/2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang hingga akhir 2025 membina-naungi 38 KONI Provinsi bawahi 514 KONI Kabupaten/Kota, 78 induk cabor, plus 6 organisasi fungsional anggotanya ini.
“Atas prestasi yang telah dicapai, rangkaian prestasi yang disampaikan oleh Bapak LaNyalla tadi, tidak akan tercapai kalau Saudara-saudara tidak bekerja. Oleh karenanya, tadi adalah cermin kerja keras dari PBMI yang menghasilkan prestasi yang tadi telah diuraikan. Apakah prestasi tadi itu sesuai yang kita harapkan, tentunya kita tidak boleh cepat berpuas diri," tutur Marciano.
Kata "tadi" Marciano, merujuk pada performansi memukau atlet berprestasi asal Jawa Timur peraih perak Men's Wai Kru SEA Games Thailand 2025 kini prajurit Letda TNI Aldento Brilian Bara Pratama (28) dan trio atlet Muaythai aerobik: Riskala Riksa Sunda Silviani, Zahra Permata Sari, Zakiah Afifah Gani asal Mandala Sakti Camp Subang, Jawa Bara dalam tangkai seremoni pembukaan sebelumnya. Serta Ketum LaNyalla saat pidato, ihwal deret capaian prestasi atlet MI termasuk terakhir pada SEA Games lalu itu.
"Tentunya dalam Rakernas ini nanti dilakukan evaluasi. Dalam Rakernas ini juga dibicarakan agenda-agenda penting kedepan. Apa yang harus diperbaiki. Bagaimana program-program yang dibuat oleh ketua umum beserta jajaran pengurusnya tahun 2026 dan 2027 bisa berjalan dengan baik," imbuh dia, prestasi diraih bukti nyata kerja solid kolektif, Rakernas penting untuk evaluasi, memastikan program kedepan berjalan lebih baik demi kemajuan atlet dan organisasi, terpenting semua harus sesuai AD/ART MI.
Demi mengetahui Rakernas berlangsung ditengah atmosfer dinamis organisasi yang sempat menghangat ulah adanya mosi tidak percaya sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) MI yang lantas berdasar Rapat Pleno PBMI telah dibekukan kepengurusannya digantikan Pelaksana Tugas (Plt) yang jua hadiri Rakernas, mantan Kepala BIN ini bijak memesankan, riak organisasi jangan sampai mengorbankan atlet.
Sementara itu, pidato Ketua Umum KOI (National Olimpic Committee/NOC) Raja Sapta Oktohari, jua sadar dinamika. Selain mengapresiasi, dia jua meyakini kapasitas LaNyalla dalam memimpin organisasi di tengah dinamika yang ada.
Mantan Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) DKI Jakarta dan Ketum PB ISSI 2015–2019, Chef de Mission RI di Olimpiade 2016, serta Ketua Indonesia Asian Paralympic Games 2018 Organization Committee (INAPGOC) di 2017 silam ini mendorong peningkatan jumlah kompetisi sebagai bagian dari penguatan ekosistem Muaythai itu sendiri.
"Setiap olahraga beladiri, napasnya itu adalah pertandingan. Tapi saya percaya dalam setiap organisasi pasti ada dinamikanya. Dan saya percaya juga Bang LaNyalla ini orang yang piawai dalam berorganisasi. Karena kita semua sepakat, yang penting bukan menang lawan saudara sendiri tapi menang lawan negara lain," injeksi Okto.
“Saya percaya kepemimpinan Bang LaNyalla mampu menjaga soliditas organisasi. Terpenting kita fokus meraih kemenangan untuk Indonesia di tingkat internasional,” ujar dua periode Ketum KOI sejak 2019 hingga 2027 tersebut.
