LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kabar patung tangan penari Lampung di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Singers Milenial Persimpangan Lungsir, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, retak.
Isu ini menyebar cepat setelah beredar foto yang menunjukkan adanya guratan hitam di antara jari tengah dan jari manis patung tersebut. Kekhawatiran publik membuat Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana turun langsung mengecek lokasi pada Rabu (13/8/2025).

Hasilnya, kabar retaknya patung terbantahkan. Guratan hitam yang terlihat dari kejauhan ternyata bukan retakan, melainkan lumut yang tumbuh akibat aliran air hujan yang mengalir di permukaan patung.
Posisi patung yang berada di ruang terbuka membuatnya rentan terkena cipratan air dan kelembapan, sehingga memunculkan noda alami tersebut. Meski isu “retak” telah terjawab, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perawatan rutin terhadap ikon-ikon kota.
Sebab, keindahan yang sudah dibangun dengan biaya besar tentu perlu dijaga agar tetap mempesona di mata warga dan pengunjung yang merupakan bagian dari proyek JPO Singers Milenial yang diresmikan pada 14 Februari 2025.
Dibangun dengan anggaran sekitar Rp20 miliar, proyek ini menjadi salah satu program unggulan Eva Dwiana mempercantik kota sekaligus menambah ikon wisata. JPO menyuguhkan area foto yang estetis, pemandangan kota, serta akses ke Masjid Agung Al-Furqon.
Selain menjadikannya titik strategis pariwisata kota, alasan lainnya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki, mengurangi kemacetan, dan risiko kecelakaan Persimpangan Lungsir .
Desain patung yang menggambarkan gerakan tangan khas tarian tradisional Lampung diharapkan menjadi simbol pelestarian budaya dan daya tarik bagi wisatawan. JPO memiliki panjang sekitar 200 meter, lebar sekitar 4 meter, dan ketinggian mencapai 10 meter
Nama JPO Siger Milenial dipilih dengan penuh makna oleh Wali Kota Eva Dwiana. Bagian “Siger” merupakan penghormatan terhadap “mahkota Siger” – simbol kebudayaan Lampung berupa mahkota logam dengan lengkungan khas, terkadang dihiasi permata .
Sementara istilah “Milenial” mencerminkan harapannya agar infrastruktur ini menjadi titik hangout dan destinasi populer di kalangan generasi milenial dan Gen Z, sekaligus sebagai media promosi budaya lokal melalui keterlibatan kaum muda .
Dengan latar nama yang kaya makna, angka anggaran yang signifikan, serta nilai estetis dan fungsional yang kuat, JPO Siger Milenial lebih dari sekadar jembatan—ia menjadi simbol modernisasi, pelestarian budaya, dan ruang publik yang ramah generasi muda.
Dengan berdirinya JPO Siger Milenial—gabungan elegan antara simbol kebudayaan Lampung dan semangat milenial memperlihatkan wajah baru kota yang tak hanya fungsional tapi juga estetis, membuat setiap langkah di jembatan itu bukan sekedar melewati ruang, melainkan merayakan identitas.(HBM)
