LAMTENG, HELOINDONESIA.COM -- Kemarahan warga akhirnya meledak jadi bara api yang meludeskan semua fasilitas PT Bumi Sentosa Abadi (BSA). Aksi anarkis ini terjadi setelah warga tiga kampung aksi menduduki 892 ha 2 HGU anak perusahaan milik Akaw alias Widarto memasuki hari ke 277 di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.
Saat menduduki lahan, warga telah menyiapkan diri jika terjadi pengusiran berupa bambu runcing dan tombak di depan tenda, golok yang melekat di pinggang, serta batu yang berada di seputaran tenda dekat jalan masuk perkantoran PT.BSA.
Hari Rabu (12/8/2026), pukul 10.00 WIB, massa marah berawal dari warga menangkap mobil truk yang panen sawit di malam hari. Oleh warga kendaraan truk itu dibawa ke kantor perusahaan. Mereka minta perusahaan memberi sanksi terhadap kendaraan yang diduga mencuri sawit tersebut.
"Itu permintaan warga, supaya yang mengambil kelapa sawit ditindak. Jangan warga yang hanya memungut brondolan langsung ditangkap. Mana adilnya," ujar Nurohman, warga Anak Tuha.
Karena warga kesal tak mendapat kepastian tindakan perusahaan, warga emosi dan membakar fasilitas perusahaan. Menurut Nur Rohman ada kesepakatan antara warga dan perusahaan sama-sama tidak boleh memanen kelapa sawit (status quo).
Dari informasi yang dikumpulkan Heloindonesia.com, begini kronologis dan kerugian akibat meledaknya kemarahan massa dari Kampung Negara Bumi Aji, Negara Aji Baru dan Negara Aji Tua pada hari ke 277.
KRONOLOGIS
Pada hari Rabu (12/8/2026), pukul 10.00 WIB, di Areal perkebunan PT BSA, sekitar 200 warga tiga kampung kembali memasuki areal perkantoran PT BSA di Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah.
Para personel keamanan telah siaga di seputaran perusahaan sejak pukul 07.00 WIB: 6 personel keamanan perusahaan, 6 personel Polsek, 10 personel Polres, 20 Dalmas Polda, 6 PAM Swakarsa.
Pada pukul 07.30 WIB, ada sekitar 200 orang mulai memasuki areal perkantoran PT BSA karena perusahaan melakukan pemanenan sawit.
Pada pukul 08.00 WIB, massa tiga kampung sekitar 30 orang berkumpul di perkantoran PT BSA depan Asrama Askep.
Pada Pukul 10.00 WIB, massa melakukan orasi di depan kantor PT BSA agar Askeb PT BSA menemui massa dan meminta pihak perusahaan agar segera meninggalkan kantor PT BSA.
Pada Pukul 10.40 WIB, massa sudah tidak terkontrol hingga memecah kaca dan membakar gudang minyak PT BSA hingga terbakarnya 36 bangunan, kendaraan, dan berbagai fasilitas perusahaan lainnya dengan rincian:
KERUGIAN
Mes : 26 unit
Kantor : 2 unit
Gudang bbm : 1 unit
Bengkel : 1 unit
Gudang listrik / genset : 1 unit
Gudang pupuk : 1 unit
Gudang logistik : 1 unit
Laboratorium : 2 unit
Pos satpam : 1 unit.
Total kendaraan yang terbakar ada 12 unit dengan rincian:
Mobil pribadi : 2 unit
Motor : 2 unit ( 1 unit milik perusahaan dan 1 unit milik anggota Brimob)
Truk : 3 unit
Traktor : 3 unit
Mobil tangki : 2 unit. (HBM/Zen Sunarto)