Saat pembukaan, Rakernas bertema "Loyalitas Tinggi, Nyali Berani, Mental Juara" diikuti peserta asal 33 Pengprov MI se-Indonesia, selain Ketua Umum AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Sekjen PBMI Azwan Karim beserta jajaran, juga turut dihadiri Waketum KONI Bidang Organisasi Mayjen TNI Purn Soedarmo dan satu pengurus lain (lupa nama), Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, dan kompatriot LaNyalla sesama senator: anggota DPD/MPR dapil Lampung juga Bendahara Umum PBMI 2022–2026 Dr Bustami Zainudin.
Sedianya tiga hari gelaran, atas aspirasi berkembang, forum Rakernas memutuskan langsung dilanjutkan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) khusus perubahan AD/ART MI, dilanjutkan pula Munas beragenda tunggal pemilihan Ketua Umum PBMI 2026–2030, LaNyalla terpilih aklamasi. Langsung dikukuhkan pula beserta jajaran oleh Waketum KONI Bidang Organisasi Soedarmo yang selain berpidato membuka dan menutup Munas mewakili Ketum Marciano, jua menyerahkan pataka penanda pengukuhan, tiga agenda besar itu pun tuntas jelang kumandang azan Magrib.
Sebagai informasi, sebagaimana pula sempat disinggung oleh Ketum KOI Raja Sapta Oktohari kala pidato, kurun 2,5 tahun kedepan, insan olahraga Indonesia tak terkecuali keluarga besar MI juga bakal disibukkan dengan banjir multieven olahraga skala nasional maupun internasional.
"Kita bantu pak Menpora Erick Thohir karena hingga tahun depan akan ada banyak multieven olahraga yang harus kita sambut dengan persiapan matang," petikan pidato Okto, antara lain merujuk PON Beladiri Oktober 2026 Sulawesi Utara yang juga bareng bulan dengan Porprov di sejumlah provinsi, SEA Games Malaysia 2027 dimana PBMI bidik dua medali emas, dan PON XXII Nusa Tenggara 2028.
Di tubuh MI sendiri, terdekat bakal dihelat Kejurnas MI Juli 2026 di Sulawesi Barat, sebelum Oktober nanti MI bakal turut jadi bagian pelaku sejarah PON Beladiri Sulawesi Utara 2026 di mana PON Beladiri ini menjadi bagian program revitalisasi pengembangan dan pembinaan prestasi cabor beladiri di Tanah Air oleh KONI praktis sejak PON pertama 1948 silam.
Merujuk lampiran SK Ketua Umum KONI Nomor 41/2026 tarikh 31 Maret 2026, PON Beladiri Sulawesi Utara 2026 bakal perlagakan delapan cabor: anggar, hapkido, IBCA MMA (Mixed Martial Arts), kickboxing, kurash, muaythai, tinju, yongmoodo. Dengan total 139 nomor pertandingan yang diperebutkan.
Alias, di luar 10 cabor yang telah "dicicil" diperlaga di PON Bela Diri Kudus 2025, PON Beladiri pertama dalam sejarah republik, diikuti 37 provinsi, 11-26 Oktober 2025 lalu: gulat, judo, ju-jitsu, karate, pencak silat, sambo, shorinji kempo, taekwondo, tarung derajat, dan wushu. Dengan klasemen akhir juara umum DKI Jakarta (42 emas), runner-up Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur itu.
Kabar baik bagi sambo, terbaru KONI telah buka peluang perlagakan cabor ini pada PON 2028. Adapun berkat kisah sukses PON Beladiri Kudus 2025 buah sinergi KONI, Djarum Foundation, Pemkab dan warga Kudus serta PB 10 cabor, Kudus bakal kembali menuanrumahi PON Beladiri 2027 nanti. Hanya saja, menyitat ulang keterangan Ketum KONI Marciano kala menutup helat 2025, KONI masih menimbang dua opsi format laga: tetap 10 cabor diperlaga seperti 2025 atau disekaliguskan ke-18 cabor beladiri anggota KONI itu. (Muzzamil)
