Helo Indonesia

Wushu Jateng Rengkuh Lima Emas di Hari Pamungkas PON Bela Diri 2025

Ajie - Olahraga
Minggu, 26 Oktober 2025 20:48
    Bagikan  
Wushu Jateng Rengkuh Lima Emas di Hari Pamungkas PON Bela Diri 2025

Kontingen wushu Jateng berpose bersama Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman usai acara penyerahan medali di PON Bela Diri 2025

KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Setelah mengalami paceklik medali emas dalam dua hari pertandingan cabang olahraga wushu Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025, kontingen Jateng justru menggebrak di hari pamungkas penyelenggaraan event ini di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Minggu 26 Oktober 2025.

Jateng mampu merengkuh lima medali emas yaitu empat dari nomor sanda (pertandingan) dan satu taolu (peragaan jurus).

Diawali emas taolu yang dimainjkan pagi hari melalui nomor duillian beregu putri atas Jessica Antonetta, Evelyn Naura Adelia, dan Theodora Rosa Santoso. Ketiganya adalah peraih medali perak pada PON 2024 di Aceh-Sumut.

Baca juga: Jateng Menanti Emas dari Wushu, Atlet Sanda Tembus Semifinal PON Bela Diri

Jateng juga menambah perak dirah Glenda (Qiangshu putri), empat perunggu melalui Ryu (Daoshu pa), Naufal Naryama D (NanGun pa) da Rio Noviansyach (Kungfu-Wingchun Mok Yan Jong).

Adapun empat empat sanda diawali oleh Nasya Aulia Zahra Wahana (kelas 48 kg p) yang di final mengalahkan Rizki Rama Desriyani (Jambi), kelas 52 kg pi Gita Ariesta (mengalahkan Shelly Cahyani Dherisca/Kalimantan Utara), kelas 58,55 kg Bintang Reindra Nada Guitara (menang atas Benny Johan Hutagalung/Sumatera tara), kelas 63,45 kg Bayu Raka Putra (mengalahkan Fitrah A Yudha Faturrahman/Jawa Timur).

Dua finalis lain harus puas meraih perak setelah dikalahkan lawan-lawannya. Intan Anindiya (kelas 59.45) dikalahkan Ardianti Rizki Putri (Sumut), sedangkan Muhammad Ifnu Saputra (73,75 kg) dikalahkan Jumanta (DKI Jakarta)

Kemudian Aurella Calysta Purnomo (48,5 kg pi), Rama Evan Fernando (52 kg pa) mendapat medali perunggu karena kalah pada semifinal.

Penuhi Target

Atas hasil itu, nomor sanda maupun taolu menyatakan cabang olahraga wushu memenuhi target. Pelatih taolu Daniel Teguh Santoso menyebut pihaknya hanya menargetkan satu medali emas. Hanya saja, perolehannya agak meleset.

‘’Tidak masalah. Yang penting bisa memenuhi target. Dari event ini, kami akan lakukan evaluasi untuk meningkatkan prestasi,’’ katanya.

Sementara asisten pelatih sanda Imam Tauhid Ragananda menyebut apa yang diraih Jateng pada nomor sanda merupakan yang terbaik. Sebab mereka datang ke Kudus dengan kekuatan tim yang mayoritas muda.

‘’Kami tidak pasang target, namun dengan kekuatan yang ada kami berandai-andai bisa empat emas. Dan ini mampu kami penuhi,’’ ungkapnya.

Ditanya tentang perbandingan dengan PON Aceh – Sumatera Utara 2024 di mana Jateng merebut 6 emas dari nomor sanda, dia menyebut beda materi. Menurutnya, atlet peraih emas PON hanya dua yang hadir yakni Bayu Raka Putra, dan Bintan Reindra Nada Guitara. Puja Riyaya kini menjadi asiten pelatih dan tidak ikut bertanding.

‘’Justru itulah kami menyebut wushu tampil maksimal, Dengan materi pemain muda, masih bisa meraih empat emas. Mereka merupakan atlet masa depan Jateng’’ paparnya.

Baca juga: Fakultas Hukum USM dan Peradi Gelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat

Dengan empat emas, maka 4 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu, Jateng juara umum nomor sanda, mengungguli DKI dan Sumut yang masing-masing meraih 3 emas.

Dengan tambahan dari medali dari cabang olahraga wushu, maka total medali yang diraih kontingen PON Beladiri Jateng 25 emas, 34 perak dan 56 perunggu, menempati peringkat keempat. Posisi juara umum diraih DKI (42 – 27 – 30), kedua Jawa Barat (35 – 18 – 38) dan Jawa Timur (32 – 17 – 13). Posisi kelima ditempati Kalimantan Timur (16 – 15 – 32).

Semalam, PON Beladiri 2025 secara resmi ditutup oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Hadir pula Ketua Panitia Ryan Gozali, Director Program Djarum Foundation Yoppy Rosimin dan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris. (Aji)