HELOINDONESIA.COM - Dalam rangka memperingati HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 yang bertajuk "Kita Semua Bersaudara". Sebanyak 1.300 Relawan Merah Remaja (PMR) yang tergabung dalam Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat (Jakpus) berbondong-bondong mengikuti apel Kesiapsiagaan Bencana dan Jaga Jakarta.

Baca juga: Sat Res Narkoba Polres Mesuji Amankan Dua Pelaku Pengedar Narkoba
Adapun ribuan relawan PMR PMI Jakpus diantaranya meliputi siswa-siswi tingkat SD dan SMP di wilayah Jakarta Pusat yang tadi pagi memenuhi halaman kompleks Plaza kantor Pemkot setempat, Tanah Abang I, Gambir, Rabu (17/9/2025). Kegiatan apel tersebut di pimpin langsung Wali Kota Jakarta Pusat Arifin.
Baca juga: Laesan dari Lasem Siap Tampil di TMII, Usung Warisan Budaya Rembang
Menurut orang pertama di lingkungan Pemkot Jakpus ini menerangkan, bahwa kegiatan apel di gelar sebagai upaya kesiapsiagaan bencana serta kampanye Jaga Jakarta. "Momentum ini di gelar karena PMI Jakarta Pusat merasa terpanggil untuk turut menjaga Jakarta dari orang-orang yang ingin merusak keindahan dan kenyamanan Jakarta," ungkap Arifin.

Baca juga: Ratusan Lampu PJU Akan Dipasang di Kabupaten Rembang Tahun 2025
Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat H. Asep Djuanda Sunarya mengungkapkan, bahwa dari unsur manapun bisa saja menjaga Jakarta, sebagai bentuk implementasi imbauan dari Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ). "Jakarta adalah kota kita, dan kita semua adalah bersaudara sesuai dengan tema yang di usung pada ulang tahun PMI tebarkan kebaikan, noi siammo tutti fratelly, ungkapan ini didengungkan Jean Henry Dunant sang pendiri palang merah," ucap H. Asep.
Baca juga: Menko PM Resmikan Kawasan Produksi Widuri di Kendal, Jadi Pilot Project 1.001 Titik
Lanjut H. Asep menambahkan, kegiatan apel disambut antusias anak-anak relawan PMR, dalam menjaga Kota Jakarta dalam mewujudkan Jakarta kota sehat. Oleh karena itu, dalam momen ini PMI Jakpus mengajak warga masyarakat untuk bersama-sama dan bahu membahu membantu kesiapsiagaan bencana. "Jadi kita tidak boleh lengah dalam rangka kesiapsiagaan bencana, karena bencana itu tidak bisa kita prediksi waktu datangnya, maka kita harus selalu siaga baik tenaga, pikiran maupun sarana prasarananya," tuturnya. (*/is) ***
