KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Kontingen tuan rumah Kota Semarang tak tersaingi di arena olahraga Jawa Tengah. Melalui penampilan perkasa yang mendominasi sejak awal kompetisi, kontingen Ibu Kota Jateng ini mendominasi Porprov usai mengunci gelar Juara Umum Porprov XVII Jateng 2026 dengan raihan fantastis 177 medali emas, 121 perak, dan 112 perunggu.
Capaian ini mempertegas ketangguhan Semarang di puncak olahraga daerah. Keunggulan mereka bahkan berjarak amat jauh dari rival-rivalnya, perolehan 177 emas Semarang tercatat lebih dari dua kali lipat milik Kota Surakarta yang mengunci posisi kedua dengan 79 emas, 72 perak, dan 70 perunggu.

Sementara itu, kejutan manis tercipta di perebutan tempat ketiga. Kota Salatiga secara mengejutkan melesat ke peringkat tiga besar usai mengoleksi 41 emas, 37 perak, dan 66 perunggu.
Baca juga: Mental Spartan, Kota Semarang Kawinkan Emas Bola Tangan di Hari Terakhir Porprov
Sengitnya persaingan papan atas juga diwarnai aksi saling susul Kabupaten Grobogan dan Banyumas. Grobogan bertahan di peringkat keempat (35 emas, 44 perak, 68 perunggu), sedangkan Banyumas melakukan lonjakan spektakuler pada hari terakhir—melesat dari luar 10 besar langsung merangsek ke posisi kelima (35 emas, 56 perak, 65 perunggu).
Tatap PON 2028
Rangkaian pesta olahraga multievent terbesar di Jawa Tengah ini resmi dipungkas dalam upacara penutupan penuh khidmat di Stadion Kebondalem, Kendal, Jumat malam 30 Oktober 2026.
]
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama empat pimpinan daerah mewakili Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan, dan Kota Salatiga.
Prosesi penutupan dipimpin langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum PB Porprov XVII Jateng, Taj Yasin Maimoen. Detik-detik pemadaman api obor Porprov yang diiringi raungan sirene menandai berahirnya kompetisi sengit antardaerah tersebut.
Baca juga: Ungguli Ribuan Pesaing, LPPM USM Sabet Prestasi di Indonesia Patent Awards 2026
Dalam amanatnya, Taj Yasin menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kontingen dan panitia yang berhasil mengawal event hingga berjalan sukses. Dia menegaskan bahwa riak-riak kompetisi, termasuk dinamika protes di lapangan, adalah hal lumrah dalam olahraga profesional.
"Kami ajak semua atlet untuk bersiap-siap menyambut PON 2028," tegas Taj Yasin membakar semangat para atlet.
Di tengah suasana sukacita penutupan, Taj Yasin juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah mengheningkan cipta dan mendoakan dua atlet Jateng yang gugur saat berjuang di arena Porprov 2026.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jateng sekaligus Ketua Harian PB Porprov Sujarwanto Dwiatmoko dalam laporannya mengatakan, Porprov diikuti 35 kontingen kabupaten/kota dengan mempertandingkan 58 cabang olahraga, ditambah cabang ekshibisi dengan melibatkan 7.999 atlet, 1.910 ofisial, dan 3.571 perangkat pertandingan.
Sujarwanto juga menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya dua patriot olahraga yaitu Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet selam Kabupaten Jepara, yang meninggal pada 25 Oktober setelah bertanding dan sebelumnya meraih dua medali emas nomor 100 meter dan 200 meter bifin putri. Atlet kedua yaitu Ayudiah Rivana Tridiandinata, atlet pencak silat Kota Semarang, yang meninggal pada 28 Oktober.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Porprov XVII. Kendal mendapat kepercayaan menjadi salah satu tuan rumah pertandingan sekaligus lokasi penutupan.
Menurutnya, Porprov menjadi kesempatan untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi sekaligus menjaring atlet potensial. “Kami berharap, hasil kompetisi ini menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan menghadapi ajang - ajang berikutnya,” harapnya.
Peta Baru 2030
Penyelenggaraan tahun 2026 menghadirkan pergeseran peta kekuatan jika dibandingkan dengan edisi Porprov 2023 di Pati Raya (kala itu Semarang juga keluar sebagai juara umum dengan 186 emas).
Surakarta berhasil naik kelas dari peringkat tiga ke posisi dua. Salatiga dan Banyumas juga mencatatkan lompatan karier gemilang dengan menembus 5 besar. Sebaliknya, dari deretan tuan rumah edisi 2023 lalu, hanya Grobogan yang sanggup bertahan di papan atas.
Kisah kontras terjadi pada Kabupaten Rembang. Menjadi satu-satunya daerah yang gagal menyabet medali emas, Rembang mengakhiri ajang ini di dasar klasemen dengan raihan 1 perak dan 6 perunggu. Medali perak peredam duka dipersembahkan oleh Iqbal Yusro dari cabang pencak silat kelas B putra (50-55 kg).
Tirai Porprov XVII 2026 resmi ditutup, namun panggung berikutnya telah disiapkan. Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengumumkan bahwa Kedu Raya ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov Jateng 2030.
Gelaran empat tahunan mendatang akan melingkupi lima wilayah: Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Purworejo. Dia meminta daerah-daerah Kedu Raya segera bergerak cepat membangun serta membenahi sarana-prasarana (venue) pertandingan agar siap menyambut ribuan atlet empat tahun mendatang.
Klasemen 10 Besar Porprov Jateng
1 KOTA SEMARANG (177 emas, 121 perak, 112 perunggu)
2 KOTA SURAKARTA (79- 72- 70)
3 KOTA SALATIGA (41-37 -66)
4 KABUPATEN GROBOGAN (38 - 44- 68)
5 KABUPATEN BANYUMAS (35 -56 -65)
6 KABUPATEN PATI (35- 40- 50)
7 KABUPATEN JEPARA (30- 25- 47)
8 KABUPATEN BLORA (29- 28 -41)
9 KABUPATEN KUDUS (29- 26- 43)
10 KABUPATEN SEMARANG (25 -30- 34)
(Aji)
