Helo Indonesia

Media Singapura: Putra Bungsu Presiden Jokowi Bersiap Ikut Pilwalkot Depok

Winoto Anung - Nasional
Kamis, 15 Juni 2023 22:46
    Bagikan  
Baliho Kaesang Pangarep di Kota Depok
Foto : Tangkapan Layar

Baliho Kaesang Pangarep di Kota Depok - (Instagram)

HELOINDONESIA.COM - Putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan selebritas media sosial Kaesang Pangarep secara luas terlihat bersiap untuk mengikuti pemilihan walikota (Pilwalkot) tahun depan di kubu partai oposisi, sebagai tanda pergeseran ke arah pluralisme yang lebih kuat.

Demikian disampaikan media Singapura The Straits Times. Media ini memasang sebuah foto Kaesang, pengusaha berusia 28 tahun,  yang memegang mawar merah pertama kali muncul bulan lalu di papan reklame yang didirikan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pro-pluralisme di jalan-jalan sibuk di Depok, mempromosikan dia untuk jabatan walikota.

Empat periode masa jabatan terakhir Wali Kota Depok diisi kader oposisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berhaluan Islam.

Kaesang tidak pernah secara resmi menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri, tetapi ketika ditanya oleh wartawan tentang papan reklame, dia mengaku menyediakan foto yang digunakan.

Baca juga: MA Tolak PK yang Diajukan Jhoni Allen, Demokrat: Harusnya PK Moeldoko Juga Ditolak

Beberapa minggu kemudian, pria lucu yang baru saja menikah, yang memiliki 3,2 juta pengikut di Twitter, memposting video yang menyatakan bahwa keluarganya telah memberinya izin untuk mencalonkan diri sebagai walikota. Ia mengatakan siap berada di Depok dan menjadi Depok Pertama.

Pengamat, termasuk analis politik terkemuka Effendi Gazali, mengatakan ada cukup tanda bahwa Kaesang akan mencalonkan diri sebagai walikota Depok, kota satelit ke Jakarta dengan populasi 2,5 juta.

“Depok adalah kota yang kurang toleran… Mawar di tangan Kaesang menyampaikan kepada para pemilih muda bahwa mereka akan dapat dengan bebas merayakan Hari Valentine jika dia terpilih. Jumlah masyarakat Depok yang ingin merayakan Hari Valentine cukup signifikan,” kata Dr Effendi.

Pemerintah Depok mengeluarkan surat edaran pada 9 Februari 2023, yang menginstruksikan para guru dan dosen untuk melarang siswanya merayakan Hari Valentine karena bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya setempat.

Baca juga: Operasikan Jalan Tol Trans Sumatera, PT Hutama Karya Rugi Rp2 Triliun Utang Rp71 Triliun

Jayadi Bray, Ketua Karang Taruna Karang Taruna Depok, mengatakan, orang mungkin awalnya mengira Kaesang tidak serius mencalonkan diri di Depok. Tapi karena ide itu diterima dengan baik oleh akar rumput, Pak Kaesang melanjutkannya.

“Empat periode (walikota) terakhir mungkin bagus tapi kami ingin yang lebih baik. Mengapa tidak ada perubahan?” Mr Jayadi mengatakan kepada The Straits Times. Dia menekankan, pemimpin Depok selanjutnya harus lebih memperhatikan kesejahteraan pemuda.

Setiap Periode Selama Lima Tahun

Terkait hal itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berkuasa dan mitra koalisi partai Gerindra secara terpisah telah mengeluarkan janji untuk mendukung Kaesang sebagai walikota Depok, dengan mengatakan bahwa politisi muda yang menjanjikan harus diberi ruang untuk tumbuh.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan: “Kami mendukung pemimpin muda, tapi hanya mereka yang memiliki rekam jejak yang baik, bukan mereka yang hanya memiliki hak istimewa sebagai anak presiden.”

Baca juga: MA Tolak PK yang Diajukan Jhoni Allen, Demokrat: Harusnya PK Moeldoko Juga Ditolak

Dia mempermasalahkan nol pengalaman Kaesang dalam politik, membual bahwa PKS telah mengantre sejumlah kandidat potensial berusia antara 30 dan 35 tahun yang memiliki pengalaman bertahun-tahun.

“Depok masuk dalam lima besar kota Indonesia yang memiliki kinerja terbaik dalam pengentasan kemiskinan. Kami telah memiliki program kewirausahaan yang sukses untuk perempuan, untuk siapa saja, ”kata Kholid, mengacu pada prestasi walikota Mohammad Idris yang sedang menjabat.

Ms Cheryl Tanzil, yang duduk di dewan pemimpin PSI, sebagai pendukung Kaesang, mencatat bahwa dia telah memperluas perusahaannya, termasuk di sektor makanan dan investasi, menunjukkan bahwa dia memiliki keterampilan kepemimpinan dan manajerial yang kuat, sifat yang diperlukan dari seorang wali kota. (*)

(Winoto Anung)