Helo Indonesia

SDN 2 Sukarame Sempat Terhenti Terima Program MBG, Ini Penjelasan SPPG Sukarame 1

Rabu, 11 Februari 2026 18:04
    Bagikan  
SDN 2 Sukarame Sempat Terhenti Terima Program MBG, Ini Penjelasan SPPG Sukarame 1

Kepala SPPG Sukarame 1 Qalbina Rifka Dan Korcam SPPG Sukarame Makruf ( Hajim).

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- SD Negeri 2 Sukarame, Kota Bandarlampung, sempat terhenti menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari hingga Februari 2026 dari dapur penyedia SPPG Sukarame 1 (Dapur Ombai).

Padahal, sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah dasar negeri pertama yang menerima program unggulan pemerintah tersebut.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1, Qalbina Rifka, menjelaskan bahwa penghentian tersebut bukan karena siswa dan guru di SDN 2 Sukarame tidak lagi mendapatkan program MBG. Menurutnya, hal itu terjadi akibat kebijakan teknis baru dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Penghentian di SDN 2 Sukarame bukan karena masalah dapat atau tidaknya program MBG untuk siswa dan guru, melainkan akibat kebijakan teknis baru dari BGN,” jelas Qalbina, Rabu (11/2/2026), di kantornya di Jalan Karimun Jawa, Sukarame.

Ia menerangkan, dalam petunjuk teknis (juknis) terbaru, setiap dapur MBG dibatasi maksimal melayani 3.000 penerima manfaat. Ketentuan ini disesuaikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp500 juta untuk operasional selama dua minggu.

“Anggaran yang kami terima Rp500 juta untuk dua minggu. Jika dihitung, dana tersebut cukup untuk melayani maksimal 3.000 penerima manfaat,” ungkapnya.
Sebelumnya, SPPG Sukarame 1 sempat melayani hingga 3.400 penerima manfaat, termasuk siswa dan guru SDN 2 Sukarame.

Namun, dengan aturan terbaru tersebut, jumlah penerima harus disesuaikan. Guru pun kini masuk dalam kategori penerima manfaat yang dihitung dalam kuota 3.000 orang.

Akibat pembatasan itu, SDN 2 Sukarame dialihkan ke dapur lain yang saat ini sedang disiapkan dan telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

“Sekarang fokusnya kualitas, bukan kuantitas,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) Sukarame, Makruf, menyampaikan bahwa setiap dapur memang tidak diperbolehkan melayani lebih dari 3.000 penerima manfaat. Di Kecamatan Sukarame, kuota tersebut dibagi menjadi 2.500 peserta didik dan 500 untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Menurutnya, jumlah total penerima manfaat MBG di Kecamatan Sukarame hampir mencapai 20.000 orang. Dari jumlah tersebut, saat ini baru 10 dapur yang beroperasi, sementara dua dapur tambahan masih dalam tahap persiapan.

“Bukan tidak kebagian MBG, tetapi ada peralihan dan sinkronisasi data. Kami sedang mengejar penambahan dapur baru agar semua sekolah kembali terlayani,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembatasan jumlah penerima manfaat merupakan kebijakan pemerintah pusat guna menjaga standar kualitas makanan serta operasional dapur tetap optimal.
(Hajim)