Helo Indonesia

Wajah Sejuk Indonesia di MAJT, Tokoh Lintas Agama Ikut Bersalaman di Hari Kemenangan

Minggu, 22 Maret 2026 11:39
    Bagikan  
Wajah Sejuk Indonesia di  MAJT, Tokoh Lintas Agama Ikut Bersalaman di Hari Kemenangan

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko bersama sejumlah tokoh lintas agama ikut menyalami jemaah salat Idulfitri di MAJT

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ribuan jemaah salat Idulfitri 1447 H mulai melipat sajadah, bersiap melangkah keluar dengan hati yang fitri di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Sabtu pagi 21 Maret 2026.

Namun, ada pemandangan di bawah anak tangga masjid megah di Jalan Gajah Raya itu yang menarik perhatian mereka karena menciptakan kehangatan yang menyentuh dan menyejukkan jiwa.

Di sana, berdiri berjajar sosok-sosok berjubah dan berpakaian khas keagamaan. Mereka bukan jemaah yang baru selesai salat, melainkan para pemimpin dan tokoh lintas agama: Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga penganut aliran kepercayaan.

Baca juga: Ribuan Jemaah Salat Id di MAJT, KH Zulfa Mustofa Ajak Jadi Insan Rabbani Usai Ramadan

Dengan senyum tulus yang mengembang, mereka berdiri menyambut setiap jemaah yang turun dengan ucapan, "Selamat Idulfitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin."

Di tengah barisan tersebut, tampak wajah familiar yang tak pernah absen selama hampir satu dekade terakhir. Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, berdiri dengan penuh sukacita. Baginya, momen Idulfitri bukanlah sekadar hari besar umat Islam, melainkan momen "pulang" ke rumah persaudaraan.

"Sudah sembilan tahun, semenjak saya menjadi Uskup Agung Semarang, saya selalu datang ke MAJT bersama tokoh agama lain untuk memberikan ucapan selamat Idulfitri," ungkapnya kepada para wartawan dengan mata berbinar.

Bagi Romo Ruby, sapaan akrabnya, Idulfitri adalah peristiwa istimewa yang dibalut dalam suasana kekeluargaan yang kental. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah pernyataan bahwa di Semarang, perbedaan keyakinan justru menjadi perekat yang menguatkan.

Hal senada disampaikan perwakilan agama Buddha, yang menyampaikan tradisi silahturahmi Idulfitri membawa kedamaian dan kesejahtetaan.

Baca juga: Puluhan Pemuda Lintas Agama Jaga Kenyamanan Salat Idulfitri di Bandarlampung

Perwakilan penganut aliran penghayat kepercayaan, juga menyampaikan hal yang sama, “Saya baru pertama kali ikut ke MAJT, rasanya senang sekali karena sesuai ajarana kami memayu hayuning bawana,” ujarnya.

Satu-satunya di Indonesia

Ketua Umum PP MAJT, Prof Dr KH Noor Achmad MA, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Didampingi Sekretaris MAJT, KH Muhyiddin, dia menyambut hangat kehadiran para pemuka agama tersebut.

“Tak ada kata yang tepat kecuali rasa terima kasih dan bangga. Ucapan Idulfitri ini mempunyai makna yang sangat mendalam,” ujar Prof Noor Achmad.

Ia menyebut bahwa kehadiran mereka tahun ini terasa sangat spesial karena formasi tokoh yang hadir begitu lengkap. Menurutnya, pemandangan ini adalah bentuk kekompakan yang harus terus dilestarikan di tengah keberagaman bangsa.

Baca juga: Lebar Lebur Lebaran, Kembali Kesettingan Awal

Kedatangan tokoh lintas agama pada momet salat Idulfitri di MAJT, lanjut dia, merupakan bentuk bentuk kekompakan, yang perlu untuk terus dilestarikan.

“Ini satu-satu di Indonesia, tokoh lintas agama datang ke MAJT setelah salat Idulfitri untuk membersamai jemaah,” tandasnya.

Dia menambahkan kebaikan ini supaya agara diteruskan oleh anak dan cucu mendatang, supaya bisa menjadi budaya. MAJT senantiasa terbuka untuk lintas agama.

“Kita ciptaan Allah diperintahkan bersatu. Kehadiran tokoh lintas agama setiap tahun juga dianggap baik masyarakat. Tradisi ini bisa diikuti di daerah lain di Indonesia,” imbuh Noor Achmad.

Para tokoh lintas agama dijamu dengan makan nasi glewo khas Semarang, berupa nasi dengan isian daging sapi dan bakso.  (Aji)