SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Universitas Semarang (USM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui mahasiswa semester 5, Fitrya Nur Rany, yang berhasil meraih juara 3 Bidang Bahasa Indonesia pada ajang Olimpiade Nasional spesialis Hari Guru atau National Teacher Olympiad (NTO) Vol 2.
Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh GYPEM bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jember itu berlangsung secara daring pada 29–30 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional.
Baca juga: Wagub Jateng Dorong Kampus Ungkit Anak Muda Mau Bertani untuk Ketahanan Pangan
Kompetisi diikuti 2.000 peserta dari berbagai daerah dan terbagi dalam beberapa bidang. Para peserta berasal dari kalangan mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum yang memiliki latar belakang akademik kuat. Persaingan berlangsung ketat, terutama pada bidang Bahasa Indonesia yang diikuti 302 peserta dari seluruh Indonesia.
Fitrya mengikuti lomba ini dengan persiapan yang dilakukan secara mandiri sejak awal November. Di tengah kesibukan kuliah, organisasi, dan aktivitas harian, ia membagi waktu untuk belajar setiap malam.
''Saya belajar satu sampai dua jam setiap malam, yang penting konsisten. Tantangannya lebih ke pembagian waktu,'' ungkapnya.
Tidak hanya mengikuti satu bidang, Fitrya juga turun pada Bidang Kimia dan Biologi yang memiliki karakter berbeda. Ia pun berhasil meraih dua penghargaan tambahan, yaitu Harapan 2 Bidang Kimia dan Harapan 3 Bidang Biologi, mempertegas kemampuannya bersaing lintas bidang pada level nasional.
''Saya sempat tidak percaya ketika nama saya muncul sebagai juara tiga. Rasanya semua begadang dan usaha saya terbayar,'' kenangnya.
Apresiasi
Kasubag Kemahasiswaan USM, Sudarmono SE MM memberikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswa tersebut.
''Prestasi Fitrya menunjukkan bahwa mahasiswa USM mampu bersaing di kancah nasional. Kami sangat bangga dan akan terus mendukung setiap mahasiswa yang berani mengambil tantangan akademik. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkompetisi dan mengembangkan potensi diri,'' ujarnya.
Baca juga: Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Jateng, Agustina Sebut Wartawan Itu Mencerahkan Dunia
Dalam kesempatan yang sama, Fitrya menyampaikan bahwa motivasinya mengikuti lomba bukan semata-mata untuk meraih penghargaan, tetapi membuktikan bahwa mahasiswa dari mana pun dapat berprestasi.
''Saya ingin menunjukkan bahwa asal kampus bukanlah batasan. Siapa pun bisa berprestasi jika berani mencoba,'' katanya.
Dia berharap, pencapaiannya dapat menginspirasi mahasiswa USM lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi.
''Mulai saja dulu, jangan takut. Peluang itu nyata dan hasil akan mengikuti usaha,'' tutupnya.
Prestasi yang diraih Fitrya menambah daftar panjang capaian mahasiswa USM di tingkat nasional dan memperkuat posisi USM sebagai kampus yang aktif menumbuhkan budaya kompetisi akademik bagi mahasiswanya. (Aji)
