SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim bola tangan Kota Semarang sukses menutup rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jateng 2026 dengan gemilang.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (30/10/2026), tim bola tangan putra dan putri Kota Semarang sukses mengawinkan medali emas sekaligus mempertahankan supremasi juara umum di cabang olahraga handball (bola tangan) indoor.
Baca juga: Perkara Pemerkosaan yang Dilakukan Betran Peto, Telah Naik ke Penyidikan
Pertandingan puncak yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Umum KONI Jateng Budi Santoso, Ketua Panwasrah PB Porprov Prof Mugiyo Hartono, serta Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara ini menyuguhkan drama olahraga yang memacu adrenalin penonton dari awal hingga akhir.
Laga final sektor putra mempertemukan tuan rumah Kota Semarang melawan Kabupaten Banyumas dalam tempo permainan yang sangat cepat dan agresif.
Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil habis-habisan. Di babak pertama, Septa Ami Maulana dan kolega sempat memimpin jalannya laga dengan skor nyaman 20-14 atas Banyumas.
Namun, tensi melonjak drastis di babak kedua. Saat kedudukan 25-20, insiden menegangkan terjadi ketika Septa diganjar kartu merah dan harus meninggalkan lapangan. Kota Semarang harus rela bermain dengan enam orang pemain saja selama dua menit penuh sebelum akhirnya formasi kembali lengkap usai masa hukuman dua menit habis.

Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Banyumas untuk memperkecil ketertinggalan hingga skor sempat membahayakan di angka 28-29. Beruntung, mental spartan anak-anak asuh Abdillah Nur Faizin berbicara banyak. Melalui serangan bergelombang yang konsisten, Kota Semarang akhirnya memastikan kemenangan dramatis dengan skor akhir 38-35.
Adapun medali perunggu di sektor putra sukses diraih oleh Kabupaten Tegal setelah menaklukkan perlawanan sengit Kabupaten Purworejo.
Sementara itu, dominasi Kota Semarang juga tak terbendung di sektor putri. Tampil tanpa celah, tim putri Kota Semarang sukses mengandaskan perlawanan Kabupaten Banyumas dengan skor telak 27-17.
Kemenangan mutlak ini memastikan medali emas sektor putri mutlak menjadi milik tuan rumah. Sementara itu, medali perunggu di sektor putri direbut oleh Kabupaten Purworejo yang tampil impresif saat menundukkan Kabupaten Demak pada perebutan tempat ketiga.
Dibalik kesuksesan gemilang ini, tersimpan kisah perjuangan yang mengharukan. Pelatih kepala tim bola tangan Kota Semarang, Nur Faizin, mengaku sempat mengalami "sport jantung" mendampingi anak asuhnya di partai final yang begitu menegangkan.
Sambil tersenyum tipis dan menunjukkan degupan jantung di smartwatch-nya, pelatih yang juga guru PJOK di SMP Karangturi Semarang itu tak kuasa menahan haru. Matanya berkaca-kaca kala mengenang fasilitas latihan yang jauh dari kata mewah.
Baca juga: Ungguli Ribuan Pesaing, LPPM USM Sabet Prestasi di Indonesia Patent Awards 2026
"Walaupun lapangan seadanya, yang membuat saya salut, mereka tetap punya motivasi tinggi. Mereka para pemain hebat," ujar Faizin lirih.
Ia mengungkapkan, timnya selama ini terbiasa berlatih di lapangan outdoor Polsek Ngaliyan dengan fasilitas penerangan yang ala kadarnya. Belum lagi kendala nonteknis di sektor putri, di mana sejumlah pemain berstatus sebagai pekerja sehingga kesulitan berlatih secara full team. Namun, segala keterbatasan tersebut justru dibayar tuntas dengan performa gigih di atas lapangan.
Rasa bangga yang sama turut disuarakan oleh Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara.
"Kita saksikan tadi, sangat menegangkan dan ketat sekali. Tapi syukurlah mereka bisa menang. Kemenangan ini sangat mengharukan, di hari terakhir pelaksanaan Porprov kami justru menambah dua keping medali emas dari handball," ungkap Arnaz penuh apresiasi.
Di sisi lain, kekalahan di partai puncak diakui oleh pemain Banyumas, Chandra Maulana Rifai. Ia menyebut timnya sempat kehilangan fokus dan melakukan miskomunikasi, serta gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di saat-saat krusial.
Kian Merata
Penutupan rangkaian cabang olahraga bola tangan Porprov XVII Jateng 2026 ini turut diwarnai dengan penyerahan sejumlah penghargaan individu, mulai dari Best Player, Top Scorer, Best Goalkeeper, hingga Best Youth.
Ketua Umum ABTI Jateng, Wikan Agung Winasis, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan gelaran ini. Ia menilai peta kekuatan bola tangan di Jawa Tengah kini semakin merata dan kompetitif.
"Kami merasakan perkembangan olahraga bola tangan makin maju dan kekuatan lebih merata. Dulu didominasi wilayah Utara, sekarang sampai ke Selatan wilayah Jateng. Kalau dulu selisih skornya jauh, kini mulai rapat dan sangat kompetitif," pungkas Wikan. **
