Helo Indonesia

Padat Agenda, 18 Kegiatan Munas APEKSI, Metro Tampilkan Wastra Siger Lampung Kapal

Sabtu, 10 Mei 2025 13:11
    Bagikan  
Padat Agenda, 18 Kegiatan Munas APEKSI, Metro Tampilkan Wastra Siger Lampung Kapal

KOMPAK - 98 Walikota peserta Munas APEKSI 2025 tajuk APEKSI Untuk Negeri. Kompak ya. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM  ---— Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 bertema raya APEKSI Untuk Negeri, berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/5/2025) hingga Sabtu (10/5/2025).

Rangkaian agendanya, total padat ada 18. Yakni 7 acara utama: Gala Dinner, Pembukaan dan Panel Munas, Pleno dan Penutupan, Indonesia City Expo (ICE), Karnaval Budaya, Program Wanita (Ladies Program), Pemuda Pengubah Kota (Youth City Changers).

Lalu, 7 kegiatan pendamping: Penanaman Pohon, Tur Kota (City Tour), Pentas Seni, Forum Kepala Bappeda, Forum Nasional Komunikasi dan Digital (Komdigi), Forum Nasional Lingkungan Hidup, Publikasi dan Aktivitas Media.

Dan 4 acara sampingan ICE 2025: Forum Kota Cerdas Indonesia-Korea (Indonesia-Korea Smart City Forum), Expo Komdigi, Klinik Pencocokan dan Pelatihan Bisnis (coaching clinic), Sesi Forum Bisnis 2 (Business Forum), dan Pembicaraan Bisnis (business matching).

Per linimasa, pra seremoni dimulai dengan kedatangan delegasi dan Orientasi Youth City Changers, Senin (5/5/2025), 12.00-21.00 WIB.

Lanjut hari pertama, diisi Youth City Changers hari pertama full day mulai pembukaan, bursa ide, susur sungai, dan diakhiri makan malam di Hotel Santika Surabaya, Selasa (6/5/2025).

Lanjut hari kedua, diisi Youth City Changers hari kedua pukul 08.00-16.00 WIB, mulai dari historical city tour, bincang muda, apresiasi dan penutupan, dipusatkan di Balai Budaya Surabaya, pada Rabu (7/5/2025).

Juga hari kedua, Forum Nasional Komunikasi dan Digital (Forum Komdigi) dengan peserta Kadiskominfo atau Kadiskominfotik atau Kadiskomdigi Kota se-Indonesia, dan Forum Nasional Lingkungan Hidup dengan peserta Kadis Lingkungan Hidup Kota se-Indonesia, keduanya di Hotel Grand City Surabaya; serta Forum Kepala Bappeda Kota se-Indonesia di Gedung Barat Balai Pemuda Surabaya. Ketiga acara bersamaan, pukul 08.30-16.30 WIB.

Sama hari beda jam, Gala Dinner Munas pun dihelat di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu (7/5/2025) malam. Ke-97 walikota pun ada yang diwakili wakil walikota, bergantian bertukar cinderamata dengan Walikota Eri.

Memasuki hari ketiga, atau terhitung Munas Hari Pertama, Kamis (8/5/2025), ada seremoni Arahan dan Pembukaan Munas oleh Presiden yang diwakili oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Soegiarto sekaligus mewakili Mendagri M. Tito Karnavian menjadi pembicara kunci acara di Convention Hall Grand City Surabaya, 08.00-12.00 WIB ini.

Sama jam beda tempat, di Hotel Sheraton Surabaya berlangsung Ladies Program bagi para istri walikota yang secara ex officio Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota. Acara diisi pertunjukan alat musik angklung, pemutaran video teaser profil masing-masing kota, peragaan busana, dan penampilan artis musisi Budi Doremi yang turut memeriahkan penghujung acara.

Info penyelia, selain; pada sesi fesyen show, Kota Metro, Lampung, menampilkan wastra khas kain motif siger Lampung Kapal sebagai bentuk pelestarian budaya lokal dan promosi kekayaan tekstil tradisional kepada peserta Ladies Program Munas APEKSI 2025.

Jeda siang, pukul 13.00-17.00 WIB dilanjutkan Pembukaan ICE dan Kunjungan Stan, diikuti 98 walikota di Exhibition Hall Hotel Grand City Surabaya. Bersamaan, dihelat ICE Business Forum dan Indonesia-Korea Smart City Forum di ICE Stage, area tersebut, diikuti para Kadis Kominfo atau Kominfotik atau Komdigi Kota.

Lantas, Kamis petang hingga bada Magrib, City Tour tiga gelombang terpisah. Walikota ke Jembatan Suroboyo, Water Laser Show. Para istri Walikota ke Kota Lama, SKG Siola, gabung ke Jembatan Suroboyo dan Water Laser Show. Delegasi Kota ke Kampung Peneleh, SKG Siola, Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, SKG MERR, Kota Lama, Dermaga Monkasel, Wisata Perahu Kali Mas.

Kamis malam, selain dinner kembali dibarengi Water Laser Show di THP Kenjeran, Surabaya, diikuti para walikota beserta istri.

