Helo Indonesia

Ribuan Jemaah Salat Id di MAJT, KH Zulfa Mustofa Ajak Jadi Insan Rabbani Usai Ramadan

Sabtu, 21 Maret 2026 17:51
    Bagikan  
Ribuan Jemaah Salat Id di MAJT, KH Zulfa Mustofa Ajak Jadi Insan Rabbani Usai Ramadan

Ribuan jemaah saat menjalankan salat Idulfitri 1447 H di Masjid Agung Jawa Tengah

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Gema takbir berkumandang di langit Kota Semarang menyertai umat muslim membanjiri Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk menunaikan ibadah salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu pagi 21 Maret 2026.

Momentum hari kemenangan ini menjadi kian bertenaga dengan pesan mendalam dari Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa selalu khatib salat Id, tentang bagaimana mempertahankan keimanan selepas bulan Ramadan.

Tingginya antusisme jemaah, membuat ruang utama masjid seluas 10 hektare itu tak lagi mampu menampung antusiasme warga, hingga saf-saf salat meluber memenuhi pelataran plaza di bawah payung-payung raksasa khas MAJT.

Baca juga: Dobrak Tradisi Open House, Gubernur Jateng Lebaran Bareng Anak Yatim dan Difabel

Dalam sambutannya yang hangat, Ketua Umum PP MAJT, Prof Dr KH Noor Achmad MA, mengenang kembali perjalanan panjang masjid yang diresmikan tahun 2006 tersebut. Dia mengapresiasi dukungan masyarakat yang membuat MAJT kini tak sekadar menjadi kebanggaan nasional, tapi juga mulai diperhitungkan di kancah internasional.

“Terima kasih atas dukungan masyarakat. MAJT terus berkembang, melampaui batas nasional menuju panggung internasional,” tegasnya di hadapan jemaah.

Insan Rabbani

Suasana berubah hening saat Dr (HC) KH Zulfa Mustofa naik ke mimbar. Mengusung tema “Ramadan sebagai Madrasah Pembentukan Pribadi Rabbani,” Kiai Zulfa seolah memberikan refleksi yang tajam bagi para pencari Tuhan secara "musiman."

Zulfa menyoroti fenomena penurunan grafik ibadah pasca-Ramadan. Menurutnya, banyak orang terjebak pada euforia momentum, namun kehilangan esensi konsistensi (istikamah) begitu bulan suci berakhir.

“Masalahnya, banyak dari kita yang tidak dawam (rutin) menjaga nilai kebaikan setelah Ramadan usai. Intensitas kebaikan menurun drastis. Akhirnya, meskipun sudah puluhan kali melewati Ramadan, tidak ada perubahan positif dalam pribadi kita,” ujar Kiai Zulfa dengan nada lugas.

Kiai Zulfa mengingatkan bahwa Rasulullah SAW sangat menekankan urgensi istikamah tanpa terikat bulan tertentu. Beliau mengutip pemikiran ulama klasik Al-Imam Al-Qusyairi hingga ulama kontemporer Syekh Wahbah Zuhaili tentang pentingnya maqamaat istikamah.

“Pribadi yang berhasil adalah mereka yang menjadikan Ramadan sebagai madrasah untuk menjadi Insan Rabbani yang istikamah meskipun Ramadan telah berlalu,'' ungkapnya.

Baca juga: Rebah di Pangkuan Alif, Potret Kesahajaan Ahmad Luthfi Memuliakan Buah Hati saat Idulfitri

Menutup khotbahnya yang menggetarkan, Zulfa mengutip Surat Fussilat ayat 30, menjanjikan bahwa mereka yang istikamah di jalan Allah tidak akan pernah dirundung ketakutan dan kesedihan, baik di dunia maupun di akhirat.

Salat Id yang diimami oleh KH Ulil Abshor Alhafiz ini pun berakhir dengan penuh haru. Jemaah pulang membawa "oleh-oleh" spiritual yang kuat: bahwa Idulfitri bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk membuktikan apakah didikan Ramadan benar-benar membekas dalam jiwa atau sekadar lewat begitu saja. (Aji)