Helo Indonesia

TAF Kembali Guncang Nasional, Empat Kali Berturut-turut Lolos KEN 2026

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Sabtu, 31 Januari 2026 10:57
    Bagikan  
TAF Kembali Guncang Nasional, Empat Kali Berturut-turut Lolos KEN 2026

Foto: ist

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Tubaba Art Festival (TAF) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Festival kebanggaan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, ini kembali terpilih dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, platform kurasi festival terbaik nasional yang diampu Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pengumuman hasil kurasi tersebut disampaikan melalui laman resmi media sosial Kementerian Pariwisata pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 13.30 WIB.

“Keberhasilan ini sekaligus mencatatkan TAF sebagai satu-satunya festival dari Provinsi Lampung yang terpilih secara berturut-turut selama empat kali penyelenggaraan sejak pertama kali mendaftar pada 2023. Pada edisi ke-10 tahun ini, TAF terpilih bersama 125 festival terbaik lainnya dari seluruh Indonesia,”
kata Direktur Sekolah Seni Tubaba, Semi Ikra Anggara, Sabtu (31/01/2026).

Festival milik Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba tersebut dijadwalkan akan digelar pada 7–8 Agustus 2026.

Usung Tema “Sudut Pandang Baru”
TAF 2026 mengusung tema “Sudut Pandang Baru (New Perspective)”, yang merefleksikan perjalanan satu dekade program kebudayaan di Tubaba. Tema ini menjadi penanda transformasi dan konsistensi TAF dalam memaksimalkan seni sebagai metode pengembangan kualitas diri serta membangun regenerasi kebudayaan yang produktif.

Tim kerja dari Sekolah Seni Tubaba, lembaga independen yang selama ini berada di balik layar penyelenggaraan, telah menyiapkan proposal sejak November 2025. Pada awal Desember, Direktur Semi Ikra Anggara mempresentasikan konsep TAF ke-10 di hadapan Dewan Kurator KEN.

Dalam paparannya, ia menekankan sejumlah aspek penting, mulai dari konsep festival, dampak sosial-ekonomi, hingga strategi pemasaran inovatif melalui pendekatan crowd funding. Presentasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari dewan kurator, hingga akhirnya TAF kembali ditetapkan sebagai bagian dari kalender event nasional 2026.

Lebih dari Sekadar Pertunjukan Seni
Sejak pertama kali digelar pada 2016, TAF tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni seperti teater, musik, tari, seni rupa, dan film. Festival ini juga menghadirkan diskusi publik, workshop inspiratif, serta berbagai aktivasi kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Proses penciptaan karya yang umumnya berlangsung hingga enam bulan menjadi bukti keseriusan para seniman dalam menghadirkan sajian berkualitas. Tradisi kreatif yang panjang itu menjadikan setiap gelaran TAF bukan sekadar tontonan, melainkan ruang refleksi dan kesadaran bersama.

Dalam perjalanannya, TAF terus berkembang. Penyaji dan penonton datang dari berbagai kalangan dan wilayah, bahkan melibatkan seniman nasional hingga internasional. Selain menjadi ruang eksistensi bagi seniman Tubaba, festival ini juga sukses membangun city branding sebagai daerah yang progresif dalam pengembangan kebudayaan.

Dengan konsistensi dan inovasi yang terus dijaga, Tubaba Art Festival kian mengukuhkan diri sebagai festival yang bukan hanya merayakan seni, tetapi juga “Merayakan Kesadaran.”
(Rohman).