Helo Indonesia

Nana Akui Perjuangan Jateng di PON 2024 Luar Biasa, Bonus Peraih Medali Tembus Rp 60,6 Miliar

Ajie - Olahraga
Jumat, 4 Oktober 2024 15:37
    Bagikan  
Nana Akui Perjuangan Jateng di PON 2024 Luar Biasa, Bonus Peraih Medali Tembus Rp 60,6 Miliar

Atlet panahan Jateng Vetara Hartanto mewakili atlet peraih emas PON menerima tali asih secara simbolis dari Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana. Ketua Umum Pengprov WI (wushu)Jateng Daniel Budi Setiawan menerima penghargaan sebagai cabang dengan perolehan ema

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana secara simbolis memberikan tali asih berupa uang pembinaan bagi para atlet dan pelatih kontingen Jateng yang bersaing di PON XXI Aceh-Sumut, September lalu.

Acara penyambutan kontingen sekaligus penyerahan bonus ini dilaksanakan di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat 4 Oktober 2024. Agenda tersebut selain dihadiri atlet, pelatih, Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana bersama jajarannya, Ketua Kontingen Agung Hariyadi, induk organisasi olahraga, juga Forkopimda Jateng dan pengusaha.

Baca juga: Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kendal Definitif Dilantik dan Diambil Sumpah Janji

Adapun bonus simbolis yang diberikan kepada peraih medali emas, yakni Rp 250 juta untuk kategori perseorangan, Rp 187 juta untuk kategori ganda, Rp 125 juta untuk kategori trio, Rp 86 juta untuk kategori kwartet, dan Rp 62, 5 juta untuk kategori panca.

wushu lini

Sementara untuk peraih medali perak, bonus diberikan di antaranya, Rp 125 juta untuk kategori tunggal, peraih perunggu mendapat bonus Rp 62,5 juta.

Sementara itu, pelatih yang mengantarkan atlet meraih medali emas diberikan tali asih Rp 125 juta, medali perak mendapat bonus Rp 62,5 juta, dan perunggu Rp 31,350 juta. Pada kesempatan itu, Kawasan Industri Terpadu Batang juga memberikan apresiasi sebesar Rp 238 juta.

Sebelumnya, saat berlaga di PON, para atlet yang meraih medali emas juga mendapatkan bonus langsung sebesar Rp 10 juta untuk setiap satu keping emas.

Selain tali bagi atlet dan pelatih, Pemprov Jateng juga memberikan penghargaan kepada cabang olahraga yang tampil sebagai juara umum, yakni bulutangkis dengan 5 emas, paralayang, sepak takraw, dan woodball (masing-masing 3 emas). Kemudian penghargaan kepada cabang olahraga peraih medali emas terbanyak dan terbanyak kedua yaitu wushu (7 emas) dan menembak (5 emas).

"Nominal totalnya Rp 60,671 miliar dari Pemprov Jateng. Semoga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas kehidupan para atlet dan pelatih. Bisa menjadi modal untuk ekonomi produktif dan mengembangkan prestasi," kata Nana.

Perjuangan Luar Biasa

Pada kesempatan itu, Nana menyebut perjuangan kontingen Jateng tergolong luar biasa. Di hadapan hadirin, Pj gubernur mengaku sempat ketar-ketir dan penasaran karena posisi Jateng yang terperosok hingga ranking 21 di minggu awal pelaksanaan PON.

Baca juga: Tips Mewarnai Rambut Agar Tidak Rusak dan Tetap Berkilau


Namun ketika kran medali emas mulai terbuka, dan posisinya merangkak naik mulai 17, 15, 10 lalu melompat keenam, dirinya mulai tenang.
''Saya baru lega jelang penutupan, posisi kita sudah dipastikan urutan kelima. Betul-betul ini perjuangan yang luar biasa,'' kata Nana yang disambut aplaus.

Nana mengatakan, Jateng mengirim sebanyak 743 atlet untuk bertanding pada 60 cabang olahraga. Hasilnya, Jawa Tengah menempati peringkat kelima klasemen akhir perolehan medali dengan 71 emas, 74 perak, dan 115 perunggu.

Perolehan itu mengalami peningkatakan dibandingkan dengan PON Papua. Bahkan, perolehan medali emasnya terbanyak sepanjang keikutsertaan Jateng pada ajang perhelatan olahraga bergengsi di Tanah Air ini.

Meskipun ada peningkatan prestasi, Nana menegaskan akan mengevaluasi hasil PON XXI Aceh-Sumut. Sebab ia mengharapkan ke depan Jateng bisa ancang-ancang untuk bersaing di tiga besar.

"Para atlet harus terus berlatih, mengasah fisik dan mentalnya agar dapat berprestasi pada event nasional dan internasional," ujar Nana.

Evaluasi tersebut juga berkaitan dengan pembinaan atlet yang konsisten dan upaya untuk terus mencari bibit-bibit atlet potensial. Untuk itu, Pemprov Jateng telah menggelontorkan bantuan sarana dan prasarana pada tahun 2025. Setidaknya ada 21 cabang olahraga yang bakal memperoleh bantuan tersebut.

"Evaluasi tetap kami lakukan, khususnya dalam hal kepengurusan. Kami akan koordinasi dengan KONI, bahwa olahraga bukan hanya tanggung jawab Pemprov Jateng, tetapi tanggung jawab bersama. Keterlibatan Forkopimda dan para pengusaha akan ditingkatkan agar kebutuhan anggaran olahraga dapat ditingkatkan," katanya.

Pelatih Pengprov FASI Paralayang Jawa Tengah, Dian Listiarini, sangat bahagia karena mendapat apresiasi dari Pemprov dan KONI Jateng. "Semoga para atlet, pelatih dan pengurus tetap bersinergi dan berlatih capaian yang lebih tinggi lagi, karena PON ini tidak capaian akhir dari segalanya, ini adalah perubahan kami di Paralayang untuk mendapatkan Juara Umum terus," harapnya.

Dian menyebut kunci sukses dari paralayang meraih juara umum adalah disiplin, tekun berlatih, dan berdoa. "Jangan menggampangkan situasi, tetapi selalu optimis dan selalu berlatih," jelasnya.

Meskipun ada kendala saat bertanding, utamanya cuaca di Aceh yang tidak bisa diprediksi, dan setiap harinya terdapat badai. Pihaknya tetap optimistis untuk mencapai target dua emas. "Alhamdulillah kami meraih tiga emas," jelasnya.

seorang atlet panahan, Vetara Nabil Yahya Hartanto Putri menyampaikan, terima kasih atas perhatian Pemprov Jateng kepada para atlet. Pada PON XXI Aceh-Sumut ia menyumbang tiga medali emas dan satu perunggu.

"Terima kasih untuk Pemprov yang sudah memberikan yang terbaik dan selalu menyuntikkan motivasi kepada kami para atlet. Semoga ke depan, saya terpacu untuk meningkatkan prestasi pada event-event nasional yang lain,'' imbuh mahasiswi FIK Unnes ini. (Aji)