Helo Indonesia

Presiden FIFA: Sepak Bola Asia Tenggara Tercoreng Karena Insiden Final Sea Games 2023

Syahroni - Olahraga
Jumat, 19 Mei 2023 20:00
    Bagikan  
Manajer Timnas terpukul
Bangkok Post

Manajer Timnas terpukul - Perkelahian pecah di sela-sela pertandingan final sepak bola putra antara Thailand dan Indonesia di SEA Games ke-32 di Phnom Penh, Selasa. (Foto: AFP)

HELOINDONESIA.COM - Timnas Indonesia U-22 berhasil mengalahkan Timnas Thailand U-2 di ajang final Sea Games 2023 dengan skor akhir 5 - 2 pada Selasa (16/5) lalu. Namun saying, pertandingan panas itu diwarnai insiden yang melukai dunia yang seharusnya menjunjung tinggi sportifitas.

Buntut insiden tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino pun angkat bicara. Menurutnya, insiden itu menggoreskan citra negatif pada sepak bola Asia Tenggara. Menurut Infantino, sepak bola Asia Tenggara memiliki segudang potensi. Namun sayang harus dicoreng oleh insiden memalukan tersebut.

Baca juga: Ini Dia Sosok Kombes Pol Sumardji, Manajer Timnas Indonesia yang Sempat Dipukuli Ofisial Timnas Thailand

“Sepak bola Asia Tenggara memiliki potensi untuk tumbuh secara mendalam dan luas, tetapi pada akhirnya tertahan oleh kekerasan, hubungan antara sepak bola dan masalah sosial lainnya,” kata Infantino dilansir The Thao 247, Jumat (19/5).

Ia menerangkan, gambaran kericuhan di final Sea Games 2023 kali ini mengirim pesan dan citra yang sangat negative dalam dunia sepak bola.

Baca juga: Yutthana Yimkarun Mundur dari Manajer Timnas U-22 Thailand, Netizen Sindir PSSI Kasus Kanjuruhan

“Insiden pada malam 16 Mei di Olympic Stadium sangat disayangkan. Jika itu adalah bentrokan para pemain, asisten dan pemimpin tim malah akan turun tangan untuk menghentikannya,” sambungnya.

Laga final antara Timnas Indonesia U-22 vs Thailand U-33 diwarnai insiden perkelahian. Manajer Timnas Indonesia U-22, Sumardji ikut menjadi korban hingga mengalami luka ringan. Federasi sepak bola Thailand (FAT) pun tengah menyelidiki insiden tersebut. Sebelumnya manajer Thailand U-22, Yutthana Yimkarun memutuskan undur diri sebagai bentuk pertanggungjawaban