Helo Indonesia

Setelah Nasir, Firman Rusli Akan Gugat Penyelenggara Pilbup Pesawaran

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 26 Februari 2025 12:59
    Bagikan  
Setelah Nasir, Firman Rusli Akan Gugat Penyelenggara Pilbup Pesawaran

Firman Rusli/Foto: Ist

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Peserta Pilbup Pesawaran 2010 Firman Rusli akan menggugat penyelenggara pemilu Kabupaten Pesawaran yang telah meloloskan calon bupati tanpa ijazah SMA sebagai pelajaran bagi penyelenggara pemilu.

Sebelumnya, peserta Pilbup Pesawaran Tahun 2010 lainnya M. Nasir juga menyiapkan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilkada 2010 yang dimenangkan Aries Sandi Darma Putra tanpa memenuhi syarat administrasi.

Menurut Firman, Rabu (26/2/2025), pihaknya menilai perlunya gugatan ini dilakukan, sebagai langkah pembelajaran bagi para penyelenggara untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam verifikasi berkas calon Kepala Daerah.

Alasan M. Nasir, dirinya dirugikan atas adanya manipulasi dokumen pendidikan SMA Aries Sandi sebagai calon bupati pada Pilkada Pesawaran 2010. M Nasir (27,77 persen) kalah tipis dengan Aries Sandi-Musiran (30,05 persen)!dari 204.987 suara daftar pemilih tetap (DPT).

Dikatakan, KPU merupakan lembaga yang digaji oleh negara dengan harapan pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan baik, jujur dan adil. “Bukannya baik atau jujur dan adil, tapi ini malah berulang lagi," katanya.

“Saya rasa, kalau permasalahan ini dibiar-biarkan, tentunya akan berdampak kepada kepercayaan masyarakat terhadap para penyelenggara, dan kejadian seperti ini bisa saja terjadi lagi di kemudian hari kalau kita biarkan,” kata dia.

Menurut Ketua Adat Ajang Saibatin Pesawaran itu, penyelenggara dan oknum yang menggunakan persyaratan cacat hukum tersebut, memiliki hutang moril kepada masyarakat, dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya baik secara hukum maupun kepada masyarakat.

“Permasalahan ini murni kesalahan dari penyelenggara dan juga calon yang menggunakan persyaratan cacat hukum, yang berdampak kepada kerugian material karena biaya untuk PSU tersebut tidak sedikit, kemudian kerugian bagi masyarakat Pesawaran," pungkasnya. (Rama)