HELOINDONESIA.COM - Sampah menumpuk di Kali Ciliwung persisnya berada di Jembatan Merah rumah pompa, Jalan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus) pada, Sabtu (12/7/2025).
Baca juga: Pemprov Lampung Dukung Penguatan Peran Politik Perempuan
Pasalnya keberadaan sampah-sampah seperti barang pohon bekas bahan material yang menumpuk ini, tak kunjung dibersihkan petugas dinas terkait. "Waktu olahraga di kawasan, Jalan Pangeran Jayakarta saat lihat tumpukan sampah itu di kali Ciliwung, jadi kotor dan bau. Jika tidak segera dibersihkan bisa menyumbat aliran air," ucap Pandi (49) warga Kecamatan Sawah Besar.

Untuk diketahui, sampah-sampah yang menumpuk tersebut biasanya diangkut dengan armada pengangkutan sampah, namun saat ini kekurangan armada.
Baca juga: Sampai 17 Jam Padamkan Kebakaran Penimbunan Solar di Padang Cermin
Catatan untuk Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung Wibowo terkait dengan kinerja anak buahnya yang membiarkan sampah-sampah mengotori kali ciliwung.
Baca juga: Bandarlampung Expo 2025 Nyaris Jadi Pasar Malam, Eva Minta Dirombak H-1
"Keterlaluan banget sih sampah itu menumpuk di kali Ciliwung. Pada kemana Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PJLP di dinas terkait. Padahal, setiap hari ada petugas di rumah pompa kenapa sampah-sampah menumpuk itu dicuekin padahal jika tidak dibersihkan bisa menyumbat aliran air," imbuhnya.
Baca juga: 294 Koperasi Merah Putih di Rembang Kantongi Legalitas dari Kemenkumham
Menanggapi tumpukan sampah yang menumpuk di kali Ciliwung, Eksekutif Manager Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mengaku miris melihat kinerja ASN dan PJLP zaman sekarang.
Baca juga: Majelis Hukum dan HAM PD Muhammadiyah Kendal Gelar Seminar Pendidikan Paralegal
Menurutnya, memang kinerjanya sangat berbeda dengan zaman Gubernur sebelumnya terutama dalam merespon pelayanan publik serba lamban.
"Ini adalah kinerja buruk anak buah Kadis LH dan Kadis SDA karena tidak mampu memimpin anak buahnya," ungkap Victor. Tak hanya itu, Victor juga mengkritik Gubernur Pramono jangan hanya cuman wara-wiri dan gelar apel di lokasi kali atau sungai di jakarta.
Baca juga: Kawanan Pencurian Motor Menggunakan Mobil Sewaan
"Seharusnya diantisipasi kejadian seperti ini sebelum viral. Karena biasanya itu Pemprov kalau sudah viral baru pejabatnya pada kerja," tandasnya. (*/is) ***
