HELOINDONESIA.COM - Ribuan peserta Apel Kesiapsiagaan Musim Penghujan tahun 2024-2025 memenuhi kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas) pada, Jumat (22/11/2024).
Baca juga: Cegah Kanker Serviks, Puskesmas Pandanaran Gandeng IKWI Lakukan Skrining HPV DNA
Kegiatan apel yang di gelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dipimpin Penjabat (Pj) Gubernur Teguh Setyabudi didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Marulah Matali.
Baca juga: Soon Kit: Kita Butuh Sentuhan Ajaib Rexy untuk Melahirkan Juara Olimpiade di LA28
Sekedar diketahui, dari total sebanyak 1.897 peserta yang mengikuti apel yaitu terdiri dari berbagai Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jakarta.
Baca juga: Solusi Terlengkap untuk Perawatan dan Pemeliharaan Hewan
Pj Gubernur Teguh menerangkan apel hari ini merupakan bukti nyata dan komitmen kesiapsiagaan Pemprov Jakarta dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin terjadi.
Khususnya potensi bencana hidrometeorologi berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diprediksi pada awal November 2024 dan puncaknya pada bulan Februari 2025 mendatang.
"Jakarta memiliki karakter topografi yang unik, dengan dataran rendah dan 13 sungai yang melintasinya. Curah hujan ekstrem sebagai tantangan yang harus dihadapi. Dan Intensitas curah hujan di Jakarta diprediksi meningkat signifikan dengan potensi hujan lebat yang disertai angin kencang. Situasi ini berpotensi menyebabkan banjir, genangan, tanah longsor, dan pohon tumbang. Jadi memang dibutuhkan kesiapsiagaan dan upaya mitigasi oleh Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat," jelas Teguh disela-sela memimpin apel.
Lanjutnya, apel hari ini juga berperan penting dalam meningkatkan kesiapan bersama, dalam menguatkan koordinasi dan kerja sama pentahelix, yang melibatkan Pemerintah, jajaran TNI-Polri, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media massa untuk mengupayakan mitigasi risiko bencana dalam penanganan banjir di Kota Jakarta.
"Dengan kerja keras, kebersamaan, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan bisa menghadapi segala tantangan, meminimalkan risiko banjir dan melewati musim penghujan tahun 2024/2025 dengan aman," ungkapnya.
Berbagai langkah antisipasi dan upaya yang telah dilakukan, tambah Teguh untuk menghadapi musim hujan tahun 2024/2025 yakni, pertama peningkatan infrastruktur dan teknologi, dengan pembangunan waduk, normalisasi beberapa sungai utama. Lalu, kedua, menyiapkan sarana dan prasarana penanganan banjir, termasuk penyiapan pompa air stasioner dan mobile di berbagai titik rawan banjir.
Dan ketiga, partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi bencana. "Saya mengajak seluruh warga Jakarta, melalui para Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan, jangan membuang sampah sembarangan," imbuhnya.
Kemudian, ke empat, seluruh jajaran Pemprov Jakarta untuk melakukan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
"Terakhir saya instruksikan seluruh jajaran untuk monitoring secara berkala terhadap kondisi infrastruktur, titik-titik rawan bencana, dan kesiapan persediaan logistik, guna memastikan kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan," ungkapnya menambahkan, jajarannya diminta melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi bencana, evakuasi ke lokasi pengungsian. (*/is) ***