Helo Indonesia

Usai Bangun Dojang Taekwondo, TI Jateng Ingin Lanjutkan Pendirian GOR untuk Umum yang Sempat Mandek

Ajie - Olahraga
Jumat, 11 Oktober 2024 20:10
    Bagikan  
Usai Bangun Dojang Taekwondo, TI Jateng Ingin Lanjutkan Pendirian GOR untuk Umum yang Sempat Mandek

Ketua Umum TI Jateng Alex Harijanto saat menunjukkan rangka cakar ayam pembangunan GOR yang terbengkalai

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Selepas membangun dojang sebagai kawah candradimuka atlet taekwondo, kini Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah berencana melanjutkan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) untuk umum yang bisa dimanfaatkan cabang olahraga lain sebagai fasilitas latihan atlet.

GOR tersebut terletak berdekatan atau beberapa meter saja dari lokasi ''Dojang Subroto'' milik TI Jateng di kawasan Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, di area tanah seluas sekitar 9 hektare.
Proses pembangunan GOR tersebut, baru tahap pondasi cakar ayam, dan jalan beton selebar 4 meter dengan jarak sekitar 100 meter menuju arena GOR.

Baca juga: Cucu Pendiri NU Tegaskan Unsur Hijau dan Merah Melebur Menangkan Andika-Hendi

Namun sayang, akibat kekurangan dana, pembangunan GOR menjadi mangkrak. Lokasi untuk pendirian ditumbuhi rumput dan ilalang. Padahal pembangunan itu mengusung misi mulia, sebagai ikhtiar turut membawa prestasi olahraga lebih gemilang.

Ketua Umum TI Jateng Alex Harijanto tak menampik, pembangunan GOR terhenti alias mandek. Pasalnya, dana hasil patungan pengprov bersama para pelatih utama taekwondo se-Jateng yang sedianya untuk GOR, dialihkan guna persiapan babak kualifikasi (BK) menuju PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Ingin Diganti

Dana itu diakui Alex dimanfaatkan sebagai dana talangan untuk pelatda termasuk try out ke Korea yang mencapai angka Rp 900 juta. Alex sangat berharap, KONI Jateng bisa mengganti dana tersebut yang telah dikeluarkan sesuai pengajuan serta RAB yang telah diberikannya.

"Kami diminta membuat RAB untuk diajukan ke KONI Jateng. Tapi ternyata hanya dibantu dana yang jumlahnya jauh dari kebutuhan yang kami ajukan. Padahal dana Rp 900 juta kami butuhkan untuk membangun gedung olahraga dan tali asih atlet sebagai tradisi turun temurun di Pengprov TI," kata Alex Harijanto, kepada media di sela-sela kunjungan ke dojang taekwondo, Rabu 9 Oktober 2024 lalu.

Baca juga: Tebak Skor Ahmad Luthfi Sesuai Prediksi, Indonesia Ditahan Bahrain

Di dojang inilah para atlet pelatda digembleng untuk persiapan PON 2024, melakukan kaderisasi atlet.

Pada PON XXI 2024, cabang taekwondo terbilang sukses melampaui target KONI dan menjadi juara umum kedua di bawah tim taekwondo Jabar dengan perolehan 4 emas, 3 perak, dan 5 perunggu. Taekwondo masuk dalam cabor olahraga unggulan pertama KONI yang ditarget tiga medali emas.

''Semua taekwondoin yang kami kirim ke PON ditarget emas. Namun dalam setiap pertandingan ada yang menang dan kalah. Kami apresiasi semua atlet yang berjuang untuk Jateng,'' ujar legenda taekwondo yang telah mendapatkan penghargaan dari Menpora sebagai tokoh penggerak olahraga itu. (Aji)