Helo Indonesia

Disebut Sebagai Generasi Jompo, Ini Alasan Gen Z juga Butuh Terapi Stemcell

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Jumat, 28 November 2025 19:41
    Bagikan  
Stemcell
Foto: tangkapan layar

Stemcell - Ilustrasi terapi Stemcell.

HELOINDONESIA.COM - Terapi Stemcell atau Integrated Regenerative Medicine saat ini sedang trend buat orang-orang tua yang ingin tetap tampil bugar dan sehat.

Disebut sedang trend karena populasi orang-orang tua meningkat di seluruh dunia, termasuk Jakarta.

Yang disebut populasi tua ini berdasarkan data dan riset adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Namun, ternyata tua itu tak sekadar umur. Justru banyak yang sudah tua padahal usianya masih muda.

Baca juga: Siaga Bencana, BPBD Tubaba Kirim Personel TRC Ikuti Pelatihan Water Rescue

Generasi Z atau yang diplesetkan menjadi generasi jompo karena di usia muda sudah mengalami sakit-sakitan seperti orang yang sudah uzur.

Maka dari sinilah terapi stemcell bisa menjadi engine ekonomi dalam dunia kesehatan di tanah air.

"Kita lihat di Thailand menawarkan Stemcell, Singapura, Malaysia, China Taiwan bahkan Ukraina semuanya menawarkan Stemcell," papar dr Sandy Qlintang M.Biomed, President Director Kalbe Regenic Stemcell di acara FGD II pekan lalu.

Dia menceritakan saat bertemu seorang Datuk dari Malaysia yang masih dalam keluarga Kerajaan Malaysia mencari Stemcell untuk orangtuanya.

Baca juga: Hilang Sejak 2021, Polisi Ungkap Identitas Warga Air Naningan yang Belum Ditemukan

"Dia nyari-nyari Stemcell di Google semuanya tidak ada satupun di Indonesia. Jadi dia ke Taiwan," ujarnya .

Namun, di sana dia ketemu sama teman dokter di Indonesia dan menawarkan bahwa untuk terapi Stemcell bisa datang ke Indonesia.

"Lalu dia datang kunjungan ke Indonesia. Dia lihat Stemcell yang ada di Semarang Surabaya. Akhirnya dia datang dan menggunakan Stemcell Kalbe Farma," ujarnya

Tak hanya itu, lanjut dr Sandy, si Datuk juga meminta secretomenya dibawa ke Malaysia.

Baca juga: ASN Pemprov Jateng Kenakan Sarung Batik, Gus Yasin Sebut Angkat Ekonomi dan Budaya

"Dia bilang untuk suntik papanya. Ternyata hasilnya bagus," kata dr Sandy.

Tak hanya itu, si Datuk juga mengajak berkolaborasi Stemcell untuk dibawa ke Malaysia.

"Dia mengatakan bahwa tujuan dibawa ke Malaysia untuk jalur pendidikan. Saya bilang ini bagus juga, boleh juga. Tapi saya bilang boleh enggak Kalau orang Malaysia datang ke Indonesia untuk stemcell, you jadi brokernya aja," ungkapnya.

Sayangnya, lanjut dr Sandy, banyak orang-orang kita justru membawa orang-orang Indonesia ke luar negeri untuk Stemcell.

Baca juga: ASN Pemprov Jateng Kenakan Sarung Batik, Gus Yasin Sebut Angkat Ekonomi dan Budaya

"Contoh kemarin saya ketemu sama salah satu petinggi dari salah satu bank swasta. Dia bilang ditawarkan Stemcell di Thailand. Saya bilang tunggu pak saya akan lihat dulu Stemcell di Thailand," ucapnya.

dr Sandy pun pergi bersama petinggi bank swasta itu ke Thailand. Di sana dia bertemu seorang dokter gigi asal Indonesia.

"Singkat cerita, ternyata yang menawarkan itu bukan dokter, tapi seorang fisioterapi. Dan Stemcell yang dibuat di kliniknya ternyata dari Jerman," jelasnya.

dr Sandy pun menyarankan ke petinggi bank swasta itu jangan coba-coba pakai Stemcell dari luar negeri.

Baca juga: Senam Zumba HUT ke-54 Korpri, Bupati Rembang Ingatkan ASN untuk Selalu Sehat

Karena, menurutnya, banyak juga Stemcell abal-abal. Apalagi di Thailand terapi Stemcell pakai bahasa Inggris, pakai bahasa Ukraine.

"Kayaknya orang Indonesia tuh suka terpengaruh dengan bahasa asing ketimbang bahasa Indonesia. Mungkin nanti saya bisa lihat bagaimana kalau pakai bahasa Sansekerta. Keren itu tulisannya pakai bahasa Sansekerta," tandasnya.