SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui, selama kurun waktu satu tahun memimpin Kota Semarang masih banyak sekali PR, utang, dan tantangan yang harus dihadapi di masa mendatang.
Meskipun demikian, kata dia, bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, dalam periode ini pihaknya mengisi dengan berbagai upaya menjawab kebutuhan publik, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan layanan dasar, pemulihan, dan pergerakan ekonomi daerah yang melahirkan sejumlah inovasi kebijakan di Kota Semarang.
Baca juga: Prodi Ilkom Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Cita-cita USM Ikut Cerdaskan Bangsa
Agustina menyampaikan hal tersebut, dalam Konferensi Pers Satu Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kantor Kecamatan Semarang Timur, Jalan Barito No 5 Semarang, Jumat sore 20 Februari 2026.
''Dari kinerja ini, kami telah membuktikan hasil nyata yang terukur, meskipun capaian tersebut juga berjalan beriringan dengan tantangan lapangan, keterbatasan anggaran, serta persoalan klasik yang belum sepenuhnya tuntas,'' kata Agustin, sapaan akrab wali kota.
Menurutnya, semua persolan tersebut berhasil dijawab dengan kinerja Agustina-Iswar yang menghasilkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Tengah dan ketangguhan fiskal yang mampu beradaptasi dengan kebijakan efisiensi nasional.
Wali kota menambahkan, visi terpadu mampu menghasilkan dampak signifikan bagi masyarakat. Apalagi pihaknya menerapkan lima tagline pembangunan, yang meliputi Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
Lima tagline tersebut, telah dikolaborasi menjadi program kerja yang saling berkesinambungan, membentuk siklus transformasi berkelanjutan.
Baca juga: Sambut Ramadan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Distribusikan 20 Ribu Al-Qur’an
Ditambahkan Agustin, hasil yang dicapai bukan sekadar 25 penghargaan baik nasional, maupun regional tetapi fondasi sistemik yang meningkatkan kepuasan 83,6 persen warga (Survei Litbang Kompas) dan mendorong IPM 2025 ke angka 85,80 (kategori sangat tinggi).
''Yang menarik, ketangguhan tata kelola ini berjalan paralel dengan dinamika fiskal yang adaptif. Laporan realisasi TA (Tahun Anggaran) 2025 menunjukkan realisasi pendapatan daerah yang solid di angka 92,31 persen, dengan kisah sukses yang diwarnai paradoks: sektor hiburan dan kuliner melesat menjadi penyelamat, sementara sektor akomodasi tertekan,'' ungkap mantan legislator DPR RI tersebut.
Ketangguhan Fiskal
Dalam paparannya, wali kota juga menyinggung bagaimana di tengah terpaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja pemerintah yang memangkas perjalanan dinas, Semarang mencatat ketahanan fiskal yang mengagumkan.
Data Realisasi PAD 2025 telah menunjukkan angka yang kontras, di mana Pajak Hiburan menembus 106,38% yang dikategorikan Melampaui Target, Pajak Restoran: 104,31% (Melampaui Target), Pajak Hotel: 79,10% (Di Bawah Target), Sisa Lebih Pembiayaan (SiLPA): Rp186,9 Miliar.
''Angka-angka tersebut menjadi cerminan denyut nadi ekonomi masyarakat yang adaptif. Ketika belanja dinas pemerintah dipangkas, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan dan kuliner. Ini menunjukkan resilience ekonomi kerakyatan yang menjadi penyangga vital,'' bebernya.
Satu persatu, Agustina yang hadir didampingi Iswar menjabarkan lima tagline sebagai napas kiberjanya membangun dan memajukan Kota Semarang.
Baca juga: Polres Purbalingga Ungkap Dua Kasus Narkoba, Sabu 9,4 Gram dan 388 Butir Psikotropika Disita
Pertama, SEMARANG BERSIH yang dimaknai lebih dari sekadar kebersihan, ini tentang membangun budaya baru “Semarang Wegah Nyampah” di mana budaya masyarakat yang wegah nyampah terbangun dari dalam rumah untuk memilah sampah.
Demi menjaga kenyamanan dan kebersihan di Kota Semarang, Pemkot Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan perbaikan dan menambah jumlah kontainer serta armada dump truck, dengan harapan sampah residu dari masyarakat bisa terkelola pengangkutannya dari hulu ke hilir.
Tak berhenti pada pengelolaan sampah, mewujudkan Semarang Bersih juga diimbangi dengan memperluas wilayah konservasi. Pemkot telah melakukan penghijuan di lahan seluas 16,58 hektare. Melakukan penanaman 46.510 bibit, serta membangun tiga ruang tebuka hijau (RTH): Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, serta Taman Dinar Mas Meteseh.