Lanjut hari ini, Jum'at (9/5/2025), para walikota melakukan penanaman pohon di Taman Suroboyo, pukul 06.00-08.00 WIB. Para Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Kota peserta Ladies Program diajak tuan rumah, Rini Indriyani Eri Cahyadi, merasakan sensasi kuliner khas dalam tajuk Nguleg Rujak di THP Kenjeran, 08.00-10.00.

Para Walikota usai menanam pohon mengikuti agenda Munas Hari Ke-2 terdiri dari Sidang, Pleno, Pengukuhan Ketua dan Pengurus, dan Penutupan Munas, di Ballroom Grand City, maraton pukul 09.00-16.00 WIB.

Terpisah, 13.30-17.00 WIB, para Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kabag Kerja Sama Setdakot se-Indonesia mengikuti ICE Business Forum bertema 'Investing to City for Better Future' di ICE Stage Exhibition Hall Grand City.

Dan gelaran Jum'at ditutup dengan Karnaval Budaya tema 'Light Culture Parade', dari titik berangkat di Jl Tunjungan pertigaan Genteng hingga akhir Balai Pemuda Jl Gubernur Suryo.

Menambah kekariban, hari penghujung, Sabtu (10/5/2025) para Walikota bermain sepakbola bersama dalam tajuk Mayor's Fun Match Football, disuporteri para istri, di Lapangan THOR Surabaya. Kerennya, sadar promosi, Walikota Surabaya Eri Cahyadi mendapuk Tranmere Rovers FC sebagai Coach.

Lanjut Sabtu malam, tangkai ICE 2025 akan diisi pengumuman stan, festival dan karnaval budaya Nusantara terbaik; plus penutupan.

Diketahui, ICE berlangsung Kamis-Sabtu pukul 10 pagi hingga 9 malam. Bersamaan jam dengan Pentas Seni Indonesia International Art Festival di halaman Hotel Grand City.

Sedang ICE Business Matching, berlangsung pukul 10 pagi hingga 5 sore, pesertanya dari Diskominfo/Diskominfotik atau Diskomdigi, DPMPTSP dan Bagian Kerja Sama Setda Kota se-Indonesia, di Korea Pavilion dan Mitra Pembangunan area hotel ini, Kamis-Sabtu.

Terpisah, stan Pemkot Bandarlampung dan Pemkot Metro, yang keduanya menampilkan produk unggulan terbaik pelaku UMKM baik fesyen, kuliner kopi Robusta Lampung dan aneka keripik, maupun wastra khas Tapis Lampung, batik unik, sulam usus, dan lainnya, dilaporkan dipadati pengunjung pembeli.

Beberapa warga Surabaya asal Lampung yang pewarta hubungi, sebagian ada yang mengaku mengetahuinya ya saat dihubungi. "Wah baru tahu, iya iya, Grand City ya. Kopi ya, wah iya iya ntar ke sanalah. Sibuk Bung, maklumlah namanya di sini buruh hehe," ujar salah satunya, mukim di Surabaya Selatan.

Begitu padatnya agenda. Sebagai penggelitik, yang jarang publik dengar dari ruang-ruang diskusi internal APEKSI, antara lain ihwal nasib dan masa depan skema pengembangan kota kembar (sister city) antar kota di Indonesia.

Dimana tercatat, sejak bermula lahirnya praktik kota kembar, pertama kali muncul pasca Perang Dunia II untuk mendorong pertukaran dan pemahaman budaya.

Dari, inisiatif Toledo, Walikota Ohio, Amerika Serikat, yang memulai konsep ini tahun 1931 silam dengan menjalin hubungan dengan kota yang kebetulan namanya sama dengan nama dia, Kota Toledo, Spanyol, sejak itu gagasan kota kembar menular ke ribuan kota sedunia.

Hingga kemudian, tergantung kesamaan kepentingan budaya, ekonomi, pendidikan; relasi lantas melibatkan pertukaran manusia, aset, bahkan ide antarkota, dengan praksisme kota kembar bantu jembatani kesenjangan budaya, majukan pemahaman global.

Secara rekam jejak per lahirnya otonomi daerah pascareformasi hingga kini, sedikitnya terdapat 70 riwayat relasi kerja sama kota kembar taja kota-kota Indonesia. Baik yang katakanlah gagal target, lalu yang eksis sejak mula dicanang hingga akhir periode kerja sama maupun hingga kini, atau yang terjalin kemudian terinterupsi lalu tersambung lagi sama bidang atau dengan bidang kerja sama yang berbeda.

Tuan rumah Munas, Surabaya terhitung keren. Tercatat, menjalin kerja sama kota kembar dengan Kota Seattle dan Washington DC, Amerika Serikat; Guangzhou, China; Izmir, Turkiye; Liverpool, Inggris; Busan, Korea Selatan; teranyar Kitakyushu, Jepang.

Adapun dari catatan yang ada, untuk kota yang jalin kerja sama kota kembar dengan sesama kota di Indonesia, hanya ada Kota Martapura, Kalimantan Selatan, yang pernah menjalinnya dengan Bangil, Pasuruan Jawa Timur; dan Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau.

Itu baru satu. Soal. Satu saja, Cak Eri Cahyadi, lainnya sambung nanti. (Muzzamil)