Helo Indonesia

Teknik Pijat dengan Aromaterapi Bisa Meningkatkan Aliran Darah dan Relaksasi Otot

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Rabu, 17 September 2025 19:51
    Bagikan  
Pijat terapis
Foto: tangkapan layar

Pijat terapis - dr Wanarani Aries, dokter rehabilitasi medik dalam webinar yang digelar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) pada Rabu (17/9/2025).

HELOINDONESIA.COM -Menggabungkan pijat relaksasi dan terapi medis bukan lagi sekadar teori tapi sudah bisa dipraktikkan.

Karena ini menggabungkan antara pijat relaksasi dengan terapi medis, maka dilihat dari jurnal pendukungnya, maka ketika bicara pijat, biasanya untuk nyeri.

"Ada satu evidence maps disebutkan katanya kondisi nyeri itu seringkali terjadi dan bisa juga menjadi penyebab penyakit dan kematian," papar dr Wanarani Aries, dokter rehabilitasi medik dalam webinar yang digelar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) pada Rabu (17/9/2025).

Dikatakan dr Wanarani Aries, ada beberapa pendekatan terapi untuk nyeri itu bisa pakai obat-obatan apakah dengan pembedahan.

Baca juga: 25 Pelaku UMKM Provinsi Lampung Ikuti Pelatihan Artificial Intelligence (AI)

Namun juga ada non farmakologi misalnya yang disebut komplementary dan integrasi health modalitas.

Komplementary dan integrasi seperti cara manual, antara lain dengan pijat, ada juga dengan akupuntur, juga mind body.

Terapi massage menjadi salah satu modalitas yaitu gampang. Namun demikian dampaknya rendah terhadap kehidupan.

"Sudah ada lebih dari 300 clinical trial dan ada beberapa banyak sistematik review. Sayangnya, dalam clinical trial menemukan bahwa massage atau pijat itu tidak terlalu efektif. Padahal jelas benar manfaat terapi massage," jelas Plt Ketua Umum Indonesia Wellness Master Association (IWMA) ini.

Baca juga: Kopi Bubuk Lampung Resmi Tembus Ekspor, Tandai Babak Baru Hilirisasi

Dia mencontohkan pada nyeri leher bisa disebabkan karena heterogenitas dari yang dilakukan penelitiannya tadi.

dr Wanarani Aries mengungkapkan bahwa ada beberapa terapi dan teknik massage.

Ada deep tissue massage, sport massage , chair massage dan tradisional massage.

Ada terapis massage yang berlisensi ada fisioterapi, ada chiropractor, folk healer dan ada refleksologis.

"Masing-masing itu punya berbagai filosofi yang berbeda. Approach (pendekatan) massage-nya, durasi dan intensitas massage juga berbeda sesuai dengan ilmu yang mereka pelajari," tambahnya.

Namun demikian, secara umum dalam terapi massage tersebut, pasien atau klien itu dilakukan manipulasi pada ototnya dan berbagai jaringan-jaringan lunaknya.

Baca juga: PKB Kendal segera Bangun Kantor Baru dan Wujudkan Program Satu PAC Satu Kawasan Binaan

Lalu pijat relaksasi dan terapi medis ini bagaimana benang merahnya?

Menurut dr Wanarani Aries, lebih ke medical, tapi juga bisa bicara relaksasi atau pijat relaksasi.

"Di pijat relaksasi ini tekniknya lembut, menenangkan menggunakan gerakan yang halus dengan tekanan ringan sampai sedang," ujarnya.

Selain itu, pemijatan juga menggunakan minyak atsiri untuk meredakan stres dan efeknya relaksasi fisik dan mental.

Jadi, terangnya, bertujuan menenangkan sistem saraf dan wellness secara keseluruhan tidak semata nyeri kronis atau kondisi medis tertentu pasien.

"Ini yang membedakan antara relaxation massage dan therapeutic massage," ujarnya.

Meski begitu, keduanya dikerjakan oleh tenaga profesional bersertifikasi untuk mengatasi kondisi spesifik dan meningkatkan diagnosis dan fungsi fisik dan memiliki tujuan medis.

Baca juga: Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Jaga Jakarta, Ribuan PMR Jakpus Berbondong-bondong Penuhi Halaman Kantor Pemkot Jakpus

"Ini yang membedakan pada pijat relaksasi yang fokus pada diagnosis penyakit dan penyembuhan penyakit. Jadi tak semata-mata memberikan relaksasi," paparnya.

Bisa saja, lanjutnya, relaksasi lembut ini mungkin agak sedikit dipaksa kuat. Misalnya pada stretching kalau terjadi ketegangan otot.

Selain itu, sambung dr Wanarani Aries, beberapa teknik pijat baik aromaterapi untuk meningkatkan aliran darah dan relaksasi otot.

Pertama, menggunakan gerakan panjang dan lembut untuk meningkatkan aliran darah dan meningkatkan relaksasi otot.

Baca juga: Sat Res Narkoba Polres Mesuji Amankan Dua Pelaku Pengedar Narkoba

Kedua, untuk meningkatkan aliran darah dan meningkatkan relaksasi otot dengan sendirinya akan mengurangi ketegangan otot.

"Ada trigger poin terapi dan pijat yang menggunakan tekanan pada titik tertentu. Misalnya titik-titik tertentu untuk mengurangi nyeri dan juga ketegangan otot," tandasnya.