Selanjutnya, SEMARANG SEHAT melalui pendekatan ekosistem, Semarang meraih predikat Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia (UI Green Metric 2025). Rehabilitasi 10.000 batang mangrove dan layanan kesehatan proaktif berkontribusi pada Angka Harapan Hidup 78,72 tahun.
Satu tahun kepemimpinan Agustina-Iswar juga telah memperluas kepesertaan UHC (Universal Health Coverage). Pada 2024 jumlah peserta 98.261, di masa pemerintahan Agustina-Iswar tahun 2025 peserta UHC meningkat menjadi 228.859 warga. Meningkat signifikan (130.598 peserta).
Baca juga: DPR RI Sebut Jateng Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional lewat Industri dan Pariwisata
Fasilitas kesehatan (faskes) juga meningkat. Setahun pemerintahan Agustina-Iswar telah membangun/merekab empat Puskesmas, kemudian membangun tiga Puskesmas Pembantu.
Agustina-Iswar juga concern mengatasi persoalan stunting, da penanggulangan penyakit menular Tuberculosis (TB) juga menunjukkan progress yang signifikan.
SEMARANG CERDAS: Transformasi dimulai dari revolusi birokrasi berbasis merit, yang kemudian menjadi pijakan kecerdasan digital. Aplikasi pelayanan publik terpadu mendukung peningkatan akses pendidikan (Rata-rata Lama Sekolah 11,11 tahun).
Selama kepemimpinan Agustina-Iswar, pemkot telah menyalurkan beasiswa kepada 2.649 siswa SD/MI, 1.129 siswa SMP/MTs, 468 siswa SMA/SMK/MA, serta 12 mahasiswa miskin berprestasi. Pemkot juga telah menyelesaikan permasalahan ijazah tertahan dengan menyerahkan 374 ijazah dari 36 sekolah.
Salah satu program unggulannya sekolah swasta gratis. Pada 2025, program ini menjangkau 129 sekolah dengan anggaran Rp 25,79 miliar, dan pada 2026 akan diperluas menjadi 135 sekolah.
Tagline SEMARANG MAKMUR: Kemakmuran dibangun dari ekonomi kerakyatan inklusif berbasis UMKM dan pariwisata. Event seperti "Semarang 10K" yang menyedot 3.000 peserta (50% dari luar kota) menjadi katalis ekonomi kreatif. Resiliensi inilah yang tercermin dari capaian fantastis Pajak Hiburan (106,38%).
Baca juga: Dua Kapolsek Diganti dalam Surat Telegram Kapolda Metro Jaya Terbaru
Mendaftarkan 7.217 pekerja rentan dalam BPJS Ketenagakerjaan melalui program Pijar Semar (Perlindungan Sosial Pekerja Rentan Kota Semarang). Meningkatkan penerima bisyarah bidang keagamaan dari 4.261 menjadi 5.260 orang. Pendidik Pos PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI bertambah dari 100 menjadi 200 orang. Perawat jenazah meningkat dari 600 menjadi 1.000 orang, Marbot masjid/musala naik dari 531 menjadi 885 orang.
Selanjutnya SEMARANG TANGGUH yang merupakan adalah hasil akhir sistem terintegrasi. Birokrasi cerdas memungkinkan pembangunan infrastruktur hijau; lingkungan sehat mendukung pariwisata; ekonomi makmur menyediakan sumber daya untuk memperkuat semua pilar, termasuk ketahanan fiskal.
Penanganan banjir menghasilkan progres yang signifikan. Selama satu tahun kepemimpinan Agustina-Iswar, telah mengentaskan wilayah genangan banjir rob seluas 230, 98 hektare.
Baca juga: Pagar Kantor HMI Bandarlampung Jadi Jemuran Pakaian
Dalam kesempatan itu, Agustina juga menjawab pertanyaan tentang upaya-upaya Pemkot dalam mengatasi banjir. Dia mengatakan, air yang turun dari langit tak bisa dihindari karena merupakan anugerah Tuhan. Yang bisa dilakukan adalah bagaimana cara kita mengendalikan limpahan air tersebut.
''Maka kami meminta Bappeda untuk membuat roadmap infrastrukur khusus jalan, saluran, dan sungai. Selama di sini ada aset tanah Kota Semarang di situ akan dibuat kolam-kolam kecil yang saling terkoneksi satu jalur yang berjalan semua. Mulai tahun 2026 ini, jika sistem ini jalan, maka kalau orang ingin mendirikan bangunan, kalau tak sesuai dengan gambar tata ruang kota, kami tak memberikan izin. Karena sebagian besar banjir yang muncul di pemukiman itu akibat tata jalur air yang tidak sesuai,'' jelasnya. (Aji)
