Helo Indonesia

Tim Jateng Tanpa Medali di Hari Terakhir Karate PON Bela Diri 2025

Ajie - Olahraga
Sabtu, 25 Oktober 2025 19:31
    Bagikan  
Tim Jateng Tanpa Medali di Hari Terakhir Karate PON Bela Diri 2025

Karateka Jateng M Fakhri Aufa (merah) saat bertanding dengan Niko Putra Pratama (Bengkulu) di kumite kelas -84 kg putra

KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Empat karateka Jawa Tengah kalah dalam persaingan merebut medali pada hari terakhir cabang olahraga karate PON Bela Diri 2025 yang berlangsung di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Sabtu 25 Oktober 2025.

Keempat karateka Jateng tersebut adalah Caseyprila Mandagi, Hasna Hapsari, Luvena Milano Setiyaka, dan M Fakhri Aufa.

Di nomor kumite -50 Kg putri, karateka Jateng Caseyprila Mandagi sempat menang atas Alya Olivia (Kalsel), namun terhenti di babak berikutnya setelah kalah dari Damayanti (Kaltim). Medali emas pada kelas ini diraih Annisa Nur Anggraeni (DKI Jakarta).

Baca juga: Sabet 10 Emas, Tim Jateng Berjaya pada Kejurnas Panahan di Bali

Nomor kumite -55 Kg Putri Karateka Jateng Hasna Hapsari harus mengakui keunggulan Gusti Ayu Rahadiyan (Bali) di laga awal. Medali emas diraih Ifka Widya Sari (Sulawesi Selatan).

Sedang nomor kumite -61 Kg Putri: Luvena Milano Setiyaka kalah dari Sharon Verlina (Jawa Barat). Emas kelas ini direbut Farhah Dwi Alyawati (DKI Jakarta).

Adapun nomor kumite -84 Kg Putra, karatekan M Fakhri Aufa sudah menang meyakinkan dengan Niko Putra Pratama (Bengkulu) dengan skor 7–0 di laga awal, tetapi kalah 1–3 dari M Rizcky Abdillah (Banten) pada babak berikutnya. Medali emas kelas ini diraih Sandy Firmansyah (Jawa Barat).

Dengan hasil tersebut, kontingen karate Jawa Tengah menutup PON Bela Diri 2025 dengan raihan satu emas, satu perak, dan satu perunggu.

Ketiga medali itu disumbangkan oleh Hera Irnandha (Kumite +68 Kg Putri) emas, Getta Shafada Aryadilana (Kumite +84 Kg Putra) perak dan M. Dzaka (Kumite -75 Kg Putra) perunggu.

Baca juga: Jateng Raih 2 Perak dan 3 Perunggu pada Hari Pertama Cabang Wushu PON Bela Diri

Jateng berada pada peringkat 6 klasemen akhor perolehan medali cabor ini. Sebagai juara umum adalah DKI Jakarta dengan 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu, disusul Jawa Barat dengan 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu, dan ketiga Sulawesi Selatan dengan 2 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Peringkat keempat Bali (2-0-2) Kemudian peringkat kelima adalah Jawa Timur (1-2-1).


Cukup Memuaskan

Pelatih tim karate Jawa Tengah Muhammad Anas mengaku puas dengan hasil yang dicapai anak asuhnya, meski persiapan menuju PON Bela Diri ini sangat singkat.

“Kalau dilihat dari hasilnya, sudah cukup bagus. PON sebelumnya kita dapat satu emas dan satu perunggu, sekarang bisa satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Persiapannya juga tidak panjang, hanya sekitar dua minggu,” ujarnya usai pertandingan.

Anas menilai performa para atlet cukup baik, terutama karena sebagian besar merupakan atlet muda yang baru naik kelas dari junior ke senior.

“Regenerasi berjalan baik. Beberapa anak ini juga akan turun di Popnas. Jadi dari sisi pembinaan, kita melihat hasil ini positif,” tambahnya.

Baca juga: Puas Sabet Emas Ju-Jitsu, Wahyu: Duel Final yang Cukup Gila

Meski demikian, ia tetap mencatat pentingnya perbaikan dalam masa persiapan.

“Idealnya, program latihan bisa tiga bulan penuh. Dengan waktu yang cukup, adaptasi dan kesiapan mental bisa lebih matang. Tapi secara umum hasil ini memuaskan,” kata Anas.

Ditanya soal penampilan M Fakhri Aufa yang tampil impresif di laga awal dengan kemenangan telak 7–0 atas atlet Bengkulu, namun harus mengakui keunggulan lawan dari Banten di babak berikutnya dengan skor 3–1, menurutnya penampilannya juga sudah bagus. Karena lawannya juga lebih senior dan berpengalaman. (Aji)