Helo Indonesia

Wagub Jateng Dorong Penguatan Keterampilan Menulis di Kalangan Santri

Selasa, 24 Februari 2026 17:18
    Bagikan  
Wagub Jateng Dorong Penguatan Keterampilan Menulis di Kalangan Santri

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat menerima Tim Gerakan Santri Menulis

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pada era sekarang kalangan santri dituntut punya keterampilan menulis. Terutama untuk menjawab tantangan derasnya informasi yang berkembang pada era digital, sehingga meneguhkan kemampuan berjurnalistik dengan produk berita dan tulisan yang bertanggung jawab.

Demikian harapan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, usai menerima audiensi Tim Gerakan Santri Menulis (GSM) dari Suara Merdeka di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Senin, 23 Februari 2026.

"Jadi, kalau pesantren diajak untuk melaksanakan pelatihan ini, saya rasa sudah benar. Karena di pesantren sudah ada pembelajaran terkait pertanggungjawaban keabsahan tulisan yang sangat ketat, seperti kalau kita bicara tentang riwayat hadis, matan hadis dan sebagainya," katanya.

Baca juga: Dari Pantai Jodo, Luthfi-Yasin Pimpin Gerakan Jateng ASRI secara Serentak di 35 Daerah

Gus Yasin menambahkan, sekarang media sudah bermacam platform. Ditambah lagi perkembangan teknologi melalui Artifical Intellegence (AI) yang bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dia katakan, pelatihan jurnalistik sejalan dengan upaya mencegah hoaks di tengah masyarakat. Di dalamnya, diajarkan kode etik, serta aturan jurnalistik yang harus ditaati. Sebagaimana membangun negara, dimulai dengan memberikan penjelasan yang baik dan tidak dibawa ke ranah yang tidak semestinya.

"Tantangan kita di era perkembangan media adalah meluruskan pemberitaan yang di situ ada pertanggungjawaban, kode etik dan lain sebagainya," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Dukung Program

Wagub menambahkan, Gerakan Santri Menulis (GSM) akan mendukung Program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, yaitu Pesantren Obah. Program ini membuka peluang santri untuk menempuh pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri melalui beasiswa.

"Dalam program Pesantren Obah di dalamnya ada penulisan bagi mahasiswa baik S1, S2, maupun S3. Melalui pelatihan ini akan membantu santri agar terbiasa dengan penulisan," kata Gus Yasin.

Baca juga: Ratusan Kasus Narkoba Dibongkar Polda Jateng, 386 Tersangka Diamankan

Gerakan Santri Menulis (GSM) merupakan bentuk Sarasehan Jurnalistik dan Literasi Media yang diinisiasi oleh Suara Merdeka, sejak tahun 1994. Pada tahun ini, gerakan tersebut sudah berlangsung tepat 32 tahun.

Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko menjelaskan, GSM pada tahun ini akan diikuti oleh 17 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.

Dalam pelatihan ini, para santri dibekali keterampilan dasar jurnalistik, teknik menulis berita dan opini, strategi menyusun konten media yang menarik dan relevan, teknik public speaking, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah dan penyebaran pesan-pesan kebaikan. (Aji)