Tim Ju-Jitsu Jateng Tambah 2 Perak 4 Perunggu di PON Bela Diri, Pelatih: Mereka Atlet Muda

Sabtu, 25 Oktober 2025 20:01
Atlet ju-jitsu Jateng Samuel Ricard (biru) gagal meraih medali emas setelah kalah dari Michael Nathanael (Jabar) di final Newaza Putra 62 kg

KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Tim ju-jitsu Jawa Tengah hanya mampu menambah dua medali perak dan empat perunggu pada hari kedua cabang ju-jitsu PON Bela Diri 2025 yang berlangsung di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Sabtu 25 Oktober 2025.

Dua perak dipersembahkan Samuel Ricard di nomor Newaza 69 kg putra), dan Lim Vivi (Newaza Putri 57kg). Sedangkan empat perunggu disumbangkan Zahrani Humaira (Newaza Putri 48kg), Prima Setya (Newaza Putra 69kg), Reno Rezian (Newaza Putra 77kg), Larasati Fridaminila (Newaza Putri 63kg).

Baca juga: Tim Jateng Tanpa Medali di Hari Terakhir Karate PON Bela Diri 2025

Total dua hari pertandingan, ju-jitsu meraih 14 medali dari Fighting, Show System, dan Newaza), dengan rincian satu emas, 7 perak, 6 perunggu.

Salah satu andalan Jateng pada hari kedua, Samuel Ricard, yang turun di nomor Newaza 63 kg putra, harus puas meraih medali perak setelah kalah tipis dari wakil Jawa Barat, Michael Nathanael, dengan skor 0–2 di partai final.

Samuel mengaku pertandingan berlangsung ketat dan dirinya belum bisa tampil maksimal di laga penentuan.

“Sebenarnya peluang untuk emas ada, tapi saya kurang tepat dalam menerapkan game plan. Lawan lebih siap dan lebih tenang di arena. Tidak ada alasan, kekalahan ini jadi bahan evaluasi untuk saya agar bisa tampil lebih baik ke depan,” ujar Samuel.

Baca juga: Sabet 10 Emas, Tim Jateng Berjaya pada Kejurnas Panahan di Bali


Ia menambahkan, kekalahan di final menjadi motivasi untuk bangkit di ajang berikutnya.
“Saya berjanji akan memberikan hasil terbaik bagi Jawa Tengah di kesempatan berikutnya,” tegasnya.

Atlet Muda

Sementara itu, Pelatih tim j-jitsu Jateng, Santi Apriyani Savitri menyebutkan hasil PON Bela Diri tetap membanggakan, mengingat sebagian besar atlet yang diturunkan merupakan atlet muda potensial.

“Kami melihat perkembangan yang positif dari para atlet. Kekompakan dan semangat juang mereka luar biasa. Dua emas memang meleset, tapi secara keseluruhan ini capaian yang baik,” ujarnya.

Baca juga: Jateng Raih 2 Perak dan 3 Perunggu pada Hari Pertama Cabang Wushu PON Bela Diri

Echa, sapaan karib Santi menambahkan, komposisi tim kali ini berbeda dibandingkan kontingen dari provinsi besar seperti Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur dan DKI Jakarta, yang masih mengandalkan atlet senior berpengalaman.

“Kalau Jabar dan DKI banyak pakai atlet lama, yang sudah melanglang buana di berbagai kejuaraan. Sementara kami justru menurunkan atlet-atlet baru. Mereka ini atlet muda, ada yang baru dua tahun latihan, paling lama tiga sampai empat tahun,” jelas sang pelatih.

Meskipun demikian, ia menegaskan rasa bangganya terhadap semangat juang para atlet muda Jateng yang mampu bersaing ketat dengan kontingen besar.

“Saya tetap bangga sama mereka. Mereka datang dengan semangat tinggi, meskipun pengalaman belum sebanyak lawan-lawan dari Jabar dan DKI,” katanya.

Baca juga: Puas Sabet Emas Ju-Jitsu, Wahyu: Duel Final yang Cukup Gila

Ketua Umum Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI) Jawa Tengah, Sabda Tamtama, menyampaikan evaluasi atas capaian kontingen Jujitsu Jateng di ajang PON Bela Diri 2025.

Dari seluruh nomor yang dipertandingkan, Jateng berhasil mengoleksi total 14 medali. Meskipun belum sesuai dengan target yang ditetapkan, PBJI Jateng tetap mengapresiasi kerja keras para atlet. (Aji)

Berita Terkini