Helo Indonesia

Pabrik Penyulingan Minyak Daun Cengkeh di Pangandaran Ludes Terbakar

Restiyan Ningsih - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 15 Oktober 2023 17:51
    Bagikan  
Pabrik Penyulingan Minyak Daun Cengkeh
Andri

Pabrik Penyulingan Minyak Daun Cengkeh - di Pangandaran Ludes Terbakar

HELOINDONESIA.COM - Pabrik penyulingan minyak daun cengkeh berukuran 10x15 meter milik Nurwahid di Dusun Tenjosari Rt 005 RW 004 Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ludes terbakar pada Sabtu 14 Oktober 2023 sekira pukul 19.15 WIB.

Sumber api diduga berasal dari sisa penyulingan yang merambat kebagian bangunan lainnya yang terbuat dari kayu.

Salah satu pengelola pabrik Penyulingan Minyak Daun Cengkeh, Rusdi mengaku sempat mendengar suara ledakan yang sangat keras dari dalam pabrik sebanyak tiga kali, dan tidak lama kemudian terlihat muncul api membakar bangunan pabrik.

"Api begitu cepat menjalar keseluruh bangunan hingga membakar ludes pabrik beserta isinya," ujarnya melansir Jurnalmedia.id . di lokasi kejadian, Sabtu 14 Oktober 2023 malam.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kata Rusdi, akibat kebakaran yang melanda pemilik pabrik mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Baca juga: Terbakar 15 Ha Kawasan Tangkapan Air Waduk Batu Tegi Tanggamus

"Selain bangunan pabrik, bahan baku minyak, yakni daun cengkeh sebanyak 4 kuintal yang baru dikirim dari langkaplancar, terpal, ratusan buah karung, dan barang-barang lainnya ikut ludes terbakar," terangnya.

Untuk memadamkan kobaran api, sebanyak 8 orang petugas dan 2 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Selama proses pemadaman, petugas damkar terlihat kesulitan lantaran pabrik berada di lokasi yang curam dan sempit.

Menurut salah seorang petugas Damkar Kabupaten Pangandaran, Zaenal Mutaqin sebanyak 2 unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menjinakan api yang membakar pabrik.

Baca juga: PKS Pesawaran Siap Coret Bacaleg Tersandung Korupsi Dana Desa

"Api berhasil dipadamkan setelah personel damkar berjibaku selama 3 jam. Selain bangunan yang mudah terbakar kami juga kesulitan pasokan air lantaran sumber air terbilang jauh dari lokasi kejadian," terangnya.

Zaenal menyebutkan, dua unit damkar yang diterjunkan ke lokasi kejadian, satu unit stand bye di lokasi, sementara 1 unitnya lagi bertugas mengambil air dari sumber irigasi.

"Satu unit mobil khusus ngambil air, sedangkan 1 unit lagi stand bye melakukan pemadaman serta pendinginan," tukasnya. (**)