Helo Indonesia

FSM Undip - BRIN Berkolaborasi Kembangkan Limnologi dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Tropis

Jumat, 5 September 2025 07:05
    Bagikan  
FSM Undip - BRIN Berkolaborasi Kembangkan Limnologi dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Tropis

Para peserta SMILS III berpose bersama

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Cluster for Paleolimnology (CPalim), Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (FSM Undip) Semarang bersama Masyarakat Limnologi Indonesia (MLI) menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 3rd International Conference and Scientific Meeting of the Indonesian Limnology Society (SMILS III) pada Rabu-Kamis, 3–4 September 2025.

Acara ini berlangsung secara hybrid (offline dan online), dengan lokasi utama di Gedung Acintya Prasada, Fakultas Sains dan Matematika, Undip, Semarang, Jawa Tengah.

Konferensi internasional ini mengusung tema “Building Synergies and Aligning Shared Goals for Sustainable and Resilient Tropical Inland Water Management: Addressing Challenges, Advancing Innovations, and Promoting Collaborative Solutions.”

SMILS III menghadirkan sejumlah keynote speakers terkemuka dunia, yaitu: Prof Chihiro Yoshimura (Institute of Science Tokyo), Prof Dr Ir Gadis Sri Haryani (BRIN), Prof Dong Gun Kim (Sangmyung University, Korea Selatan), Prof Peiyu Zhang (Chinese Academy of Sciences).

Baca juga: Bupati Tubaba Lantik 13 Pejabat, 9 Penyegaran 4 Pengukuhan Jabatan

Selanjutnya Dr Budi Heru Santosa (UNESCO–IHP), Prof Dr Ocky Karna Rajasa (BRIN), Assoc. Prof Łukasz Kruszewski (Polish Academy of Sciences), Prof Tri Retnaningsih Soeprobowati (Universitas Diponegoro), dan Prof Peter Gell (Federation University, Australia).

Konferensi ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya SMILS diselenggarakan di luar BRIN, menandai perluasan jejaring akademik dan kolaborasi riset dengan perguruan tinggi nasional.

Kehadiran CPalim Undip sebagai tuan rumah mencerminkan peran aktif CPalim Undip dalam pengembangan limnologi serta kontribusi nyata bagi pengelolaan ekosistem perairan tropis.

Topik Strategis

Selain sesi pleno dengan pembicara utama, konferensi membahas topik-topik strategis mulai dari tantangan pengelolaan perairan darat tropis, pendekatan inovatif dalam pemantauan sumber daya air, paleo-limnologi, dinamika sistem perairan, pemanfaatan GIS dan remote sensing, hingga kolaborasi lintas-sektoral untuk keberlanjutan ekosistem perairan.

Penyelenggaraan SMILS III juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi nasional dan internasional, di antaranya Masyarakat Limnologi Indonesia (MLI), UNESCO International Hydrological Programme (IHP), Southeast Asian Limnological Network (SEALNet), serta Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro. Dukungan ini menegaskan posisi SMILS sebagai forum kolaboratif yang diakui secara global.

Menurut ketua panitia Prof Tri Retnaningsih Soeprobowati, SMILS diikuti lebih dari 100 peserta yang mengikuti secara offline dan pulhan yang ikut secara online. Para peserta berasal dari Jepang, Korea Selatan, China, Malausia, Filipina, Belanda, Polandia, Australia, dari Indonesia berasal dari berbagai institusi, universitas, dan BRIN. Sebagai rangkaian SMILS dilakukan workshop tentang sedimentasi – erosi, dan water management.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi riset antara Cluster for Paleolimnology (CPalim) Undip dan BRIN dan pertama kali digelar diluar Cibinong, ini bukti nyata bahwa apapun bisa kita lakukan untuk menguatkan riset, saat kita menggerakkan masyarakan dalam pengelolaan lingkungan dan kita memiliki living laboratory di Rapening dan Desa Bedono Sayung Demak,” ungkap Prof Tri Retnaningsih.

“Kami juga melibatkan 45 mahasiswa untuk KKN tematik di Bedono mulai dari penanaman mangrove, Mageri Segoro sebagaimana yang dicanangkan Gubernur Jateng serta mengembangkan ekoswisata di Bedono Sayung Demak,” tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Akhirnya Miliki Sekda Definitif

Sementara itu Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN, Prof Ocky Karna Rajasa mengatakan bahwa BRIN dan Undip sudah melakukan MoU dan salah satu implementasinya adalah kerja sama riset dalam pengelolaan sumber daya air.

Lebih lanjut Ketua Masyarakat Limnologi Indonesia BRIN Luki Subehi mengatakan, setiap dua tahun menggelar konferensi.

“Selama ini kita terfokus pada riset di BRIN dan saat ini kita libatkan perguruan tinggi dan komunitas DAS Serayu untuk saling kolaborasi dan memberikan solusi penanganan sedimentasi dan erosi DAS Serayu,” ungkap Luki.

Dengan agenda besar ini, SMILS III diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring ilmiah, memperluas kolaborasi riset, serta melahirkan inovasi dalam pengelolaan sumber daya perairan tropis yang berkelanjutan. (Aji)