HELOINDONESIA.COM -Tampilannya yang tinggi menjulang dan penuh warna menjadikan honey toast kuliner yang sangat Instagrammable dan fotogenik di media sosial.
Selain rasanya yang lezat dengan porsi besar, honey toast sangat cocok dipesan saat sedang berkumpul di kafe bersama teman atau keluarga.
Hidangan yang mengombinasikan roti tawar super tebal dengan berbagai topping estetik itu tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan petualangan tekstur yang luar biasa di setiap gigitannya.
Meski kini mudah ditemukan di berbagai negara, honey toast sebenarnya lahir di Shibuya, Tokyo, Jepang, pada era 1990-an.
Baca juga: Soal Kenaikan Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, DPRD Lampung Jadwalkan Panggil Pengelola
Di negara asalnya, hidangan ini sering disebut sebagai Shibuya honey toast atau disingkat hanitō.
Awalnya, menu ini menjadi hidangan ikonik di kafe-kafe karaoke Jepang sebagai camilan mewah untuk dinikmati bersama teman-teman.
Berkat popularitasnya yang melonjak, tren ini menyebar cepat ke Taiwan, Thailand, Singapura, hingga akhirnya menjadi menu wajib di banyak kafe estetis di Indonesia.
Salah satu hal yang membuat honey toast berbeda dari roti bakar biasa adalah cara pembuatannya yang unik.
Baca juga: Pemkot Bandarampung Dukung Implementasi Rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI
Dari jenis Brick Toast. Menggunakan satu blok roti tawar utuh yang dipotong sangat tebal, menyerupai sebuah kotak atau bata.
Di bagian tengah roti dipotong dan dikeluarkan, lalu diiris menjadi kubus-kubus kecil.
Bagian dalam kotak roti dan kubus-kubus kecil tersebut diolesi mentega dan madu secara royal sebelum dipanggang.
Proses pemanggangan membuat bagian luar roti menjadi sangat renyah dan berwarna cokelat keemasan akibat gula dan madu yang terkaramelisasi, sementara bagian dalamnya tetap lembut.
Baca juga: Tapir Disembelih Warga, Lemahnya Sosialisasi BKSDA dan Rusaknya Register 45 Mesuji
Setelah matang, kubus roti dimasukkan kembali ke dalam kotak roti, lalu diberi siraman madu ekstra.
Daya tarik utama dari honey toast modern terletak pada kreativitas topping-nya.
Di atas gunungan roti panas, biasanya ditambahkan satu atau dua sekop es krim besa, seperti rasa vanila, matcha, atau cokelat.
Kontras antara roti hangat yang renyah dan es krim dingin yang perlahan meleleh menciptakan kombinasi rasa yang magis.
Sebagai pelengkap, kafe-kafe biasanya menambahkan buah-buahan segar seperti stroberi, pisang, dan kiwi untuk memberikan rasa segar alami.
Baca juga: Dampak Kebijakan Biodiesel B50 terhadap Sawit dan Kesejahteraan Lampung?
Whipped cream lembut dan saus tambahan (seperti cokelat, karamel, atau selai kacang).
Taburan kacang almond, remahan biskuit, atau daun mint sebagai pemanis visual.
