Helo Indonesia

Wali Kota Ajak Warga Semarang Isi Kemerdekaan dengan Penuh Tanggung Jawab

Minggu, 17 Agustus 2025 19:31
    Bagikan  
Wali Kota Ajak Warga Semarang Isi Kemerdekaan dengan Penuh Tanggung Jawab

Warga RT 08/ RW 11 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang menerima hadiah lomba di acara malam tasyakuran HUT ke-80 Kemerdekaan RI

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa dalam malam tasyakuran memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar warga RT 08/ RW 11 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Sabtu malam 16 Agustus 2025.

Acara dihadiri sekitar 120 warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, lansia hingga tokoh masyarakat setempat, sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RT 08 Wahidin Hasan membacakan pesan khusus dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti sebagaimana teks pidato refleksi HUT Ke-80 RI yang dibagikan pada 10.628 Ketua RT se Kota Semarang, dan ucapan terima kasih atas bantuan dana operasional RT yang sudah diberikan pada seluruh Ketua RT se-Kota Semarang.

Baca juga: Hadirkan Pengawal Bung Karno, Upacara HUT ke-80 RI di Balai Kota Semarang Terasa Istimewa

Agustina dalam pidato tertulis menekankan pentingnya memahami kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai hasil dari perjuangan panjang bangsa Indonesia.

Wali Kota mengingatkan bahwa proklamasi 17 Agustus 1945 bukanlah peristiwa yang muncul tiba-tiba. Kemerdekaan merupakan buah dari pengorbanan para pahlawan bangsa yang bertaruh nyawa, harta, bahkan masa depan mereka demi cita-cita Indonesia merdeka.

Perjuangan itu sudah dirintis sejak era perlawanan rakyat terhadap penjajahan Portugis, Belanda, hingga Jepang. Puncaknya adalah saat Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada Jumat, 17 Agustus 1945, di Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

“Peristiwa itu adalah tonggak lahirnya sebuah bangsa merdeka setelah ratusan tahun dijajah. Namun, tugas kita hari ini adalah bagaimana menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan penuh tanggung jawab,” demikian pesan Wali Kota dalam teks pidatonya.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menekankan bahwa kemerdekaan sejatinya adalah tirakat panjang. Para pendiri bangsa bukan hanya berjuang di medan perang, tetapi juga melalui diplomasi, pendidikan, dan penguatan persatuan.

Baca juga: Napak Tilas Kemerdekaan, Wagub Jateng Gowes Bareng PWNU dan Anshor Jateng

Semangat gotong royong, keberanian melawan penindasan, serta keikhlasan berkorban menjadi nilai yang diwariskan kepada generasi penerus.

“Esok bendera akan berkibar di langit Semarang dan di seluruh tanah air. Namun malam ini mari kita kibarkan merah putih di hati kita masing-masing. Kemerdekaan tidak hanya berkibar di tiang, tapi juga harus hidup di jiwa kita semua,” ujar Wali Kota dalam pesan yang disampaikan Ketua RT Hasan.

Ceramah Refleksi

Malam tasyakuran juga diberikan ceramah refleksi HUT Ke-80 RI oleh sesepuh sekaligus tokoh masyarakat, yang juga dosen Undip Semarang, Prof Dr Iriyanto Widisuseno MHum.

Ia mengajak melalui wungon atau malam tirakatan HUT RI ini sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada jasa para pahlawan, agar hikmah 80 tahun kemerdekaan itu kita isi dengan kehidupan yang lebih baik, penuh kebersamaan dalam keberbedaan agama, suku, dan tingkatan sosial.

Tirakatan dilanjutkan ramah tamah warga, pembagian hadiah lomba dan juga potong tumpeng. Perayaan sederhana ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup di tengah masyarakat, bahkan di tingkat kampung, sebagai pilar terdepan persatuan bangsa.

Tirakatan dilanjutkan ramah tamah warga, pembagian hadiah lomba, door prize juga potong tumpeng, serta menyanyikan lagu-lagu nostalgia. (Aji)