Helo Indonesia

Koleksi 15 Emas, Karesidenan Semarang Juara Umum Kejurprov dan Grand Final Atletik 2025

Ajie - Olahraga
Senin, 27 Oktober 2025 08:07
    Bagikan  
Koleksi 15 Emas, Karesidenan Semarang Juara Umum Kejurprov dan Grand Final Atletik 2025

Dua pelari Blora Bektiningsih (kiri) dan Laela Salsabila meraih emas dan perak nomor steeplechase 3.000 m putri dalam Kejurprov/BK Porprov Atletik 2025

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Karesidenan Semarang tampil sebagai juara umum pada Kejurprov sebagai Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jateng XVII dan Grand Final Atletik 2025 yang berakhir di Lintasan Atletik Stadion Trilomba Juang, Semarang, Minggu 26 Oktober 2025.

Pada event ini, Karesidenan ini berjaya dengan mengoleksi 15 emas, 11 perak, dan 15 perunggu. Posisi kedua ditempati Karesidenan Pati dengan perolehan 14 emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Disusul Karesidenan Kedu dengan 10 emas, 3 perak, dan 6 perunggu.

Baca juga: Prestasi Jateng di PON Bela Diri 2025 Sesuai Target, Soedjatmiko: KONI akan Evaluasi

Karesidenan Semarang menambah dua emas dari David S Aji (jalan cepat 3.000 meter KU14-15) dan Faiz Irsyad (lari 1.500 meter putra KU14-15).

Sementara itu, dalam BK Porprov nomor steeplechase atau lari halang rintang 3.000 meter putra, pelari Kota Magelang Elisar Gamashi merebut emas dengan catatan waktu 10 menit 5,48 detik atau di atas limit Porprov yaitu 10:30.00. Medali perak ditempati Ranto (Kudus/10:31.57) dan perunggu Fatah Nur Akbar (Banyumas/10:37.22).

Di nomor steeplechase putri, atlet Blora Bektiningsih meraih emas sekaligus lolos ke Porprov dengan waktu 12:53.64 di atas limit Porprov (13:30.00). Rekan sedaerahnya, Laela Salsabila yang meraih perak juga lolos Porprov dengan waktub 13:06.20), dan perunggu ditempati Endah Eka (Kabupaten Magelang/13:54.58).

Ketua Umum Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jawa Tengah Rumini mengatakan, Kejurprov (BK Porprov) dan grand final atletik kelompok umur antarkaresidenan untuk memantau perkembangan atlet Jawa Tengah.

''Ini sebagai pijakan untuk level yang lebuh tinggi lagi khususnya atlet yang berlomba pada grand final kelompok umur. Jadi regenerasi selalu terjaga,'' tutur Rumini usai perlombaan.

Database Atlet Muda

Guru Besar FIK Unnes itu mengatakan, atlet muda Jawa Tengah akan terus berkembang dan harus didukung dengan pola pembinaan yang tepat. Melalui kejuaraan ini, PASI Jateng akan mempunyai database atlet muda di Jawa Tengah.

''Sebelumnya, tiap karesidenan menggelar kejuaraan kelompok umur antarkabupaten. Atlet terbaik tiap nomor yang dilombakan, bergabung atas nama karesidenan untuk berlomba pada grand final ini,'' kata Rumini.

Baca juga: Wushu Jateng Rengkuh Lima Emas di Hari Pamungkas PON Bela Diri 2025

Salah satu bukti keberhasilan sistem lomba ini, kata dia, Jawa Tengah berhasil menjadi juara umum Kejurnas Atletik di Solo, beberapa waktu lalu. Kesuksesan itu karena dukungan atlet-atlet muda hasil penjaringan kejuaraan di karesidenan.

''Jadi, grand final antar karesidenan ini punya posisi yang strategis untuk pembinaan. Kami bisa memantau dengan baik perkembangan mereka, dari sinilah PASI Jateng mendapatkan atlet yang bagus,'' tandas peraih emas Sapta Lomba SEA Games 1995 Thailand itu. (Aji)