SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ambisi Kota Semarang memborong dua medali emas cabang olahraga (cabor) sofball Porprov Jawa Tengah XVII 2026 gagal terwujud.
Tim putri yang sebelumnya tampil perkasa tanpa kekalahan justru kehilangan momentum di partai final. Mereka takluk dari Kabupaten Pekalongan dengan skor 9-16 dan harus puas membawa pulang medali perak.
Sebaliknya, tim putra berhasil memenuhi target setelah tampil dominan saat menghadapi Kota Surakarta. Kemenangan telak 17-4 dalam tujuh inning mengantarkan Kota Semarang meraih medali emas.
Baca juga: Dua Emas Porprov Jateng untuk Ayah, Fardania Tuntaskan Rindu di Atas Arena Takraw
Dengan hasil tersebut, kontingen Kota Semarang mengoleksi satu emas dan satu perak. Capaian ini sekaligus mengulang hasil pada Porprov Jateng 2023 di Pati raya , ketika tim putra meraih emas, sedangkan tim putri mendapatkan perak.
Pertandingan final berlangsung di Lapangan Softball Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sekaran, Gunungpati, Sabtu (30/10/2026). Untuk sektor putra, Kota Semarang menjadi juara, disusul Kota Surakarta dan Boyolali. Sementara di kelompok putri, Kabupaten Pekalongan meraih emas, Kota Semarang perak, dan Grobogan perunggu.
Kekalahan tim putri menjadi hasil yang cukup mengejutkan. Sepanjang kompetisi, mereka menunjukkan performa konsisten dan belum pernah menelan kekalahan. Hasil positif saat menjalani uji coba di Solo dan Surabaya serta babak kualifikasi semakin menumbuhkan keyakinan untuk merebut emas.
Namun, penampilan pada laga puncak justru berbanding terbalik. Kabupaten Pekalongan mampu mengambil kendali pertandingan, terlebih setelah hujan deras mengganggu jalannya laga.
Pertandingan sempat dihentikan dua kali saat memasuki inning kelima. Ketika itu, Kabupaten Pekalongan unggul 8-5. Hujan membuat lapangan licin dan beberapa bagian tergenang air sehingga pertandingan harus tertunda sekitar 30 menit.
Setelah laga dilanjutkan, Kabupaten Pekalongan semakin produktif menambah angka. Hingga tujuh inning berakhir, mereka memastikan kemenangan 16-9.
Target Meleset
Ketua Pengkot Perbasasi Kota Semarang, Agus Sugianto, mengakui hasil tersebut jauh dari target yang telah ditetapkan. Menurutnya, tim putri sebelumnya memiliki modal kuat karena selalu menang dalam rangkaian pertandingan yang dijalani.
"Untuk target sebenarnya kita menargetkan dua emas, ya. Karena kita lihat di try out, atau untuk cewek itu di Solo, di Surabaya itu main bagus, terus juga tidak pernah kalah. Kebetulan cewek itu dari permainan awal sampai sekarang belum pernah kalah," ungkap Agus seusai pertandingan.
Ia menduga kondisi cuaca dan faktor kelelahan turut memengaruhi penampilan atlet. Apalagi, para pemain belum terbiasa bertanding di lapangan dengan kondisi basah akibat hujan.
"Kemungkinan sore ini antiklimaks juga. Karena mereka belum pernah kalah, kedua juga didukung cuaca yang enggak tidak mendukung, kita juga belum pernah latihan di trek-trek basah kaya gini belum pernah. Kemungkinan itu, kedua ya mungkin faktor capek atau gimana tapi ya begitulah hasilnya," katanya.
Agus juga melihat adanya penurunan permainan dibandingkan penampilan pada babak sebelumnya. "Menurun, ya kalau saya antiklimaks lah ini," ujarnya.
Berbeda dengan tim putri, sektor putra justru mampu menunjukkan permainan terbaik. Meski sempat kalah dari Boyolali pada pertandingan perdana babak reguler, evaluasi yang dilakukan membuat tim kembali solid.
Agus menyebut kekalahan tersebut menjadi peringatan agar pemain tidak terlalu percaya diri menghadapi lawan.
"Kalau yang putra, Alhamdulillah dari awal kita sudah menargetkan emas. Dari semua try out ke Jawa Barat, ke Jogja, itu juga hasilnya bagus. Permainannya juga bagus, pernah kalah dengan Boyolali sekali, tapi kayaknya itu merupakan kita briefing, ya kita briefing karena dia terlalu memandang sebelah mata, kemungkinan terlalu percaya diri itu, tapi langsung bisa kita benahi," tuturnya.
Baca juga: Siap Lahirkan Pemimpin Baru, FTIK USM Gelar Fit and Proper Test Pemira 2026
Hasil evaluasi tersebut terbukti efektif. Tim putra mampu tampil lebih tenang dan produktif saat menghadapi Kota Surakarta hingga menang dengan skor 17-4.
Di luar hasil pertandingan, Agus berharap pembinaan softball di Kota Semarang mendapat dukungan fasilitas yang lebih memadai. Saat ini, Lapangan Softball Unnes menjadi satu-satunya tempat yang bisa digunakan untuk menggelar pertandingan maupun latihan.
Dia menilai keberadaan lapangan khusus sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan, termasuk menjaring atlet muda melalui kompetisi antarpelajar SMA yang rutin diselenggarakan.
Penghargaan Atlet Terbaik
Penyerahan medali dan penghargaan berlangsung sekitar pukul 17.00, dihadiri Ketua Umum KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, serta Ketua Umum Pengprov Perbasasi Jateng periode 2026-2030, Ir Devri Alfiandy MSi.
Selain penghargaan untuk para juara, panitia memberikan apresiasi kepada atlet dengan penampilan terbaik selama kompetisi.
Di sektor putra, Best Hitter diraih Aditya Gatot AJÍ R (Boyolali), Best Slugger Marino Iqbal Bariezta (Kota Semarang), Most RBI Alvin Audian Nugroho (Kota Surakarta), Best Pitcher Galang Wahyu Ismaya (Kota Semarang), dan Most Valuable Player (MVP) Farrel Rifki Fauzan (Kota Semarang).
Untuk sektor putri, Best Hitter diberikan kepada Siti Febrina Risna Putri (Kota Semarang), Best Slugger Maia Setianing Utami (Kabupaten Pekalongan), Most RBI Damanda Imanissa (Kota Semarang), Best Pitcher Nurin Batrisya Nurdini (Kota Semarang), serta MVP Nada Aniendeya (Kabupaten Pekalongan). (Aji)
